Kala itu hujan turun di ibukota
Dengan aroma khas tanahnya
Diatas gedung putih, bersamanya
Lalu ku biarkan telapak ini basah
Seraya tersenyum; menikmatinya
"Waktu kita sudah habis" katanya
"Belum, sebentar lagi"
Ia tersenyum; menatapku teduh
"Baiklah, sebentar lagi"
