6

347 37 5
                                    

Brak

"Jangan lari elah kek di hutan aja lo!" teriak Namjoon saat melihat adiknya langsung membuka pintu rumah dan berlari ke kamarnya.

Gadis itu mengabaikannya. Ia segera berganti pakaian, lalu mencari buku merah muda tersebut di meja belajarnya. Saat menemukannya, ia mengambil napas terlebih dahulu. Ia mendudukan dirinya di atas kasur, sebelum membalikkan lembar demi lembar buku itu.

" 3. Setelah diperhatikan, dia suka es krim rasa susu dan tidak menyukai pizza.

ps. dia suka semua makanan dan minuman rasa susu, tapi tidak suka susu. Haha Jennie why are you so cute?"

Jennie mengibaskan tangannya di depan wajahnya. Kenapa juga ia harus malu? Ini kan hanya tulisan biasa, apalagi ia belum tahu siapa yang menulisnya!

Ia kembali membalikkan lembar berikutnya.

" 4. Dia punya anak. Jangan kaget. Namanya Kaiya, kelinci kecil di sekolahnya."

BRAK

"Apa lagi sih kaaak?" saut Jennie kesal saat Namjoon untuk kesekian kali membuka pintu kamarnya dengan seenaknya.

Pria itu hanya nyengir tak bersalah, lalu ia menghampiri Jennie sambil menyodorkan beberapa lembar uang. "Beliin gue minuman soda sama cemilan dong, yang banyak ya, mau ada temen gue soalnya."

Jennie memejamkan matanya kesal. "Beli sendiri aja bisa kan? Jennie lagi sibuk nih."

"Sibuk apaan sih? Baca novel kan lo? Coba sini liat!"

Dengan segera gadis itu menutup buku itu dan menyembunyikannya di balik tubuhnya. "Bukan! Yaudah sini, tapi Jennie jajan juga ya."

"Iya, iya."

Gadis itu bangkit berdiri untuk mengambil cardigannya, kemudian ia pergi. Di perumahan dimana ia tinggal memang terdapat minimarket, dapat ditempuh dengan jalan kaki, lebih tepatnya terletak tepat dua blok dari sini.

Saat ia membuka gerbang rumahnya, ia dapat melihat Taeyong sedang mengeluarkan motornya. Rumah Taeyong memang berada tepat di depan rumahnya. Pria itu menatap Jennie lalu ia menaikan alisnya. "Napa liat-liat?"

Jennie mendengus malas. "Geer banget lo!"

Dengan perasaan kesal, gadis itu berjalan melewatinya.

Taeyong tertawa pelan melihatnya. Ia menstarter motornya dan mengemudikannya pelan mendekati Jennie. "sini naik, gue anter."

"Yaudah kalau lo maksa." balas Jennie cepat tanpa perlu ditawar dua kali. Taeyong hanya bisa memutar matanya.

"Pasti jadi babu Namjoon lagi kan lo?"

puk

Dengan kesal, gadis itu memukul punggung Taeyong. "Sialan, yang lo sebut babu ini adeknya sendiri tau!"

Taeyong tertawa. "Yaa abis mau-mau aja lagi kalau disuruh."

"Itu namanya gue berbakti sama kakak gue, emangnya lo apa, durhaka sama adek lo!"

"Sudah menjadi peraturan tak tertulis Jen, kalau adek tuh harus menuruti apa permintaan kakaknya, haha."

Jennie memutar matanya malas. "Itu sih bukan permintaan, tapi merintah! Ngebabuin adek lo sendiri!"

"Oh jadi lo sekarang sadar kalau lo tuh babunya Namjoon?"

"Sialan! Bodo ah." balas Jennie dengan kesal. Pas sekali, saat itu sudah dekat dengan minimarket. Saat sudah sampai, Jennie turun dari motor Taeyong. Ia membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Taeyong begitu saja.

"YOU'RE WELCOME!" teriak Taeyong.

Jennie menoleh dan memeletkan lidahnya.


____


"Jennie pulang!" ujar gadis itu dengan tangan kiri yang menjingjing plastik pesanan kakaknya, sedangkan tangan kanannya sibuk memegang es krim yang hampir luber itu.

"Oh bawa Jen sini." balas Namjoon yang kala itu sedang sibuk memencet konsol game ditangannya.

Gadis itu segera menghampiri Namjoon dan teman-temannya yang masih asik bermain. Disana ada Kim Seokjin -kakaknya Jisoo, yang sedang bertarung melawan Namjoon, Min Yoongi yang sedang tidur di sofa, Jung Hoseok yang menjadi penonton, dan Kim Taehyung yang sibuk dengan ponselnya.

"Hi Jen, udah besar ya? Gimana, udah punya pacar belum?" tanya Hoseok dengan nada menggoda. Matanya melirik jahil kearahnya.

Jennie memutar matanya malas. "Ya kali kak, baru aja kemaren ketemu juga." lalu sambil menaruh belanjaannya, ia duduk di sampingnya, "lagian pertanyaannya gitu muluuuu, kalau aku udah punya pacar emang kenapa?"

"LO UDAH PUNYA PACAR?" yang menyahut bukan Hoseok lagi, tapi Namjoon, yang dengan beringas melempar konsol gamenya dan meliriknya tajam. "gue bilangin mama awas ya lo!"

"Ih apaan sih kak, emang kenapa kalau aku pacaran?"

"Namjoon! Setan lo, jadi kalah gue ah!" teriak Seokjin sambil melempar konsol gamenya. "Gak mau lagi gue maen sama lo."

Hoseok tertawa melihatnya. Lalu, pria itu menggantikan posisi Namjoon dalam bermain game. "Sini, sini sama gue."

Namjoon berdiri dan duduk disamping adiknya. Melihat mulut dan tangan adiknya yang belepotan dengan es krim, ia berdecak kesal. Ia segera mengambil tisu di meja dan membersihkan mulut dan tangan Jennie. "Nah, ini salah satu alasan kenapa lo gak boleh pacaran dulu, makan es krim aja sampe belepotan gini, bocah banget."

Jennie mendengus kesal namun diam tak melawan. Lalu matanya tak sengaja bertemu pandang dengan Kim Taehyung yang menatapnya. Sontak, ia tersenyum. "Hello kak, udah lama ya gak ketemu, hehe."

Cuuu

"Aduduu sakittt kak!" sahut Jennie saat Namjoon mencubit kedua pipinya. Sedangkan pria itu hanya menggelengkan kepalanya. "Dasar, lagi dikasih tau, malah ganjen."

"Iih gak ganjeeen tau, orang aku cuma nyapa kak Taehyung doang, wleee." balas Jennie sambil memeletkan lidahnya.

Kim Taehyung, pria yang sedang dibicarakan hanya tertawa pelan. "Iya Jen, udah lama ya gue gak maen kesini, abis gimana ya, Namjoon ngelarang gue terus sih kalau gue mau maen."

Jennie memelototkan kedua matanya ke arah kakaknya. "Kok gituuu?"

Namjoon menoyor dahi Jennie. "Karena lo ganjen."

"Dibilangin juga engga tauuu."

Taehyung tertawa melihatnya. Lalu pria itu tampak membuka tasnya untuk mengambil sesuatu, lalu ia melemparnya ke paha Jennie. "Gue kemaren abis dari Jepang, liat ini terus inget lo deh, kayanya cocok buat Kaiya."

Jennie tersenyum lebar melihatnya. Diangkatnya kalung pink dengan gantungan lonceng kecil ditengahnya. "Lucuuuu banget, makasih kak!"

Taehyung balas tersenyum. "Bagus deh kalau lo suka."

Namjoon memandang datar ekspresi adiknya itu. Lalu tangannya mengusap wajah Jennie. "Awas baper!"

"Ih kakaaak rese!"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 11, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

His Diary About Jennie KimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang