Part 5 | 2 Tahun Berlalu

11 3 1
                                        

Dua tahun telah berlalu, tetapi Miu masih belum bisa menerima kenyataan itu. Kenyataan dari sang adik, yang mengatakan bahwa Rifai dan Syakila akan bertunangan tepat sehari setelah ujian tengah semester 2.

Dua tahun telah berlalu, dan sekarang ia sudah menemukan dirinya yang baru. Ia akan kembali dengan dirinya yang baru, bahkan sekarang dia sedang bersiap-siap untuk pergi ke bandara dan kembali ke negara kelahirannya, Indonesia.

'Sampai disana aku harus kuat. Aku tak boleh terlihat lemah dihadapan Rifai dan Syakila. Bahkan aku sekarang sudah memiliki diri yang baru meskipun kenangan pahit itu yang membuatku menjadi memiliki diri lain,' batin Miu, dengan menatap dirinya di depan cermin yang ada di kamarnya.

Plakk...

Ia memukul kedua pipinya secara bersamaan dan berkata, "baiklah aku siap."

Setelah itu, ia pun berjalan meninggalkan apartement-nya dengan menarik sebuah koper yang besar. Ya, meskipun dia tinggal di Los Vegas selama 2 tahun, dia tidak terlalu banyak membawa pakaian untuk kembali ke negara nya, karena ia sangat yakin suatu saat dia akan kembali kemari dengan kesedihan yang lain.

Dia pun tiba di bandara dengan seorang asisten pribadinya, yang telah menyelamatkannya dan sebagai balasan atas budi baiknya Miu memberikan pekerjaan kepadanya. Namanya Kai Fransisco, seorang lelaki berkebangsaan Inggris yang sedang mencari pekerjaan di Los Vegas. Dan saat ia sedang mencari pekerjaan, ia tak sengaja melihat seorang gadis yang sedang disiksa oleh sekelompok preman dan remaja di malam hari, dengan segera ia menelfon polisi dan menyelamatkan gadis itu.

Setelah ia menyelamatkan gadis itu, ia pun mengenalkan dirinya dan alasan ia pergi ke Los Vegas. Setelah mendengar kisahnya, gadis itu langsung meminta Kai untuk menjadi asisten pribadinya, dan hal itu langsung disetujui oleh Kai. Gadis itu adalah Miu, bahkan sampai sekarang Kai masih selalu berterimakasih kepada Miu.

Posisi mereka sekarang sudah berada di dalam pesawat pribadi keluarga Rosevelt. Perjalanan menuju Indonesia sangatlah panjang, oleh karena itu mereka berdua memilih untuk tertidur didalam pesawat.

Beberapa jam kemudian, mereka pun sudah tiba di bandara Soekarno-Hatta. Kemudian, mereka berjalan layaknya seorang boss dan bawahan menuju tempat parkir. Jika kalian berfikir mereka akan menaiki mobil milik Miu, itu sangat salah besar. Karena sekarang mereka sedang berada didalam taksi yang memang sudah Miu pesan dan ia perintahkan untuk menunggu di tempat parkir.

Perjalanan dari bandara menuju mansion utama keluarga Rosevelt menghabiskan waktu selama 1 jam, dan itu juga ditambah dengan kemacetan yang selalu terjadi di Jakarta. Selama didalam taksi, Miu hanya mengerjakan laporan keuangan perusahaan di Bogor yang belakangan ini sempat turun drastis.

"Kai, apa jadwalku minggu depan?" tanya Miu kepada Kai yang sedang membaca Email kantor.

"Jadwalmu minggu ini dan minggu depan kosong. Ada apa?" seru Kai.

"Hari Rabu, minggu depan aku ingin berangkat ke Bogor, perusahaan disana sedikit menurun," jelas Miu, dan diberi anggukan oleh Kai.

Setelah percakapan singkat itu, tak ada lagi yang membuka mulut untuk berbicara sampai mereka tiba di depan mansion utama keluarga Rosevelt.

"Terimakasih Pak, ini uangnya kembaliannya ambil saja," ujar Miu ramah kepada sang supir taksi dengan memberikan uang sebesar Rp. 200.000.00.

Supir tersebut mengangguk dan tersenyum, lalu kemudian mereka berdua pun berjalan menuju pintu utama.

Ting Tong... Ting Tong...

Suara bel yang ditekan oleh Miu membuat semua anggota keluarga yang sedang mengobrol itu menatap horor kearah pintu.

Ceklek...

Suara pintu terbuka, membuat Miu tersenyum.
"Mencari siapa?" tanya seorang wanita paruh baya.

'Aduh, si Nenek masa sama cucu sendiri tidak ingat,' gerutu Miu dalam hati.

"Hmm, kami mencari Mia Rosevelt. Apakah ada?" tanya Miu dengan senyuman penuh rahasia.

"Tunggu sebentar,"

Setelah mengucapkan hal itu, wanita paruh baya itu, Kirey, pun segera memanggil cucu nya, Mia.

"Iya, anda mencari saya?" tanya Mia, ketika ia sudah berada dihadapan Miu.

"Ouh, ayolah Mia apa kau tidak mengingatku?" tanya Miu dengan aura yang mendramastir.

"Anda siapa ya? Saya seperti pernah melihat anda!"

"Mia Rosevelt, ini Kakakmu Miu,"

"Miu? Ah, KAK MIU," teriak Mia membuat seluruh keluarga yang berada didalam berlari menuju kearah luar.

"MIU!!" teriak mereka. Mereka semua pun memeluk Miu dengan erat kecuali dua orang, Rifai dan Syakila.

"Baru 2 tahun, mengapa kau sudah kembali?" tanya Keyzo.

"Aku ada urusan di Bogor minggu depan, jadi aku mampir untuk minggu ini," kata Miu dengan sedikit bumbu kebohongan.

"Oh, begitu. Masuklah, Nenek akan buatkan sup keju kesukaanmu. Dan, siapa lelaki yang berada dibelakangmu?" tanya Kirey.

"Dia adalah asisten pribadiku, Kai Fransisco," ujar Miu memperkenalkan Kai.

"Selamat siang, Tuan, Nyonya, Nona, saya Kai Fransisco" sapa Kai.

"Tak usah formal Kai, panggil kami Nenek, Kakek, Kakak, Tante, Om, dan Mama, serta Papa," usul Keyzo.

Kai mengangguk dan tersenyum kepada Keyzo, lalu mereka pun masuk kedalam mansion dan mengobrol diruang makan. "Kai, berapa lama kau menjadi asisten pribadi Miu?" tanya Kenzo.

"Sekitar 2 tahunan Pah," jawab Kai.

"2 tahun? Wow, Miu dimana kau mendapatkan asisten pribadi seperti dia?" tanya Jack, sepupu Miu, yang sedang melihat hasil kerja Kai selama 2 tahun ini.

"Aku tak sengaja bertemu dengannya ketika aku akan disiksa oleh preman Jack," jawab Miu. Yang lain pun mengangguk kecuali Rifai dan Syakila.

Rifai yang menatap Miu dengan tatapan maaf dan rindu, dan Syakila yang mantap Miu dengan tatapan benci, dan iri. Tatapan rindu dan maaf yang dipancarkan oleh Rifai membuat Miu sedikit ragu, sedangkan tatapan benci dan iri yang dipancarkan oleh Syakila itu membuat Miu merasa takut. Dirinya yang lain pun segera mengambil alih tubuhnya dan memulai bermain dengan keluarga Rosevelt. 

Sungguh, didalam hati Miu merasa bahwa dirinya harus memaafkan Rifai yang tak mempercayainya, bukan, yang memberikan sebuah harapan palsu kepadanya. Tetapi, ia terlalu sakit untuk memaafkan, oleh karena itu ia akan memulai sebuah drama.

I COME BACKK!!! Bagaimana? Miu sudah kembali ke Indonesia loh, setelah 2 tahun berada di Los Vegas, dan apakah Miu akan memaafkan Rifai? atau Miu akan melepaskan Rifai bersama Syakila? Ikuti terus ya ^_^

                                                                                              Regina Almaira

PLUCKY [On-going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang