02 - Kebiasaan Lama

3.2K 282 34
                                        

©Sugarill

Anak lelaki itu terus menunduk sambil berpangku tangan. Otak kecilnya terus mencerna apa yang baru saja Ayahnya katakan.

"Bundamu itu gila dia benci Ayah, jadi Ayah ingin cari Bunda baru buat Jeno."

"Tapi Bunda butuh Ayah... Bunda masih sayang sama Ayah..."

'plak'

"DIAM! AYAH SUDAH MUAK DENGAN BUNDAMU. KALO KAMU MAU URUSI SAJA DIA SENDIRI! AYAH SUDAH TAK PEDULI!"

Saat itu dia hanya diam saja dengan apa yang Ayahnya lakukan. Dia masih terlalu kecil untuk memahami apa yang Ayahnya katakan.

------------------------ Solitude -----------------------

"Hei... Bangun..."

Kurasakan lenganku diguncang secara perlahan.

"Bangun... Kamu gak mau istirahat?"

Pemilik suara itu terus saja menggangguku sehingga aku terbangun karena merasa tak nyaman.

"Hng?"

Dahiku sedikit berkerut merasakan nyeri yang menyerang kepalaku, mungkin efek bangun tidur.

"S-Siapa ya?" ucapku terbata karena terlalu kaget.

"Udah lupa? Tadi baru aja kenalan di depan kelas."

"Murid baru? Ngapain duduk disini, ini tempat gua."

"Aku Rania, panggil aja Ran. Aku pindahan dari Hanlim Multi Arts High School. Sekarang aku duduk disini sama kamu."

Pantas saja aku tidak pernah melihat wajahnya.

Aku hanya mengangguk paham dengan penjelasan singkatnya, lalu kembali membenamkan wajahku pada lipatan kedua lenganku.

"Tunggu aku belum tau namamu." ucapnya yang kembali mengguncang lenganku.

"Jeno... Lee jeno"

----------------------- Solitude -----------------------

Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru kelas. Sudah tidak ada orang disini. Dengan langkah gontai aku berjalan keluar kelas.

Keadaan koridor itu sepi. Tidak lagi ada aktivitas di dalam gedung ini. Kegiatan ekstra juga telah berakhir.

Aku memutuskan pulang dengan berjalan kaki, hitung-hitung untuk menghemat uang tabunganku. Uang yang kuhasilkan pun tak menentu. Kadang aku menjadi pelayan cafe, menjual koran, atau menjadi maskot taman bermain.

Setelah berjalan cukup jauh akhirnya aku sampai di rumahku yang dapat dibilang mewah. Aku tersenyum pada Pak Jaehwan yang membukakan pintu gerbang yang cukup berat itu.

"Baru pulang sekolah dek?" tanya Pak Jaehwan dengan senyum yang menghiasi wajah keriputnya.

"Iya pak... Tadi gaada bis jadi aku pulangnya jalan kaki." ucapku menjelaskan dan disusul dengan anggukan paham oleh Pak Jaehwan.

Pak Jaehwan merupakan satpam sekaligus sopir pribadi keluargaku, tapi aku selalu menolak jika diantar menggunakan mobil karena suatu alasan tertentu.

Dengan perlahan aku membuka pintu rumahku, mencoba tak menimbulkan suara sedikitpun. Setelah masuk aku langsung melesatkan kaki jenjangku menuju kamarku di lantai dua. Aku setengah berlari menaiki tangga, berharap cepat sampai di kamarku dan segera mengunci pintunya.

----------------------- Solitude -----------------------

Waktu telah menunjukan pukul tujuh malam. Dari tadi aku hanya tiduran tanpa melepas seragam ataupun tas sekolahku.

Setelah mengumpulkan niat cukup lama, akhirnya kaki jenjangku berjalan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhku.

'Cklek'

Suara pintu yang dibuka menyadarkan lamunanku. Aku hampir saja ingin mengiris tanganku.

Ah...

Mungkinkah kebiasaan lama itu kembali?

Aku segera menyelesaikan kegiatan mandiku dan turun untuk mengecek siapa yang datang malam-malam begini.

Aku senang sekali saat ayahku pulang.

Tapi...

Siapa lagi wanita yang ayah bawa pulang bersamanya.

"A-Ayah..."

To Be Continue...

.

.

Ini dia visualisasi bapak lele jehwan sebagai satpam ganteng tercinta kita

Ini dia visualisasi bapak lele jehwan sebagai satpam ganteng tercinta kita

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hanya di wetped satpamnya aja ganteng:"

Papai semwa jangan lupa vote+comment:>

SOLITUDE - Lee jenoCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang