7

5 0 0
                                        


Jangan lengah, berusaha aja terus
Hasil akan mengikuti, jika ikhlas melakukan.

Setelah beberapa minggu adek berada dipondok, tiba-tiba ustadnya adek Adi telpon ke mama katanya adek sakit gitu. Maklumlah anak manja masuk pondok. Ini itu harus mandiri, lah adekku itu makan aja kadang masih disuapi. Wkwk. Justkidding dek Adi.

"Assalamualaikum tante, sebelumnya maaf ini saya Fakhri (ustadnya Adi di pondok -MUHMAMMAD FAKHRI RAIS). Mau kasih tahu tante ini Adi dari tadi muntah-muntah terus,.... and bla-bla"

"Waalaikummussalam Ustad, keadaannya bagaimana? Dia kalo demam memang seperti itu Ustad."

"Ohiya tante, nanti saya kabari lagi. Makasih. Wassalamualaikum"

Singkat aja sih aku dengarnya. Mama keliatan khawatir tapi, gak berlebihan juga. Terus mama bicara ke aku tentang suasana pondoknya adek dan ustad-ustad di sana.

"Adi kenapa Ma? Itu ustadnya?"
Sok-sokan nanya gitu, wkwk. Padahal udah dengar sih dikit. Plusnya udah tahu tentang ustadnya juga yang nama Ustad Fakhri itu... Kan tanteku itu pernah mondok juga dan satu pondok gitu kan sama Ustad Fakhri. Bahkan satu marhala (Rd: angkatan). Jadi dia banyak cerita tentang dia ke mama sama aku. Gitulah kira-kira.

"Sakit. Iya. Ustad Fakhri. Ternyata yah kak dia itu orangnya tinggi, kurus, agak putih... lumayanlah kak. Eh, terus dia itu sopan sekali. Pas sampe di sana langsung tuh, dia ajak mama ke kamar tamu. Siapin pendaftaran buat adek. Ustad-ustad yang lain pun ramah kak dan ganteng-ganteng kak"

Antusias banget si mama pas cerita Ustad Fakhri dan ustad-ustad yang lain. "Astagfirullah si mama, tahu aja yang ganteng"Batinku. Mana berani aku  bilang gitu bisa dimakan aku. wkwk.

"Haha, jadi... kalo pondoknya bagaimana? Aku penasaran pengen juga ke sana"

"Bagus kak. Masa pendaftaran aja ramai apalagi ini penerimaannya. Tapi, rata-rata orang jauh kak, kayak dari papua, irian, palu, kalimantan, batam, dll. Dominan bugis (Makassar). Pengamanan disana juga ketat sekali. Mesjidnya tingkat. Beberapa bangunan kelas juga ada yang tingkat. Asramanya juga bagus. Yang paling penting adalah rata-rata bangunan di sana dibangun oleh beberapa donatur dari berbagai wilayah di Indonesia kak. Ada nama-namanya di setiap bangunan"

"Tambah penasaran mau ke sana, Ya Allah kapan ya, kakak pengen ke sana Ma?"

"Sabar nanti juga bakalan ke sana kok"

"Ya sudah kalo bgt Nana ke kamar dulu. Mau kerja tugas. Good night mama" Mama responya cuman mengangguk.

Jadi penasaran tentang ustadnya adek Adi aslinya gimana  yah? Kapan yah bisa ketemu? eh, astagfirullah Na. Mikir apasih kamu? Ingat Nana nanti jadi Zina pikiran. Dosa tahu. Udah, mending lanjut kerja tugasnya. Tugasnya halaman berapa yah? Mending tanya di grup.

El-Classic(Group chat klsku )

Dinalia AS
"Assalamualaikum. Mau tanya, tgs matminat (Rd: Matematika minat) hal brp?"

D. Mawan
"Waalaikummussalam. Hal 17"

Haida NH (Uda)
Waalaikummussalam. No. 3 caranya bgman?

Amaliah R
"Pc Haida"

Cantika
"Ih, knp pc? Share sinilah. pelit ama lo"

Andini
"Pelit banget"

Ameliah
"Emang tuh jawaban bakalan dibawa mati apa? Sharelah"

Amaliah R
"Sabar, ini lagi kerja yang lain. Nanti juga bakalan dshare kok. Masih ada yg blm tunggu napa"

AttaAndi NH (Atta)
"Udh, gitu aja bacot. Sekalian tuh hantam. jangan cuma adu mulut, jotos saja :p"

Rizal MF
"Langsung ajalah, bawa goloknya sekalian..."

M.A Putra
"udh. Nanti gk ad selesainya kalo gini. Nanti Lia marag, kitanya gk bisa salin. Mau tuh kalo bsk pas pak Ril masuk gk ad yg bisa jawab. Mau lo semua? Gk kan. Yasudah"

Akhirnya aku tutup tuh room chat. Males. Mereka kadang begitu. Akhirnya baikan sendiri. Itulah keluarga menurut kita. Hehe.

Mulai buka buku terus kerja. Meskipun ada beberapa kekeliruan tapi aja aku kerjaain. Ya dikit- demi sedikit. Lama-lama menjadi bukit.


 Lama-lama menjadi bukit

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 18, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Walking To The FUTURETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang