Lara Citrananda

191 37 33
                                    

Hari ini cuacanya cukup terang, bahkan sinar matahari yang masuk kedalam celah-celah jendela kamar mampu membuat seorang gadis yang masih tertidur itu menggeliat karena terkena sinar matahari tersebut.

Bukannya bangun gadis itu malah menaikkan selimutnya hingga menutupi kepalanya.

Gadis itu kembali menggeliat karena merasakan tubuhnya bergetar atau lebih tepatnya ponsel yang berada di bawah tubuhnya. Dengan kesal dia meraih ponselnya dan melihat siapa yang mengganggu waktu tidurnya. Lara membuka lock screen ponselnya yang ternyata menampilkan catatan peringatan yang ditulis dua hari yang lalu.

Semangat untuk hari pertama sekolah di SMA Gaster Jaya.

Gadis itu melebarkan matanya ketika melihat hari ini adalah hari senin yang artinya hari pertama dia menjadi siswa baru di SMA Gaster Jaya. Dengan segera dia bangkit dari kasur nya dan bergegas menuju ke kamar mandi.

Lara Citrananda, yah itulah namanya. Gadis ceria yang sangat suka menggambar, bahkan semasa liburan nya ini lebih banyak dihabiskan untuk menggambar daripada belajar. Padahal dia akan menjadi siswi SMA.

Dia pikir hari ini masih libur dan malah begadang menyelesaikan hasil gambar permintaan dari pelaggannya. Bukannya sombong tapi gambarnya sangat lumayan, hingga sewaktu SMP dia tidak menyia-nyiakan bakatnya, dia menjual hasil gambarnya kepada teman-temannya. Lumayanlah buat tambahan uang jajan.

Tidak butuh waktu lama untuk Lara mandi asal sudah terkena air saja itu sudah dikatakan mandi olehnya.

5 menit kemudian, dia sudah siap dengan pakaian sekolahnya, setelah itu dia keluar kamar sambil membawa kedua sepatunya ditangan.

"Mah, kenapa gak bangunin aku sih?" tanyanya kepada wanita yang sedang memotong-motong ayam menjadi beberapa bagian yang untuk digoreng nanti sore.

"Lho abang kamu aja libur masa kamu gak," ucap mamanya santai.

"Yaelah ma, abang kan emang setiap harinya libur. Dia kan pengangguran apanya yang mau dikerjain." ucap Lara sambil mengikat tali sepatunya dengan asal.

"Lho abang kamu bukannya udah dapet pekerjaan?" kini tatapan mamanya beralih kearah Lara berada.

"Mama aja yang gampang dibohongin sama abang." ucap Lara sambil menenteng tasnya di bahu kanan.

"Yaudah aku pamit dulu ma. Assalamualaikum." Lara berlalu pergi tapi kemudian dia balik lagi dan langsung mencium punggung tangan mamanya.

Tak berselang lama, pintu kamar yang bertuliskan 'KAMAR ORANG GANTENG' terbuka, menampilkan sosok pria yang hanya memakai boxer. Sontak saja hawa disekitarnya terasa menyeramkan, dan hawa tersebut berasal dari tatapan mata mamanya.

###

Ketua Kelas BobrokTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang