*
.....the devil was once an angels
***
"Jiwa iblisku membencinya tapi jiwa malaikatku mencintainya, jadi, apa aku akan jatuh?"
Meringkuk di sofa sembari memeluk tubuhnya sendiri yang sedang gemetar, Baekhyun menatap sengit padaku yang berdiri di hadapannya, wajahnya pucat pasi. "Bagaimana kau bisa jatuh sementara kau makhluk setengah-setengah!" Geramnya.
Aku mengedik bahu, acuh, "Aku hanya memastikan."
Baekhyun mendelik, kemarahan yang kentara. "Bisakah kau memastikannya sendirian tanpa harus membawanya serta? Atau setidaknya bisakah kau menyuruhnya pergi dari sini?" Serunya, melirik ke atas, tepatnya ia menunjuk ke atas rumahnya, pada seorang iblis tingkat tinggi berkekuatan besar yang terus terbang dengan pola-pola acak di atas rumahnya, membuat Baekhyun yang hanya seorang incubus mendapat teror menyakitkan.
Aku menyandar di dinding dan melipat tangan. "Aku memang memperingatkannya bahwa aku akan menempelinya kemanapun dia pergi sama seperti yang pernah dia lakukan padaku, tapi aku tidak menyangka justru dia yang mengikutiku kemanapun aku pergi."
"Kalau begitu suruh dia pergi! Atau dia akan membunuhku secara perlahan." Gemeretak giginya berdenging. Baekhyun marah, sekaligus kesakitan, yang kulihat tak bisa ia tahan lebih lama.
"Percuma saja, dia tidak mendengarku. Tidak, dia bahkan tidak pernah mendengarkanku, dia hanya melakukan apapun sesuka hatinya. Ada apa dengannya?" Tanyaku, kebingungan terus melandaku atas sikap tak biasa iblis itu.
"Dia iblis gila."
"Aku serius."
Baekhyun menghela napas. "Jika dia tidak mau pergi kecuali jika kau pergi, maka cepat tanyakan apa yang ingin kau tanyakan lalu pergilah."
Aku diam, menatap Baekhyun dengan kedua alis terangkat. "Aku sudah menanyakan pertanyaan terakhirku, kau belum menjawabnya."
Baekhyun terpaku. Intimidasi kekuatan iblis— yang sepertinya masih betah terbang di atas rumah Baekhyun— membuat responsif otak Baekhyun berjalan lebih lambat.
"Kenapa dia, Kai, melakukan ini? Dia seorang iblis." Aku mengulang pertanyaanku selagi menegaskan.
Sejenak Baekhyun berpikir. "Dia seorang iblis tingkat tinggi yang besar kemungkinan sudah lebih dari satu abad telah jatuh sebagai seorang malaikat. Tidak mungkin sifat dan perasaan dari kehidupan malaikatnya masih tersisa." Ditengah tubuhnya yang gemetar, dahi Baekhyun berkerut kusut menandakan ia sedang berpikir keras mengumpulkan semua informasi dan berusaha membentuk relevansi.
"Jika kau bilang dia berkata 'perasaan menjijikkan ini membawaku padamu' pada saat dia menolongmu ketika kau dikejar oleh iblis dan malaikat yang bekerja sama untuk menangkapmu waktu itu, aku tidak bisa menyimpulkan hal lain kecuali kemungkinan yang menyebabkan seorang iblis tingkat tinggi seperti Kai bertindak protektif padamu, adalah insting. Entah bagaimana, kemungkinan perasaan cinta malaikat Kai padamu berubah menjadi insting ketika dia berubah menjadi iblis. Iblis Kai tidak mengerti mengapa dia melakukan semua ini, mengikutimu dan melindungimu, tetapi insting menggerakkannya, insting yang dulunya adalah sebuah perasaan kasih sayang yang begitu besar padamu. Tapi itu hanya kemungkinan, aku tidak bisa memastikan kebenarannya karena ini adalah kasus pertama." Jelasnya.
Insting. Iblis tidak merasakan cinta tapi memang memiliki insting tajam. Hanya saja, tidak pernah ada seorang iblis memiliki insting untuk melindungi yang lain tanpa benefaktif timbal balik yang menguntungkan iblis.
"Sekarang.... pergilah..." Suara parau dan gemetar Baekhyun mengalihkan perhatianku. Aku menoleh pada incubus itu, tertegun melihatnya memandangi jari-jarinya yang berlumur darah hitam yang dia sentuh dari hidungnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Fallen Angels [ Kaisoo ]
Romance[ Kaisoo] Cinta sang malaikat, mengacaukan sekaligus menyelamatkan kehidupan abadi sang iblis. Merenggut, tetapi juga memberi. Pada akhirnya menempatkan sang iblis sebagai makhluk abadi yang diburu neraka dan surga. Kisah iblis Dyo dan malaikat Kai...
![The Fallen Angels [ Kaisoo ]](https://img.wattpad.com/cover/157509816-64-k332098.jpg)