Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

[What If] They're Your Bf

2.1K 202 108
                                        

Eren Jaeger

"Beb."

"Beb."

"Bib."

"Bub."

"Bab."

"Bob. Spongebob."

[Name] mendengus gusar mendengar ocehan Eren yang tiada henti. Pengen tuh mulut dower dia kuncir, biar tambah dower.

"Apaan? Berisik amat."

Eren mengerucutkan bibirnya manja mendapati respon pacarnya yang cuek ini.

Ya, Eren dan [Name] sekarang terikat sebuah hubungan asmara yang biasa disebut pacaran.

Tapi, sebenarnya, mereka pacaran bukan karena saling sayang atau apa. Jika kalian mengira seperti itu, salah besar.

Cinta di antara mereka hanyalah cinta sepihak. Yaitu cintanya Eren kepada [Name]. Eren sih--katanya--cinta sama tuh cewek.

Tapi, [Name] boro-boro cinta. Kenal sama Eren aja dia ogah aslinya mah.

"Makan kuy," ajak Eren. Ia tak lagi cemberut seperti tadi.

Mendengar kata "makan", [Name] langsung menyingkap selimut dan membuang PSPnya asal. "Kuy!"

Ini nih, salah satu alasan kenapa [Name] terpaksa nerima Eren waktu itu. Eren memang dikenal sebagai sosok yang keras, tapi juga kocak dan sering mentraktir temannya.

Ya, walaupun ujungnya Eren minta ganti dua kali lipat harga makanannya.

Akal bulus emang.

"Makan di mana? Kaepsyi, Mekdy, apa Pitsa Hat?" tanya [Name] dengan mata yang dipenuhi binar kebahagiaan.

Eren tersenyum sejenak menatap [Name]. "Kita makan nasi kucing aja, murah."

[Name] kembali merebahkan tubuhnya di kasur. "Nasi kucing mana kenyang, goblok."

***

Armin Arlert

Banyak orang yang bilang Armin adalah tipikal cowok idaman. Udah pinter, baik hati, rajin menabung, dan tidak sombong.

[Name] pun menganggap Armin seperti itu. Dan ia sungguh tak percaya saat cowok hibrida itu ternyata memendam rasa kepadanya.

Tapi sayangnya, dibalik lembutnya Armin, doi ternyata cukup sadis juga.

Seperti apa yang terjadi saat ini.

"[Name], jangan males-malesan. Kamu itu cewek."

[Name] bergelayut manja di lengan Armin saat cowok itu sibuk merapikan kamar [Name]. "Ngapain sih diberesin? Ntar juga gitu lagi."

Armin tak menggubris tingkah pacarnya. Ia masih berfokus untuk membersihkan kekacauan di kamar [Name].

Armin merasakan cengkeraman tangan [Name] mengendur dan akhirnya terlepas. Armin pun menghela napas lega karena bisa leluasa dalam membersihkannya.

[Name] mengekori Armin saat lelaki itu pergi keluar dan membuang sampah. Armin menoleh, menatap [Name] yang netranya sudah berkaca-kaca. "Kenapa?"

[Name] diam tak menjawab. Namun, beberapa detik kemudian cairan bening meluncur dari sepasang matanya yang indah. Tangisnya pecah. Ia bahkan berteriak hingga tetangganya keluar rumah.

Attack on Line! - Book 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang