10. Fitnah

1.9K 97 3
                                    

Karena rasa penasaran Sebastian yang besar itu, akhirnya ia pun memilih untuk mengikuti kemana arah mobil itu berjalan.

Sama siapa tuh cewe gila?

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang terus di tanyakan Sebastian pada diri nya sendiri.

Masih mengikuti Mobil itu berjalan. Dan pada akhirnya mobil hitam itu pun berhenti tepat di parkiran........... Apartemen?

Ketika Sebastian melihat bahwa pintu Mobil tersebut akan terbuka, lelaki itu memilih untuk memantau nya dari jauh saja.

Dilihat nya lah Kayla yang baru saja keluar dari Mobil tersebut dan bergandengan tangan bersama laki-laki?

Dengan sigap, Sebastian pun mengeluarkan handphone yang ada di dalam saku nya, dan membuka aplikasi camera nya, lalu memotret Kayla bersama lelaki yang sedikit tua, mungkin.

Berhasil mem-foto kedua nya, Sebastian pun tersenyum penuh kemenangan.

Abiss lo, Kay.

Tapi, entah kenapa Sebastian masih saja penasaran dengan lelaki itu.

Dan akhirnya kedua nya pun masuk ke dalam lift untuk masuk ke Apartemen nya, mungkin?

"Gilaa tuh cewe, berani banget main sama om-om genit, masih sekolah juga" Sebastian tak habis fikir.

***

"SUMPAH KAY, LO HARUS LIAT GRUP SEKOLAH SEKARANG JUGAK!" Jerit Glory lebay.

"Apaan sih, lebay banget sih!" Cibir Kayla.

"APANYA YANG LEBAY, UDAH BUKA SEKARANG, CEPAT!"

"Suara lo monyong, gede banget, pekak nih hidung!"

"Kuping kali bege"

"Bodo!"

"Iyaa, Kay. Lo harus cek sekarang juga" tambah Stephanie lagi, dengan wajah terkejut nya.

"Ada apa sih?" Kayla pun mengeluarkan handphone nya dari dalam tas nya.

Dengan gontai, ia pun membuka aplikasi Line nya.

Mata Kayla melebar, bahkan hampir lepas. Mulut nya terbuka lebar. Sungguh ia sangat terkejut.

Ia melihat diri nya yang sedang di gandeng oleh lelaki, yang Kayla yakin itu adalah kakak kandung nya sendiri-- yang sedang berjalan bersama nya kemaren waktu mau memasuki apartemen nya.

Di baca nya caption nya dalam hati.

Murid SMA Nusa Bangsa, yang bernama Kayla, mempunyai suatu hubungan bersama om-om!!

Kayla mengepalkan tangan nya keras-keras. Muka nya sudah merah padam.

"B-benar tuh rumor-rumor, Kay?" Tanya Stephanie dengan lembut karena takut membangunkan singa yang sedang tertidur itu.

"Lo kira gue segatel itu apa?" Emosi Kayla sedikit terpancing.

"Y-ya gak g-gitu juga kali, Kay. Kan gue cuma nanya" Stephanie sedikit takut-takut.

Kayla menghela nafas nya panjang.

"Ckk, ituu kakak kandung gue gilaaaa" Kayla berdecak.

"HA?" Glory dan Stephanie ternganga tak percaya.

"J-jadi itu k-kakak kandung lo?" Tanya Glory masih tidak percaya.

" Ya iya lah bege. Lo kira gue murahan apa!"

"Wahhh wahhh wahhh, berarti si monyong Tian udah salah ngasih berita dong?"

"Makanyaaa ituuu" balas Glory.

Tanpa memikirkan keduanya, Kayla pun langsung beranjak pergi dari sana, menuju kelas Sebastian, mungkin.

Di sepanjang koridor, banyak pasang mata yang melihat nya dengan tatapan, jijik??

Tapi Kayla mem-bodoamatin semua tatapan itu.

Sesampainya gadis itu di kelas Sebastian ia langsung mencari keberadaan lelaki itu.

"OI, MANA BASTIAN GILA???!?!" jerit Kayla yang menggema di kelas Sebastian itu.

"Sans dong, ini kelas kali, bukan pasar!" Celetuk salah satu teman Sebastian--yang Kayla tidak mengenalinya.

"BODO AMAT! MANA SEBASTIAN!!?!?" Tanya nya lagi.

"Rooftop noh" jawab Fadil, salah satu teman dekat nya Sebastian.

Setelah mendengar itu, dengan cepat Kayla melangkah kan kaki nya ke sana.

.

Gubrakk.....

"SEBASTIAN TAI!!" panggil Kayla dengan emosi yang menggebu-gebu.

Merasa nama nya di panggil, Sebastian pun menoleh dengan santai nya.

Melihat siapa yang datang, Sebastian tersenyum meremehkan.

Pasti masalah itu!

"APA MAKSUD LO TAI?" Tanya Kayla yang jalan mendekat ke arah Sebastian duduk.

Lelaki itu bangkit berdiri.

"Maksud apaan dulu nih?" Tanya nya dengan santai nya.

"Gak usah pura-pura bego deh lo!"

Sebastian terkekeh mengejek.

"Oh, foto itu?"

Kayla tidak menjawab.

"Kenapa sama foto itu? Emang bener kan?"

Kayla menatap nya dengan tatapan tak percaya nya. Bagaimana bisa Sebastian asal buat cerita tanpa mengetahui cerita yang sebenarnya.

"Kenapa? Mau marah? Marah aja, gue bener kok!" Ucap lelaki itu menantang.

"Lo udah buat nama baik gue rusak, Tai!" Cibir gadis itu dengan sangat emosi.

"Gue?"

"Justru elo yang buat nama baik lo sendiri rusak, dengan cara bermain-main sama om-om genit!" Ucap Sebastian sambil menekankan kata-kata 'om-om genit'.

Kayla menganga tidak percaya.

"Lo memang gak punya otak, tau gak!"

"Nyadar dong, anak SMA main sama om-om genit, malu-maluin nama sekolah lo!"

Cukup sudah. Hati Kayla sudah sangat sakit di fitnah seperti ini. Matanya juga sudah memanas.

"Seharusnya lo nanya dulu sama gue dia itu siapa, Bas!" Ucap Kayla dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca.

"Untuk apa gue nanya lagi kalau kejadian itu udah jelas-jelas gue lihat pake mata, kepala gue sendiri? Lo main sama om-om Kay, malu ngapa sih, udah ketauan juga, masih aja ngelak!"

Sungguh. Seumur hidup Kayla, ia tidak pernah di fitnah seperti ini, tidak sekali pun. Baru kali ini saja. Bahkan keluarga nya pun tidak pernah seperti itu padanya.

"Lo gak tau yang sebenarnya, Bas!" Gumam Kayla dengan nada yang bergetar.

Sebastian tersenyum meremehkan.

"Gue perlu mau tau apa lagi? Jelas-jelas lo udah main sama om-om itu, bahkan datang ke Apartemen nya lagi!" Ucap Sebastian yang masih saja memojokkan gadis itu.

Kini air mata Kayla sudah berlinang.

"Dia abang gue, Bas!"

***

Hello, I'm back again!😂👋
Sorry up nya lama pake banget! Biasa orang sibuk, hehe😂

Semoga suka ya sama part ini.
Jangan lupa next part ada di ratusabrinaa 😉

Okee, see you on the next Chap!






BadBoy vs SangarGirl -KaylaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang