Day 2

18 4 0
                                    

---

Hari ini aku berangkat lebih awal, aku berangkat menggunakan kendaraan umum dan meninggalkan kevin yang masih berpelukan dengan kasurnya. Aku melihat alena sudah berada di dalam kelas.

"Hai alena, kau selalu berangkat pagi?" alena sedikit terkejut ketika aku tiba tiba menyapanya. Kita berdua lalu membaca buku buku pelajaran atau kadang beralih membaca artikel di handphone kita.

"alena kau mau mengantarku untuk daftar kelas tambahan biologi nanti?"

"tentu saja, aku akan mengantarmu" alena lalu tersenyum.

Aku melihat arkie lagi, dia melewati kelasku sendirian, dia benar benar terlihat aneh dan semakin membuatku penasaran denganya. Mataku dan matanya saling bertemu, anehnya matanya sedikit berwarna keemasan. Mungkin dia alergi atau apa, aku tidak terlalu memikirnya dan kembali membaca baca buku.
Jam istirahat telah tiba, aku dan alena pergi ke Mr.Richard untuk mendaftar kelas tambahan biologi, dan untungnya aku bisa memasuki kelas tambahan itu, karena aku adalah murid terakhir yang bisa masuk. Setelah pulang sekolah aku berjalan menuju kelas tambahan biologi sendirian.

Aku memasuki kelas itu dan mendapati arkie sedang duduk sendiri, aku rasa dia tidak begitu suka bergaul, lalu Mr.Richard menyuruhku duduk disamping arkie. Ini kesempatanku. Aku duduk disamping arkie, ketika aku duduk, arkie benar benar tidak melihatku sama sekali.

"apakah ada yang salah denganku?" batinku.

Setelah setengah jam pelajaran, aku mencoba berbicara kepadanya

"hai, namamu siapa?" arkie melihatku dengan tatapan aneh yang membuatku sedikit takut.

"Arkie, Arkie Thompson" ia memperkenalkan diri, ya walaupun aku sudah tau namanya.

"sofie Shaw, salam kenal" ia hanya mengangguk pelan lalu fokus kebuku yang dia pegang. Ini sangat kaku, aku tidak menyukainya. Perilakunya benar benar sangat aneh, dia seperti menahan sesuatu.

"kau kelas apa?" aku mencoba untuk berbicara dengannya lagi, walaupun sedikit tidak enak.

"aku? Kelas C-12" dia menjawab dengan mencoba sedikit tersenyum tapi terpaksa.

"apa kau sakit?" wajahnya benar benar pucat, aku mengira dia sedang tidak enak badan.

"tidak, aku sehat" aku lalu hanya membulatkan mulutku.

"k-k-kau blesteran?" dia bertanya dengan terbata bata, apakah dia grogi berbicara denganku?

"ya aku blesteran inggris-indonesia" ia lalu menelan ludahnya dengan berat, perilakunya benar benar aneh dan membuatku khawatir atau mungkin membuatku takut. Wajahnya sekarang benar benar terlihat semakin pucat.

"kalau sakit pulang lah, nanti takutnya kau kenapa napa" aku menyarankannya pada arkie.

"tidak, aku tidak apa apa" dia lalu kembali membaca bukunya.

Kelas tambahan biologi telah selesai, aku berjalan keluar kelas dan tiba tiba arkie menepuk bahu ku dari belakang.

"kau pulang dengan apa?" pertanyaan arkie yang membuatku kaget.

"aku akan jalan kaki" ya aku sudah merencanakan untuk berjalan kaki saat pulang nanti

"oh, oke. Aku duluan" dia lalu pergi dengan sedikit berlari.

Udara sore ini sangat dingin, dan sekarang sedang gerimis, untungnya aku membawa payung, aku berjalan di jembatan dan menikmati semuanya, momen yang benar benar aku sukai, lantas tiba tiba aku terpikir lagi dengan bima,kenapa setiap momen seperti ini aku selalu teringat bima, aku benci ketika harus mengingatnya kembali. Semenjak aku dilondon kita berdua lost contact. Aku ingin menghubunginya tapi selalu ragu ragu. Aku terus berjalan menyusuri jalan.

30 Days In London | vampire Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang