Hanan, Lelaki bertubuh tinggi dengan wajah tampan yang begitu mempesona, serta otak cerdasnya yang membuat siapapun iri dan ingin menjadi seperti dirinya, berniat pergi kePerpustakaan untuk merilekskan fikiran nya. Dikampus ini, memang Perpustakaan lah yang menjadi tempat terfavorite bagi Hanan, tidak seperti Mahasiswa lain yang lebih memilih pergi keKantin Kampus, ataupun mencari tempat yang aman untuk merokok. Hanan berbeda, ia tidak suka menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna dan hanya berdampak buruk bagi hidup nya.
Namun ditengah perjalanan nya menuju Perpustakaan, ia dibuat penasaran dengan keramaian yang entah terjadi karena apa, tapi mampu membuat banyak orang berkumpul membuat lingkaran disana. Ada sedikit rasa penasaran dibenak Hanan mengenai apa yang sedang terjadi disana?
Samar-samar, Hanan dapat mendengar suara gemetar seorang gadis yang sedang marah disana. Dan setelah suara gadis itu meredam, ia melihat gadis yang kemarin bertemu dengan nya diparkiran sedang berjalan tergesa kearah nya sambil menangis dan memegangi kepalanya sendiri. Gadis itu terlihat lebih pucat dari yang kemarin ia lihat. Hanan sebenarnya ingin sekali menyapa, namun keadaan gadis itu sepertinya sedang dalam keadaan yang tidak baik.
Dan Baru saja gadis yang belum Hanan ketahui nama nya itu ingin melintas disamping nya, gadis itu sudah terjatuh lemas dihadapan nya. Sontak saja hal itu membuat Hanan refleks berlari mendekat dan menahan tubuh gadis itu sebelum terjatuh diatas lantai keramik yang keras dan dingin.
Hanan membulatkan mata nya kaget melihat gadis itu pingsan secara
tiba-tiba dihadapan nya seperti ini, untung saja Hanan bergerak cepat dan berhasil menggapai nya, kalau tidak? mungkin gadis ini bisa terjatuh diatas lantai dengan tidak elegan nya.❤💖❤
Setelah beradu mulut dengan Raka, tiba-tiba kepala Felycia terasa sangat pening, tubuh nya pun mendadak lemas dan penglihatannya berubah menjadi buyar, namun ia tetap melangkahkan kakinya dengan paksa untuk menjauhkan dirinya dari tatapan yang tidak mengenakkan dari Mahasiswa lain nya,
Hingga akhirnya..
Bruuuuuukk....
Ia terjatuh pingsan.
Felycia terjatuh dipelukan Hanan,
"Hei, bangun.."Ucap Hanan sambil menepuk-nepuk pipi Felycia pelan.Dengan wajah yang masih kacau Raka segera menghampiri Hanan dan Felycia dengan sangat tergesa-gesa. Raka mendorong tubuh Hanan kasar dan langsung menggendong Felycia. Tentunya hal itu membuat Hanan tidak terima dengan perlakuan Raka.
"Bisa santai gak sih?"tanya Hanan sedikit kesal."Sorry, gue gak bisa santai kalo menyangkut Felycia."jawab Raka cepat.
'Oh,jadi nama nya Felycia?'batin Hanan.
"Tapi seenggaknya jangan dorong juga, justru gue pengen nolong dia kok."jelas Hanan agar Lelaki dihadapan nya ini bisa lebih tenang, karena dilihat dari raut wajah nya, Lelaki ini sangat amat ketakutan dan risau.
"Ya udah. Kalau gitu, anter gue ke Rumah Sakit sekarang. Cepet!"pinta Raka seenaknya karena dia memang sudah sangat khawatir dengan keadaan Felycia.
"Hah?"tanya Hanan sambil menaikkan alis kanan nya tanda belum mencerna ucapan Raka barusan.
"Tadi lu sendiri yang bilang mau nolongin dia, yaudah cepet. Gue lagi gak bawa Mobil."jelas Raka pada Hanan.
Iya, hari ini Raka tidak membawa Mobilnya. Ia lebih memilih mengendarai Motor agar lebih cepat sampai diKampus dan mendapat penjelasan dari Felycia atas tragedi pemblockiran Line itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Believe It.
Teen Fiction. . CINTA. Apakah boleh aku mempercayai nya? Bahkan, untuk sekedar menyentuh nya saja aku tidak punya keberanian. Karena ku tau, betapa sakit nya ketika yang nama nya Cinta telah menghancurkan segala nya. . .