sudah dua puluh menit audrey menunggu louis di depan rumahnya namun batang hidung louis belum juga terlihat. tadinya audrey berniat meng-sms louis untuk menanyakan keberadaannya. tapi ternyata, rasa gengsi audrey lebih besar daripada rasa penasarannya.
audrey akhirnya melihat ke arah jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
jam 03.30
ternyata sudah tiga puluh menit audrey menunggu. akhirnya audrey mengambil ponselnya kemudian membuka aplikasi pesan.
tidak ada pesan.
rasa gengsi masih terus menghantui audrey. ia tidak mau kalau ia yang meng-sms duluan hanya untuk menanyakan keberadaan louis. karena lelah menunggu, akhirnya audrey pun berdiri dari bangku terasnya dan memilih masuk.
"audrey!" teriak seseorang saat audrey membalikkan badannya berniat masuk ke dalam rumah.
senyum audrey langsung mengembang saat ia sadar kalau ia mengenali suara orang yang tadi memanggilnya. audrey menoleh dan menemukan louis yang berjarak agak jauh dari rumahnya sedang mengayuh sepedanya dengan cengiran lebar.
"astaga.." gumam audrey setelah melihat louis yang membawa sepeda. ia juga tertawa saat menyadari kalau louis ternyata mengendarai sepeda perempuan yang memiliki keranjang sepeda yang berada di depannya.
audrey pun berlari menuju pagar rumahnya dan menemui louis yang sudah turun dari sepedanya.
"maaf lama. aku tadi menyiapkan ini dulu." kata louis sambil mengangkat keranjang coklat kecil yang berada di tangannya.
"apa itu?" tanya audrey sambil berusaha membuka keranjang tadi. namun sayangnya aksinya gagal karena louis langsung menutup dan menghindari keranjang itu dari jangkauan audrey.
"bagaimana kalau kamu naik dan kita cari tau tentang isi keranjang ini?"
audrey pun mengikuti perkataan louis dan duduk di jok belakang sepeda louis.
louis tersenyum dan meletakkan keranjang bawaannya ke keranjang sepeda miliknya.
perlahan louis mulai mengayuh sepedanya. ia sesekali bersenandung dan direspon oleh tawa dari audrey. rambut audrey berterbangan karena angin sore hari ini cukup kencang.
dalam perjalanan, banyak orang yang memperhatikan louis dan audrey. beberapa orang juga tertawa saat melihat louis yang mengendarai sepeda perempuan.
"louis, mereka menertawakanmu." kata audrey yang juga ikut tertawa.
"ya aku tau." balas louis yang sekarang malah ikut tertawa.
**
sepuluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di tempat yang louis tuju. audrey turun dari sepeda louis diikuti louis yang langsung memarkirkan sepedanya asal.
louis meraih keranjang coklat miliknya dan menarik tangan audrey untuk mengajaknya pergi.
"ayo."
audrey pun menurut. ia membiarkan tangan kecilnya di genggam louis. sebenarnya audrey merasakan kupu-kupu berterbangan di dalam perutnya. namun ia berusaha untuk mengabaikannya dulu dan lebih fokus dengan apa yang akan louis tunjukkan nanti.
"louis!!" seru louis dan louis langsung menoleh dengan senyuman manis di bibirnya.
"kamu bawa aku kesini?"
"iya. gimana? kamu suka?" tanya louis dan audrey langsung mengangguk.
"astaga louis ini tempat paling indah yang pernah kudatangi!" seru audrey senang dan ia langsung berlari menuju padang bunga yang luas.
YOU ARE READING
Augustus Tomlinson
FanfictionTentang Louis Tomlinson yang sangat ingin dipanggil Augustus Tomlinson oleh Audrey. current cover by @mershipsta- Copyright © 2014 by Rania Ramadhanty
