Waktu pulang udah bunyi dari tadi, tapi bukannya gua pulang ke rumah, tapi malah diem di rooftop sekolah sendirian.
Meratapi takdir yang telah di tentukan serta kenangan yang sudah terjadi!.
Dear diary
Terselip diantara ribuan bintang, hingga aku temui siapa yang bersinar terang.
Berjalan tanpa bayangan.
Berlayar tanpa kapal.
Siapa tahu dengan takdir?
Semua tidak pernah ada yang tahu!
Ini semua takdir.
Dan aku hanya dapat I HopeHARAPAN.
Subang,19 januari 2019
Vina Maretyana."Woy"
Suara siapa itu?, ah perasaan gua aja kali.
"Woy yang disana"
Suara siapa sih? Ganggu banget.
"Woy ngapain lu diem sendirian disini?"
Itu suara siapa sih? Perasaan tadi gua kesini sendirian? Masa... !?! Ah bukan itu suara manusia. Batin gua.
Pas gua liat ke belakang ternyata, cowok dengan tinggi badan kaya model model di cover majalah, dengan bola mata hitam pekat, alis tebal, bibir tebal berwarna merah, hidung mancung, rahang yang tegas.
Ganteng banget sih,yah meski bajunya keluar, lengan baju dilipat di atas siku plus rambut acak acakan seriusan bukannya tambah jelek atau awut awutan kaya berandal, itu malah menambah kadar kegantengannya.
"Udah puas ngeliatinnya, yah gua tau gua emang ganteng." Ucap dia dengan sombong.
"Idih ge er banget sih lu" ucap gua kesel.
"Lu belum jawab pertanyaan gua?"ucap dia.
"Pertanyaan yang mana?" Tanya gua bingung? Emang dia nanya apaan yah?.
"Selain tuli lu juga telmi(telat mikir) yah. Gua tadi nanya ngapain lu disini?." ledek cowok gila ini.
"Nyebelin banget sih lu!. Gua kesini karna gua nyaman disini adem tenang dan gak berisik." jawab gua.
Cowok songong itu langsung duduk di kursi sebelah gua dengan santai tanpa beban lebih tepatnya WATADOS (WAjah TAnpa DOSa).
"Duduk"perintahnya dan anehnya gua malah nurut.
Selama dia duduk dia cuman diam sambil menghadap ke depan yang menampakkan pemandangan persawahan dan pegunungan pokoknya asri buanget.
"Nama lo siapa?" Tanya dia memecah keheningan yang dari tadi terjadi diantara kita.
"Nama gua Vina Maretyana, nama lo siapa?".
"Gua Amran bhakti pratama. Lu pasti aneh kenapa gua bisa ngomong bahasa Indonesia tanpa ada logat sunda." Tanyanya dan gua bales dengan anggukan.
Lah iya yah kok gua baru sadar kalo dari tadi dia ngomong Indonesia dengan lancar tanpa logat sunda?.
"Itu karena gua sama kaya lu, lu anak pindahan dari Jakarta itukan?"tanyanya lagi.

KAMU SEDANG MEMBACA
HOPE
Romance~love at the first stight~ Memang khayalan begitu indah. Memang apa yang kita harapkan tidak semudah itu untuk di wujudkan. Aku tahu bahwa ku telah jatuh hati padanya. Aku juga tahu bahwa ini salah. Mengharapakan angan angan semu. Walaupun ekspektas...