Di ranah sendiri aku tidur
Telungkup dalam sayu
Aku yang meradang
Terlepas dari komunitas
Dari titik yakin
Dua malam waktu ketika aku menemukan titik terang
Sebuah lampu di kejauhan
Kudekati dalam sunyi
Hanya sebuah led lama
Semu, kebohongan, rusak
Haruskah aku tetap berjalan
Kata mereka dalam pasir
Masih ada harapan
Padahal dirinya sendiri sudah terbenam jauh
Dalam tanpa bisa keluar
Kehilangan waktunya
Sudah tujuh tiga
Masih saja hanya menggerung lemah
Mesin yang tak mau diganti onderdilnya
Dibuang begitu saja bagian terbaiknya
Aku, kamu, kita. Satu untuk 73
