Jikalau malam ini hujan dan aku ingin merasakan dingin nya bersama mu apakah kamu mau?
Haha.. Imajinasi deh kamu. Gausa aneh-aneh aku gamau liat kamu sakit
Yaa kata-kata itu sukses membuat ku yg diam melihat langit yg merah kemudian berbalik menatapnya dengan senyuman sendu. Aku suka saat ini, aku berharap pada sang maha waktu untuk menghentikan detik jam saat ini aku masih ingin bersamanya yang sudah lama terlampau jauh aku dan dia berjauhan.
Dianggap seorang kekasih pun bukan tetapi dianggap bukan seorang kekasih pun seperti seorang sepasang kekasih. Malam itu ingin rasanya aku memeluk nya sambil berkata "jangan pergi aku masih merindukanmu" namunnyatanya tidak akan pernah mungkin.
Malam itu juga tak lama 5mnt kemudian hujan turun aku dan dia yang sedang sama-sama diam memandangi langitpun. Akhirnya, kita memutuskan untuk pergi pulang kerumah karena hujan bertambah deras. Sama halnya di taman tadi didalam mobil pun kita sama-sama diam atau dia sedang bergelut bersama hati dan pikiranya. Atau hanya aku yg sedang bergelut dengan hati dan pikiranku sendiri sementara dia tidak.
Sesampainya dirumah aku berbalik badan sebelum keluar dari mobilnya "makasih ya buat malam ini" kataku "iya sama-sama, kamu tetep ga berubah ya masih suka sama hawa-hawa hujan bahkan kamu masih suka hujan. Jangan lupa ganti baju, bajumu basah karena tadi kamu ngga mau lari malah jalan.. Oh ya besok mau ngga nemenine aku ke mall?" katanya panjang lebar dan aku hanya mengangguk sebelum aku terbawa perasaan terlalu dalam lebih baik aku keluar dari mobilnya dan masuk kerumah.
*esok
Aku menepati janjiku pergi bersamannya menemaninnya ke mall sebelumnya dia sudah bercerita jika dia menyukai temankuyang bernama andita. Andita cantik mempunyai badan proposional akademiknya bagus. Dan dia ingin membelikan andita sebuah novel yang Andita suka. Awalnya aku terkejut sebab sejauh ini sudah hampir 2taun aku berjalan dengannya diapun tidak pernah bercerita pasal seorang perempuan yang dia sukai. Aku terkejut apalagi bukan hanya Andita temanku, Andita adalah seorang sahabat rumahku yang memang banyak yg memujinnya.
Ingin rasannya aku memintanya mengantarku pulang lagi. Ntah apa yang aku rasakan saat ini aku bingung, apakah ini yg dinamakan cemburu atau ah sudalah yg jelas saat ini aku sedang tidak ingin dengannya. Ntahlah sejak dia mengatakan dia menyukai Andita rasanya hatiku hancur tak bersisa, bagaikan jiwaku mati dalam sekejap, sesak menjulur kesegalah tubuh, kaku rasanyaa bagian tubuh ini. Tapi aku segera menguatkan hati lagi berharap segera selesai hari ini dan berharap cepat-cepat pulang dan ingin rasanya aku tumpahkan rasa ini pada buku ku dan ketikan harianku.
WEHEE ..... uda nambah 1 part nih...
Author masih nunggu like sama comment kalian nih.. Saran kritik kalian itu berharga untuk keberlangsungan hidup karyaa anak indonesia🎉

KAMU SEDANG MEMBACA
Secercah Rintikan
Diversoshanya perlu waktu hanya perlu perjuangan hanya perlu perjalanan hanya perlu usaha selanjutnya biarkan sang alam menjawab..