2#Fake Smile

20 2 0
                                    

    Hari ini, Felycia merasa begitu malas pergi keKampus, sehingga ia memutuskan untuk membolos saja dan mengarahkan kayuhan Sepedanya menuju Taman Memoria.

    Sesampainya diTaman, Felycia tidak langsung duduk di bangku Taman yang telah tersedia, Felycia terus mengayuhkan Sepedanya untuk mengelilingi taman yang di penuhi dengan Bunga-Bunga indah yang sedang bermekaran didalamnya.

    Setelah cukup lama mengelilingi Taman itu, Felycia terpaksa menghentikan laju Sepedanya karena ulah seorang Lelaki yang telah menghentikannya saat ini.

"Dugaan gue tepat, bener aja lu ada disini."ucap Lelaki itu dengan senyum yang merekah.

"Minggir."pinta Felycia terdengar ketus.

"Gak, gue mau bicara sebentar sama lu boleh?"tanya lelaki itu yang masih menghalangi jalan Felycia.

"Apa?"tanya Felycia dengan sangat terpaksa.

"Yaudah, duduk dulu disitu. Masa lu tega ngebiarin gue berdiri terus?"pinta lelaki itu sambil menunjuk salah satu bangku taman yang ada.

"Ok."setuju Felycia.

    Setelah duduk di bangku Taman berbentuk persegi panjang berwarna cokelat dengan pegangan besinya yang berwarna hitam legam, mereka hanya terdiam, suasananya berubah menjadi sangat canggung.

    Hingga akhirnya Lelaki itu duluan yang memulai percakapan, guna mengusir segala kecanggungan yang ada. "Ahh..senang nya bisa duduk santai diTaman ini sama lu lagi, setelah sekian lama."ucap Lelaki itu dengan pandangan yang tetap lurus ke depan.

    Felycia hanya melirik Lelaki itu sekilas. "Cepet, apa yang pengen lu bilang ke gue?"tanya Felycia tidak sabaran, karena memang tidak mau
b

erlama-lama berada di dekat Raka.


"Sabar Fely ku."jawab lelaki itu pelan.

"Gue mau pulang Ka. Kalo lu gak mau ngomong apapun mending enggak usah."

"Ya ampun, lu galak banget ya macem macan."ledek Raka.

"Hem ok-ok, gue cuma pengen tau kenapa lu gak dateng keKampus hari ini?"tanya Raka sambil memiringkan tubuhnya menghadap Felycia.

"Males."jawab Felycia begitu singkat.

"Waahh mau belajar bandel ya kamuuuu."goda Raka sambil menatap Felycia jahil.

"Lu sendiri kenapa enggak keKampus?"Felycia balik bertanya pada Raka agar Raka tidak melanjutkan sifat jahil nya itu.

    Mendengar pertanyaan Felycia membuat Raka merasa senang dan tersenyum kembali, akhirnya Felycia bertanya padanya bukan hanya menjawab seadanya seperti biasa.

"Cieh, keppo yaa? Perhatian banget sih jadi mayuuu."ucap Raka dengan suara yang dibuat seimut mungkin, tapi malah membuat Felycia kesal mendengar nya.

"......"

"Gue males juga lah keKampus kalo gak ada elu."lanjut Raka karena tak mendapat respon sama sekali dari Felycia.

Believe It. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang