5. Pemersatu Kita

5.1K 1.3K 202
                                        

Setelah mereka berdua menghabiskan waktu bersama karena berada di satu kelompok praktik prakarya, sejak itu hubungan Samudra dan Yejira bisa dibilang... lebih baik daripada sebelumnya.

Mereka seringkali bercanda, sesekali Yejira memilih untuk duduk bersama di meja Samudra dan menghabiskan waktu istirahatnya daripada ke kantin.

Pokoknya, setelah itu hubungan Yejira dan Samudra membaik.

Hari ini matahari panas mentereng begitu terik, dan sebuah keajaiban panas-panas gini 11 IPS 1 ada jam kosong! Yuuhuuu!

Sang ketua kelas alias Haikal sudah nihil keberadaannya. Of course dia pergi ke belakang kantin atau gudang bersama Ilham dan Eric. Ngapain lagi selain nyebat? Huuu, jangan ditiru ya!

Beberapa siswi di kelas ini berkumpul menjadi segerombolan di dekat pintu. Entah membicarakan apa. Saluna dan Hwallendra ada di kursi dekat jendela. Ah, serasa dunia milik berdua deh pokoknya!

Sedangkan Yejira dan Samudra duduk bersebelahan di meja Samudra dan Ilham. Yejira memperhatikan Samudra dengan fokus sembari sesekali menganggukkan kepalanya.

"Lu tau gak? Abis itu kuncinya dilempar! Real dilempar. Lu bayangin kunci dilempar anjir? Kunci gymnasium lu tau kan segede apaan tau tuh!"

Yep, mereka sedang bergosip ria membicarakan insiden lempar kunci yang dilakukan oleh Jena si atlet renang kenamaan Garuda kepada Abe si pengurus OSIS yang dikenal sebagai penanggungjawab gymnasium Garuda. Kalau mau tahu kisah mereka,

Yejira meringis pelan, "Tapi ada alasan deh kayaknya dia begitu." ujarnya pelan. "Apa dia lagi masa-masanya rebel kali ya?" ia menebak-nebak.

"Bukan rebel lagi, Ra. Lu liat sendiri kan rambutnya aja oren!" Samudra menambahkan dengan semangat menggebu-gebu.

"Tapi Abe cemen banget dah! Lawan kek kalo digituin, jir?" tambah perempuan itu.

"Ah gua juga kalo jadi Abe mah kagak berani. Ngeri ah pentolan Garuda."

"HEH, TEMENS SEBANGKU ELO LITERALLY PENTOLANNYA JIR???"

"MANA ADA??? PLENGER GITU JIR IAM???"

Keduanya malah bergosip ria di belakang. Ilham yang baru saja datang hendak mengambil tumbler-nya langsung mengurungkan niat begitu melihat Samudra dan Yejira yang asyik bergosip ria dengan seriusnya.

"Gak nyangka gua kalo gosip akan menyatukan dua bocah kagak danta itu." gumam Ilham pelan sembari menggelengkan kepalanya.

Pemersatu Yejira & Samudra: Gosip!

   

    

   

   

   
















"Jantung gua mau copot, Ra."

Samudra berusaha mengatur napasnya. Jujur, sebetulnya Samudra bukan tipikal pemuda yang mudah akrab dengan orang asing. Cenderung tertutup, dan lebih memilih menyendiri. Meskipun aslinya kalau udah kenal ya tetap cengengesan terus sih. Asbun pula!

Tapi hari ini, Samudra yang tinggi semampai itu dipercaya menjadi salah satu pemain basket di classmeeting SMA Garuda semester ini. Tentu saja Samudra mengiyakan karena skill basketnya pun lumayan, tingginya juga pas banget. Sayangnya, sifat Samudra yang agak tertutup membuat dia mudah nervous.

Unspoken Things Between UsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang