[Proses Pengeditan & Hiatus Sementara]
Elora Aelyn melakukan pelarian usai skandal mengenai dirinya tersebar di seluruh jurusan, lelaki yang tak ingin dia sebutkan namanya itu yang menjadi alasan kenapa dirinya harus pergi. Melanjutkan pendidikanny...
Gimana perasaan kalian hari ini? Baik-baik ajakan?
Mental aman?? Harus aman dong!
Menurut aku sih lagunya cocok banget xixi
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ternyata, hati memang tak bisa berbohong. Sekuat apapun raga ingin membenci, hati selalu tahu di mana tempatnya. Bahkan hanya pesona dirinya sudah membuat berdebar."
♪
Aelyn, malam ini merasa sangat bosan karena seharian Kenan tidak mengizinkannya keluar katanya sih nanti dia sakit lagi. Tapi ini benar-benar bosan. Aelyn menarik nafas panjang lalu berjalan ke ruang baca untuk melihat Kenan di dalam sana sedang apa. Pelan namun pasti dia masuk ke dalam ruang baca, matanya terpana melihat Kenan. Wajah seriusnya itu membuat jantungnya bekerja dua kali lipat. Dia sangat tampan, sumpah!
Aelyn bersembunyi di balik rak, menatapnya di ujung sana tengah mendengarkan orang-orang yang berbicara dengan bahasa Korea.
"Ok, algessseubnida. Najung-e sujeonghagessseubnida." Perempuan itu membulatkan mata, mendengar suaranya yang berat. Tidak biasanya suaranya seberat itu.
Masih dengan posisi bersembunyi di balik rak dan berniat untuk kabur sebelum ketahuan, tiba-tiba ponselnya bergetar. Aelyn menatap ponselnya. Sebuah pesan singkat dari Kenan yang berhasil memergokinya.
Groot Sedang apa mengintip begitu? Sini duduk aja di samping saya dari pada sembunyi-sembunyi.
Melihat isi pesan tersebut. Membuat Aleyn berdecak kesal.
Aelyn membalas pesannya dan mengatakan bahwa dia hanya mencari buku, karena rasanya sudah tidak kondusif lagi dia berlari keluar tapi sayangnya Aelyn tidak melihat ada rak di depannya alhasin dia terduduk dilantai usai kepalanya terhantup rak. Kenan kembali mengirimkan pesan.
Groot Awas terbentur.
Elora Aelyn Sudah terlambat! Sudah terbentur!
Groot Kepalanya tidak apa-apa?
Aelyn tidak menjawab, dia merasa kesal sendiri sama Kenan. Sedangkan lelaki itu menahan tawa melihat Aelyn yang berlari dengan konyolnya. "Elora, ada-ada saja. Semakin hari semakin lucu tingkahnya, kita lihat sampai sejauh mana kamu akan bertahan dengan sikap pura-pura tidak pedulimu itu," Kenan berbicara sendiri sambil menutup laptop.
Sepertinya l, joging malam enak nih, pikir lelaki itu. Kenan mengganti pakaiannya untuk joging. Dari cermin dia bisa melihat pantulan Aelyn yang curi-curi pandang ke arahnya. Walaupun begitu Kenan tetap selalu menahan nafasnya, setiap kali melihat istrinya itu memakai gaun tidur dengan gaun setali yang bahkan kalau di tarik bisa langsung putus talinya.