Melody pergi

395 12 0
                                    

Toru Taka antusias dengan kehamilan Melody. 

Tree semester pertama mereka lalui dengan tenang.

Di bulan keempat.  Melody mulai aneh?

---

Huek....

Melody memuntahkan isi perutnya lagi.  Tangannya bertumpu pada wastafel,  menjaga keseimbangan tubuhnya.

Toru Taka berlari mendekat.  Mereka khawatir.

"Jangan deket-deket. " Melody melarang.

"Kenapa? " Toru bertanya.

"Pokoknya jangan mendekat!"

Sejujurnya,  Melody sudah ingin pergi dari rumah ini.  Sejak pagi hidungnya menjadi aneh.  Setiap kali ia mencium bau Toru Taka, Melody jadi mual.  Lebih parah lagi,  seluruh rumah ini berbau Toru Taka.

Toru Taka masih berdiri di tempat.

"Sayang... " Taka mencekal tangan Melody,  ketika wanita yang tengah hamil empat bulan itu melewatinya.

Melody menepis tangan Taka.

"Jangan pegang-pegang. "

Hati Taka mencelos.  Melody belum pernah memperlakukannya seperti ini. 

"Ody... " panggil Toru.

Melody mengabaikan.

Melody mengambil sebuah koper.  Membukanya lebar. Mengambil beberapa baju.  Mengepaknya ke dalam koper.  Beres.

"Melody! " bentak Toru.  "Kamu ada masalah sama kita?! "

Melody berjingkat kaget.

Toru merutuki dirinya detik itu juga.  'Astaga....  Ia baru saja membentak Melody tercintanya.'

Melody menatap Toru sendu. 

Tes.

Air mata mengalir.  Melody terisak.  Ia duduk  di sebelah kopernya.

"Ody..."

"Ody... "

Toru Taka mendekat,  tapi Melody melarang.

"Jangan mendekat!  Aku gak mau kalian menyentuhku! "

"Kamu ini kenapa Ody?  Kenapa bawa-bawa koper segala? " Toru bertanya.

Taka,  ia ingin meraih Melody,  "Kamu mau kemana Ody sayang? "

"Aku mau ke rumah Mama Mori. "

"Yaudah, kita antar. "

"Gak mau. "

"Terus? "

"Aku udah pesan taxi. "

---

Toru Taka mengikuti taxi yang ditumpangi Melody.

Meski masih bingung dengan sikap Melody.  Toru Taka tidak bisa marah.  Mereka terlalu mencintai Melody.

"Mama.... "

"Hm Mantu cantik Mama. " Mama Mori menyambut Melody dengan pelukan.

"Kok kamu naik taxi,  Ody? "

"Hehee....  Aku lagi gak mau diantar mereka,  Ma. "

"Tumben?  Biasanya mereka lengket banget sama kamu. "

Melody meringis salah tingkah.  Iya,  Toru Taka selalu mengikuti Melody kemanapun kalau gak ada kerjaan.

"Ma....  Ody boleh tinggal di sini? "

"Tentu saja boleh.  Tapi,  memangnya sudah diijinkan? "

Melody menggeleng. "Ody gak mau deket-deket mereka.  Kalau nyium bau mereka,  Ody langsung mual Ma. "

Mama Mori tersenyum.  "Kamu ngidam,  nak. "

Melody berkedip polos.

"Ayo masuk. "

---
Toru Taka memarkirkan mobil di halaman rumah Mama Mori,  ibu Taka.

Mereka langsung ke pintu.

Cklek cklek

Pintu gak bisa di buka.

Tok tok tok

"Ma.... Mama....  Ini Taka,  anak kesayangan Mama Mori. "

Toru menjitak kepala Taka.  Disaat genting seperti ini masih aja narsis.

"Ma....  Bukain pintunya. " Taka berteriak-teriak.

Klek...

Pintu terbuka. 

Mama Mori keluar.  Menutup pintu lagi. Takut kalau-kalau Toru Taka masuk.

"Ma... "

"Ody di dalam,  Ma? "

Mama Mori mengangguk.  "Jangan temui Ody dulu. "

"Kok gitu,  Ma? "

"Kami suaminya.  Ody lagi hamil,  Ma.  Kami khawatir. "

"Ody gak bisa deket kalian. "

Toru Taka bingung.

"Ody bosan sama kita? " Taka merenung.

Mama Mori menggeleng.

"Melody ngidam.  Kalau deket-deket kalian,  dia akan mual-mual. "

"Kok gitu? "

"Toru gak ngerti,  Ma. "

"Pokoknya kalian pulang sana.  Jangan masuk rumah.  Nanti bau kalian nyebar. "

Reflek Toru Taka mencium ketek masing-masing.  Lalu menggeleng.

"Gak bau. "

Mama Mori menggelengkan kepala.  Calon bapak ini gak ngerti.  Udah dibilang kalau anak mereka gak mau deket sama bapaknya.

"Sampai kapan Ody ngidam aneh ini,  Ma? "

"Mama gak tahu. "

---

Sebelum kembali ke rumah mereka.  Toru Taka duduk di teras rumah Mama Mori.

Lama mereka merenungi nasib.

"Huh.... " lagi-lagi Taka menghela nafas.

"Aku gak bisa hidup tanpa Melody. " ucap Taka.

Toru mengangguk.

our love (Toru,  Taka,  and me)  OORTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang