Judul : Passionate in Love
Author : Aphrodite_Themis
Genre : Romance
Pairing : CHANGKYU
WARNING : Dilarang untuk memplagiat / meremake / terinpirasi dengan alasan basi / mengcopy-paste story ini, kecuali anda memang seorang MALING!
.
.
JADILAH READERS BERBUDAYA DENGAN MENINGGALKAN JEJAK ANDA!
.
.
HAPPY READING
CHAPTER 5
"Apa-apaan itu tadi?"
Dengan sedikit marah Changmin mencengkram ringan tangan Kyuhyun yang akan membuka pintu mobil. Memaksa dokter yang selain sinis ternyata juga sangat keras kepala itu untuk membalas tatapannya. "Tadi itu namanya kesetaraan!" Jawaban tegas tanpa senyum sedikit pun itu sukses membuat Changmin termangu sebelum menggeram pelan dan mengacaukan rambutnya yang semula tertata rapi.
"Hadiah itu kupesan bahkan sebelum kita tidur bersama!" Jelas Changmin dengan suara kasar seraya memerangkap tubuh ramping yang terasa hangat dalam balutan mantel tebal itu dengan kedua tangannya. "Aku tidak pernah membayar teman tidurku!" tambahnya dingin dengan tatapan arogan walau tangannya sudah turun untuk memeluk pinggang dokter bedah itu.
Dagu Kyuhyun terangkat tinggi, dia tidak peduli kapan atau apa alasan pria yang sedang memeluknya memesan kalung yang sekarang melingkari lehernya. Yang terpenting baginya sekarang adalah dia harus menetapkan batasan dan menjaga hatinya agar tidak jatuh dalam perasaan aneh yang tak berani diberinya nama ini. Seseorang yang bisa membuatnya melangkah sejauh ini hanya dalam 2 minggu, sama sekali tidak boleh diremehkan.
"Bukankah malam itu kita sepakat sedang tidak menginginkan hubungan serius?"
Anggukan tegas Shim Changmin membuat Kyuhyun puas dan tersenyum kecil. "Nah, untuk itu, jangan pernah lagi membelikanku sesuatu tanpa memberitahuku dulu. Aku tidur denganmu bukan karena menginginkan sesuatu darimu, Pengacara Shim!" Sambil menyeringai lebar, Kyuhyun berjinjit dan dengan berani melumat bibir tipis yang perlahan mulai membalas ciumannya dengan tidak sabar.
Setiap kali lidahnya mencicipi bibir sensual yang selalu terasa seperti brandy murni itu, perlahan tapi pasti Changmin merasa dirinya mabuk dan semakin tidak puas. Sebagian hatinya mulai menginginkan sesuatu yang lebih, walau Changmin juga sadar hubungan yang sedang mereka jalani bukan seperti itu dan dia tidak mau merusaknya, tidak disaat mereka baru membangunnya.
"Dan, aku membelikan kalung ini bukan karena aku suka tidur denganmu, Dokter Cho!" sergah Changmin tegas seraya menatap intens mata indah sewarna caramel sosok ramping dalam pelukannya sebelum menyatukan bibir mereka lagi dalam ciuman lembut yang terasa menghanyutkan.
Tanpa kedua pria yang sedang sibuk bercumbu itu sadari, perasaan yang mereka takuti itu mulai menyusup masuk dalam setiap relung hati mereka yang selama ini kosong dan sedang menunggu pemiliknya.
.
.
25 DESEMBER 2015
"Selamat natal, Pengacara Shim..."
Senyum ceria dan sapaan penuh semangat dari penjaga gedung kantornya itu sedikit menghibur hati Changmin yang selalu merasa sepi di malam yang seharusnya dihabiskannya bersama keluarga. Sesuatu yang tidak pernah lagi dirasakannya sejak kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil bertahun-tahun yang lalu.
"Selamat natal juga, ahjussi..." Changmin membalas sapaan hangat itu dengan senyum tipis dan lambaian tangan singkat sambil membereskan sejumlah berkas yang tadi dipelajarinya untuk sekedar menghabiskan waktu.
Sebenarnya Changmin bisa saja keluar dan mencari sesuatu yang hangat untuk di makan, atau mungkin menghubungi dokter sinis yang saat ini pasti sedang sibuk dengan sejuta pekerjaannya di rumah sakit. Tergesa Changmin menepis ide menggoda itu seraya berdiri dan meraih mantelnya, lebih baik sekarang dia pulang dan memasak untuk dirinya sendiri.
Sebotol bourbon dan sepiring omelette hangat sepertinya lezat, batinnya saat sudah berada dalam lift yang membawanya turun ke lobby utama kantor bantuan hukum yang dibangunnya hampir 6 tahun yang lalu.
"Hai, tampan. Mau menghabiskan malam bersama?"
Pria berambut ikal dengan mantel biru gelap yang sedang melambaikan tangan kearahnya membuat Changmin untuk sesaat temangu sebelum mulai tertawa kecil. Sepertinya natal kali ini tidak akan terlalu membosankan seperti tahun-tahun sebelumnya yang harus dihabiskannya sendirian. Mengabaikan iblis dalam kepalanya yang sedang mengejek sifat melankolis dihatinya, pengacara criminal itu mempercepat langkahnya.
Masih dengan senyum tipis dibibirnya, Changmin memeluk ringan sosok ramping yang pasti akan tertawa mengejeknya jika sampai tahu perasaan bodohnya tadi. "Kupikir kau akan pergi mengunjungi keluargamu atau mungkin makan malam bersama seseorang yang istimewa." Tanpa sadar tangan Changmin sudah terulur untuk membersihkan sedikit salju yang mengotori rambut ikal Kyuhyun yang terlihat sedikit lembab.
"Tuan besar Cho sedang berada di Jepang dan aku malas mengunjunginya."
Sambil berbagi senyum lebar dan bergandengan tangan, kedua pria bertubuh tinggi itu berjalan menuju pintu depan kantor pengacara yang terletak ditengah kota itu. "Kau? Serius ingin menghabiskan malam sedingin ini sendirian?" Kyuhyun mengerling dan menyeringai penuh arti pada pengacara tampan yang terlihat sulit didekati jika sedang tidak tersenyum.
Deg deg deg!
Debaran yang sama setiap kali mata indah itu menatapnya segera Changmin tepis seraya berusaha terlihat santai dengan memamerkan seringai jahilnya. "Tadinya," jawabnya serius dan sontak terkekeh pelan saat mendapati ekspresi kesal yang sudah mewarnai paras manis dokter yang sudah menyelamatkan nyawanya.
"Tapi, sekarang aku ingin menghabiskan malam natal yang indah ini denganmu."
Kedipan mata dari pengacara yang terkenal dingin itu berhasil memancing tawa Kyuhyun yang langsung berjinjit untuk mengecup pipi tirus Shim Changmin yang terasa kasar. "Merry Christmas, Pengacara Shim." Bisiknya lembut sebelum mulai terbahak geli, menertawakan sikapnya sendiri yang mungkin sangat berlebihan.
Dengan tangan yang refleks memeluk hangat pinggang pria pertama yang berhasil menarik perhatiannya dalam hal seksual, Changmin akhirnya ikut terbahak. Sepertinya natal ini akan menjadi yang terbaik dalam hidupku, batinnya dengan senyum lebar.
"Merry Christmas, Dokter Cho." Balasnya penuh semangat sebelum menangkup paras manis Kyuhyun dan melumat tidak sabar bibir sensual yang sedang membalas senyumnya, sedikit pun tidak peduli jika ada yang melihat tingkah aneh mereka.
Ini natal dan bukankah sudah menjadi sebuah tradisi untuk mencium orang yang kebetulan sedang berdiri bersama kita tepat dibawah mistletoe?
.
.
Note Author : Hahaha kira-kira akan seperti apa akhir hubungan mereka, semoga ide lancar ya karena gw baru sampai chapter 8. Masih ada 4 chapter yang harus ditulis dan time fliesssss.....Pokoknya, sebelum tanggal 20 harus kelar *fighting*
Haizz banyak juga ghost readers, benar-benar tidak pernah menghargai kerja keras. Ya, semoga damai natal juga membawa berkah dan damai untuk mereka semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
PASSIONATE in LOVE
Fiction GénéraleAda versi CETAK, thanks. =============================== Tekanan pekerjaan dan tuntutan untuk menjadi yang terbaik dari keluarganya selalu mewarnai hidup Cho Kyuhyun, dokter muda yang lebih menyukai hidup bebas tanpa adanya aturan yang mengikatnya. ...
