(BUKAN NOVEL TERJEMAHAN)
(Pindah ke Hinovel, silakan cari judul dan nama author yang sama, cerita akan tamat di sana, dan season 2 akan dilanjut di sini)
Aku terdampar ke dunia lain, apa yang akan terjadi?
Agustus 2018
PINDAH KE HINOVEL, DENGAN JUDUL DAN NAMA PENULIS YANG SAMA.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mama, papa, kakak aku berangkat sekolah," ucapku, sambil berpakaian sekolah, rambutku yang tergerai panjang dan berwarna hitam tidak aku ikat.
Affry Akulah orangnya, wanita yang berpenampilan biasa saja, tidak cantik dan memiliki sifat yang penyendiri. Tidak pernah berbicara dengan teman satu kelasnya, hanya duduk di bangku sekolah, mendengarkan pelajaran dari guru, lalu pulang ke rumah.
***** Tringgg. Bunyi bel sekolah Aku kemudian pulang ke rumah sendirian tanpa ditemani oleh siapa pun.
Ya, bukannya karena aku sombong, tapi aku hanya takut saja mereka akan menertawakanku karena aku berpenampilan jelek.
Aku kemudian menunggu di halte bis untuk menaiki bis yang arahnya sama dengan arah rumahku.
Tuuttt Bis itu sudah datang aku segera menaiki bis itu. Tapi siapa yang menyangka? Begitu banyak orang yang menaiki bis ini, aku terdorong hingga akhirnya tidak bisa naik, saat semua orang sudah naik, aku kemudian naik ke bis tersebut, aku mencari cari bangku kosong.
Tapi sudah tidak ada lagi, mau tidak mau aku harus berdiri karena bis yang aku naiki sudah mulai berjalan.
Bis yang aku naiki semula berjalan dengan santai namun semakin lama bis ini berjalan dengan sangat cepat sampai semua penumpang bis ini pun berteriak.
"Bisakah bis ini berjalan dengan santai?" ucap salah satu penumpang, ya penumpang itu adalah seorang nenek-nenek, itu sebabnya dia berani ngomong dengan sopir ganas ini.
"Tidak bisa! sepertinya rem bis ini blong." Sopir itu kemudian panik mengendarai bis tersebut, semua penumpang berteriak, menangis, mencaci-maki sopir bis, dan ada juga yang pasrah lalu berdoa kepada Tuhannya masing-masing untuk diselamatkan.
Aku yang merasa jika ini takdirku untuk mati, aku akan menerimanya karena pasti sudah ada yang mengatur.
Teriakan para penumpang makin keras dan sopir bis pun kehilangan konsentrasi, dia sudah tidak bisa lagi mengatur jalan bis ini, sopir tersebut pun pasrah dan mengatakan kepada semua penumpang.
"Serah kan saja semuanya, jika ini keberuntungan kita maka kita akan selamat." Sopir bis itu pun kemudian membiarkan bis ini tanpa ada yang mengendarai.
Dan apa yang terjadi? Bis ini memasuki jurang Dan teriakan para penumpang semakin menjadi, tangisan para penumpang yang sangat ngilu, dan seorang ibu-ibu yang melindungi perutnya karna dia sedang mengandung 9 bulan berteriak dan berkata, "Selamatkan bayiku."
Aku yang mendengar hanya pasrah saja, aku tidak bisa menyelamatkan ibu itu, bahkan diriku sendirian pun sedang dalam bahaya.
Bis ini melaju sangat cepat karena menuruni jurang yang sangat terjal bahkan ujungnya pun tidak terlihat, semua penumpang berjatuhan, berbenturan, dan bahkan juga ada yang melompati kaca jendela karna tidak ingin mati.