Hening

2 0 0
                                        

Entah hanya aku yang merasakan hening dikala senang. Dikala keramaian melingkup memelukku seperti sekarang. Meliuk liuk bak ikan lele kelaparan yang mencari mangsa. Aku seperti wanita yang dikekang oleh malam, diterangi bebatuan hitam yang kelam. Terdiam sendiri menunggu keajaiban kamu kembali, datang menjemputku walau aku tau kamu akan datang bersama yang lain. Betapa bodohnya aku yang hanya mampu duduk termangu menatap manusia yang bercinta berlalu lalang. Lingkup udara yang terbatas dan ruangan yang sesak membuatku tidak mampu bergerak. Bukan tubuhku, tapi batinku yang terjebak dalam lingkup fatamorgana yang menampilkan cerita lama.

Sunyi aku disini menari dengan irama nostalgia. Bernostalgia sendiri ternyata semenyedihkan ini. Namun waktu mengutukku untuk selalu melakukan ini. Selalu melakukan hal hal yang membuatku bahagia dengan diriku sendiri. Mencakar cakar sekujur tubuhku, salah satunya. Luka yang ku gores secara nyata di tubuh kecilku ini tidak seberapa dengan jutaan sembilu yang membeku.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 08, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

a few sentencesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang