Next Stage ; Spring Day (Part 2)

457 33 2
                                        

Pesta pernikahan itu benar-benar berjalan lancar. Mereka berpesta di atas Istana kapal Germa66 karena bagaimanapun mereka itu kru dari Raja Bajak Laut. Sangat beresiko jika mengundang para tamu yang kebanyakan Bajak Laut ke sebuah pemukiman normal.

"Robin. Nanti kalian tinggal dimana?" tanya Nami saat seluruh kru Raja Bajak Laut telah duduk melingkar mengelilingi pengantin baru di sebuah meja bundar ditengah pesta yang sudah berakhir.

"Tentu saja dirumah. Aku tidak mau membawa orang yang akan hamil di kapal. Muntahnya bisa kemana-mana" jawab Zoro acuh.

Pletak

"Apa-apaan kau Marimo. Bicaramu ngelantur" seru Sanji setelah menghadiahkan satu jitakan tak lembut di kepala si hijau dengan kakinya.

Semua yang ada disitu menggeleng-gelengkan kepala. Sedikit tidak percaya dengan jawaban pendekar pedang terhebat di dunia itu. Benar-benar kekonyolan yang tidak lucu.

"Itu belum kami pikirkan" jawab Robin.

Nami menghela nafas dan membuka suaranya "Begini. Aku dan Sanji memiliki rencana. Kami sudah memberitahukan kepada semuanya. Dan sekarang kami akan memberitahukannya kepadamu. Kuharap kau setuju"

"Apa?" itu Zoro yang menyahut. Sepertinya dia tidak sabar.

"Ayo berlayar lagi" suara Franky menginterupsi.

"Iya. Ayo berpetualang lagi. Bukan sebagai bajak laut, karena kapten kita sudah tidak ada. Tapi kita berlayar sebagai sebuah perkumpulan mungkin" suara Nami terlihat halus dan lembut.

"Iyaa. Ayo kita berkeliling lagi. Semuanyaa. Kita bersama lagi" ujar Chopper bersemangat.

"Aku akan mengajak Kaya juga" Ussop ikut bersuara. "Sekarang. Aku sudah bisa melindunginya tidak seperti dulu, hehe" Ussop mengusap hidungnya dengan rasa percaya diri.

"Kenapa kita harus berlayar lagi?. Bukankah semuanya impian telah terwujudkan?" tanya Zoro.

"Yohohoho~" Brook tertawa. "Zoro-san benar. Tapi semua terasa tidak benar. Terasa kosong" sambungnya.

"Iya. Ada yang kosong" balas Jinbei

"Setelah Luffy pergi. Kita semua berpisah. Kita menjalankan kehidupan terpisah beberapa waktu dengan mimpi yang telah kita wujudkan. Tapi semua itu terasa hampa" suara Nami lirih. "Saat aku makan tanpa kericuhan kalian dan saat hidupku sangat aman tanpa ada meriam disana-sini aku mulai bimbang. Aku membuka semua gambar peta seluruh pulau di dunia yang telah aku selesaikan, seharusnya aku senang. Tapi sebaliknya, aku malah sangat sedih. Awalnya kupikir, aku sangat sedih karena Luffy telah tiada. Tapi saat aku bersama Sanji, aku sadar. Semua terasa salah bukan karena aku masih sedih kehilangan Luffy tapi semua karena kalian tidak ada. Aku sudah merelakan Luffy.Aku benci mengatakan ini, tapi aku merindukan kalian. Aku merindukan petualangan kita. Meski aku selalu takut dan bersembunyi , aku ingin mengalaminya lagi." Nami tersenyum sendu.

Sanji menghirup rokok yang sedari tadi di mulutnya. "Aku juga benci mengatakan ini" Sanji meniup asap yang menggumpal di depan mulutnya. "Aku juga merindukan kalian"

Robin tersenyum penuh arti. "Fufufu.." ia menggenggam tangan Nami yang berada di sebelah kanannya. "Ayo" ucapnya mantap.

"Apa?? Serius kita akan pergi? Dojoku bagaimana?" Zoro terlihat was-was.

"Sialan kau Zoro. Kami malu-malu mengungkapkannya dan kau malah tidak tau diri" ucap Ussop sambil mendengus.

"Baka Marimo" sahut Chopper. "Kau kalau tidak mau ikut tidak apa-apa, kami akan membawa Robin saja" Chopper melipat kedua tangannya sombong.

"Apa? Dia itu istriku. Itu disebut penculikan jika kalian membawanya tanpa izin dariku" seru Zoro.

"Karena Robin mau, itu disebut 'pelarian istri meninggalkan suami' bukan penculikan" Ussop juga ikut-ikutan melipat kedua tangannya.

"Fufufu.." Robin tersenyum karena pertikaian mereka yang melibatkan dirinya itu sangat menarik. Gadis cantik itu menggenggam tangan pasangannya yang berada di sebelah kirinya. "Sebenarnya dia rindu kalian, di kamarnya ada foto-foto kalian yang dia gunting dari koran" aku Robin sambil menyeringai licik.

"App-"

"Ooh begitu ya Zoro" Chopper memotong protesan yang hendak Zoro layangkan dan memeluknya sayang. Zoro tenggelam dalam kubangan bulu yang sangat tidak cocok di musim semi itu.

Zoro mendelik ke arah Robin. Pasalnya wanita yang baru saja menjadi istrinya itu berbohong.

Dan Robin? Ia hanya tertawa geli melihat ekspresi Zoro-nya. Ia pikir, sedikit kebohongan manis akan menyelamatkan suaminya.

"Baiklah. Ayo pergi sekarang. Membawa kabur pengantin terasa superrr menantang" seru Franky.

Semua mata di lingkaran itu saling memandang lalu tersenyum dan mengangguk. "AYOO" seru Nami sambil menarik Robin yang masih lengkap dengan gaun pengantinnya.

"YEAH"

"Yohohohoo~"

Semuanya berlari riang ke arah Sunny yang terparkir rapi di dekat kapal besar Germa. Mereka melompat sambil bergandengan tangan. Tertawa sangat riang membiarkan panggilan para tamu yang masih ada atau pelayan Germa yang bertanya kemana mereka akan pergi.

Mereka hanya mengejek mengabaikan. Tipikal bajak laut sekali dan tertawa sesudahnya.

Bersama mereka melompat ke kapal mereka. Mereka berlayar bersama sekali lagi. Mungkin setelah sekali lagi akan ada lagi, lagi, dan lagi. Karena bagi mereka, bersama itu adalah segalanya.

Ya segalanya.

FIN

Maaf kalau ada Typo. Aku ketiknya di Hp jadi ya begitulah.

Aku mau jawab 2 pertanyaan yang berulang-ulang ditanyakan. Aku jawab disini biar dibaca sama semuanya. Jadi gak akan ditanya lagi.

Q : Kenapa Cover kakak gak kakak desain dengan judulnya. Kenapa gambar polos aja?
A : Foto yang aku pakai untuk cover itu aku ambil dari Google. Itu foto orang dan aku merasa gak sopan aja kalau aku harus edit-edit buat nambahin judul.

Q : Kenapa cerita kakak dibuka gitu aja. Padahal pembacanya lumayan, kalau ditutupkan bisa nambah followers.
A : Aku buat cerita itu karena aku suka. Aku mau siapapun baca cerita aku kecuali yang di req orang. Karena biasanya idenya itu dari orang yang req bukan aku. Jadi semua yang dari aku bisa dibaca semua.

Cukup sampai disini.
Bye bye~

Next StageTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang