Kayla pangling. Kayla heran. Mengapa ia bisa cepat mau di ajak untuk pulang bareng bersama Sebastian?
Huhh.... setelah ini ia berjanji kepada diri nya sendiri untuk tidak akan pernah lagi pulang bersama lelaki yang kini sekarang tengah menjadi musuh nya!
Gadis itu merutuki diri nya.
Bodoh banget sih Kay main ikut-ikut aja pulang sama nih cowo gila. Bisa-bisa nya pulak gue percaya cerita gila anak ini.
Sepanjang perjalanan, itulah yang di pikiran kan Kayla, tentang kebodohannya sendiri.
Sepanjang perjalanan pula, jarak Kayla dan Sebastian sedikit jauh, bahkan Kayla duduk di bangku motor yang paling ujung, karena takut akan bersentuhan pada musuh bubuyutan nya itu.
Namun, entah kenapa tiba-tiba motor yang sedang di naiki nya ini berhenti.
"Kok berhenti sih?!?" Tanya Kayla sangar sambil menepuk pundak Sebastian sedikit keras.
"Ga usah pake mukul segala dong neng!" Celetuk nya.
"Suka-suka gue dong! Tangan-tangan gue, kok lo yang sewot, suka-suka dia dong mau mukul siapa. Lagian lo kok berhenti sih?!" Ucapnya dengan satu helaan nafas.
Gila nih cewe gue ngomong satu kalimat, ehh dia udah satu paragraph ajaa, malah cepet banget lagi! Sebastian membatin.
"Gimanaa gue ga berhenti, gue aja ga tau mau mulangin lo kemana!"
"Mulangin....mulangin.... Lo kira gue barang apa?!!"
Sebastian terkekeh pelan.
"Dimanee rumah lu??!"
***
Sesampainya di rumah Kayla, gadis itu langsung turun dari motor sports milik Sebastian dengan gaya ogah-ogahan.
Dan setelah itu, gadis itu langsung berbalik badan, bermaksud untuk kembali masuk ke dalam rumah nya.
Namun, baru saja hendak melangkah kan kaki nya, Sebastian mencegat nya sesaat.
"Heh, cewe hulk!" Panggil nya.
Kayla berbalik sambil memandang Sebastian dengan tatapan sinis nya.
"Apa lagi sih!!?!" Tanya nya sangar.
"Idih, nih anak ga tau berterima kasih banget ya, udah di anterin juga!" Cibir Sebastian geram melihat gadis itu.
"Lah? Kan yang nawarin pulang bareng sama lo kan, elo. Bukan gue yang mau!" Balas nya nyolot.
Menyesal. Yah, Sebastian tengah di landa rasa menyesal karena mau mengantarkan gadis ini pulang.
"Dasar cewe jadi-jadian"
Setelah mengatakan itu, Sebastian pun langsung menancapkan gas nya, meninggalkan rumah Kayla tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Kayla tersenyum sumrigah.
Akhirnya ia bisa membuat lelaki itu marah.
Kayla pun menginjakkan kaki nya ke dalam rumah nya sekarang. Masih sama seperti dulu-dulu. Sepi. Sunyi.
Sebenarnya Kayla dulu lebih memilih untuk tinggal bersama abang nya, di Apartment.
Tapi, karena abang nya itu sering pulang-pulang malam, ia jadi tidak punya teman juga.
"Kek orang gila gue di rumah sendiri, ihh" ucap nya frustasi.
"Ngapain ya gue enak nya?"
"Ke toko buju aja deh, mau menjemput babang Galaksi duluu"
***
"Duuhh, pinginn Artha....Ahhhkk, pingin semuanyaaa kannn" lirih nya dengan tatapan sendu.
Beginilah gadis itu. Jika dari rumah ia berniat untuk membeli hanya satu novel, maka ketika sudah sampai di tempatnya, keputusan itu akan berubah dengan sendirinya.
"Nyesell dehh gue ke sini! Kann jadii pinginn semuanyaa, huaaaaa!!!"
"Maaf mbak, ini toko buku bukan tempat karaoke. Harap tenang!"
Mampuss!!!
Sungguh! Kayla benar-benar malu saat ini juga. Rasanya ia ingin melenyapkan dirinya di sungai Nil sekarang juga!
"Hehe, m-maaf kak, maaf" cengir nya.
Dan setelah nya, orang tersebut pun pergi, kembali bekerja.
Kayla menghela nafas lega.
Gilaa maluu banget!! Mending gue balik aja dah!
Dan saat itu juga Kayla langsung keluar dari toko buku tersebut tanpa membeli Novel satu biji pun.
Huhh, sungguh memalukan!
.
Kini gadis itu duduk termenung di bangku yang terdapat di Taman tersebut, menatap orang yang berlalu-lalang, dan juga yang sedang bermain di Taman itu.
Sesaat kemudian, matanya tertuju pada satu anak perempuan yang sedang asyik bermain dengan ayah dan ibunya, mungkin?
Dengan sendirinya, senyuman itu terbentuk manis di bibir nya.
Ia merasa iri. Merasa iri pada anak kecil tersebut.
Andai saja orang tua Kayla seperti orang tua anak perempuan tersebut, mungkin Kayla tidak kesepian seperti ini, tidak kurang kasih sayang dari orang tua. Tapi itu hanyalah khayalan Kayla yang memikir terlalu tinggi.
Nyatanya, orang tua nya akan selalu sibuk dengan pekerjaan nya, dan akan selalu seperti itu.
Kalo mama sama papa adaa di sini, mungkin Kayla gak se-kesepian ini, batin nya melirih.
Takut ia akan menangis, Kayla pun memilih untuk kembali saja kerumah nya.
Tetapi sebelum gadis itu pulang, tidak lupa ia untuk membeli ice krim kesukaan nya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama hanya untuk membeli itu, Kayla pun berjalan bersenandung sambil memakan ice krim nya itu.
Setidaknya ice krim ini bisa menghilang kan sedikit rasa sedih nya saat ini.
***
Satu bulan satu hari. Hehe✌✌
Dikitt lagii ya?? WkwkSorry :*

KAMU SEDANG MEMBACA
BadBoy vs SangarGirl -Kayla
Teen FictionMikayla Angelique Bernice. Gadis yang dijuluki sebagai 'SangarGirl' di SMA Nusa Bangsa. Gadis tersebut juga sangat tenar dengan kesangarannya di kalangan sekolah, bahkan guru-guru yang mengajar di sanapun sudah tahu betul dan mengecapnya dengan pang...