"Jisoo, Jennie, sini!"
Jennie melambaikan tangannya ke arah Lisa dan Rosé yang sudah mendapatkan tempat duduk di kantin. Atau mungkin dengan dua pria lainnya. Jungkook dan Jimin.
Mereka baru mendudukan tubuhnya, saat Lisa dengan heboh sambil berbisik berkata. "Kalian tau? Gue tau rahasia Kim Hanbin, si preman sekolah kita!"
Jungkook yang walaupun wajahnya terlihat kalem, tapi aslinya sama hebohnya dengan Lisa, ikut nimbrung. "Emang apaan Lis?"
Untuk menambah penasaran mereka, Lisa berdehem pelan sebelum kembali menundukkan tubuhnya, diikuti yang lainnya. "Ternyata Kim Hanbin suka warna pink! Meeeen, dari semua warna, dia pilih warna pink!"
1 detik
2 detik
20 detik
Jungkook menoyor dahi Lisa. "Ya kali, jaman sekarang mah emang cewek doang yang demen sama warna pink? Kuno lo!"
Jisoo mendengus kesal. "Lisa, Lisa, lo jangan lupa juga ya, abang gue yang maco aja suka pink gara-gara gue cekokin baju-baju warna itu ke dia."
Lisa mendelik kesal ke arah Jungkook sambil mengelus dahinya. Sang tersangka hanya memeletkan lidahnya.
"Yaaaa tapi gue kaget aja gitu, secara dia tuh preman sekolah kita! dikit-dikit malak adek kelas, wajah tipe-tipe dia tuh cocoknya sama warna item!" balas Lisa berapi-api.
"Emang lo tau darimana Lis?"
"Kemaren gue gak sengaja liat dia mall, dia lagi beli baju gitu, tapi yang dibelinya semua warna pink."
"Siapa tau buat pacarnya?"
Lisa memutar matanya. "Ya kali pacarnya suka pake baju metal."
Rosé mengangkat kedua bahunya tak acuh. "Namanya juga manusia, makanya kita gak boleh menilai orang dari luarnya aja."
"Tumben lo bener mawar,"
Rosé balas mendelik ke arah Jimin. "Emang selama ini gue selalu salah apa?!"
"No, seperti kata orang-orang, cewek selalu benar." balas Jimin tenang. Rosé hanya mengangkat sumpitnya seakan-akan mau memukul kepala Jimin.
Jennie hanya diam mendengarkan. Benar, dia tidak boleh asal berspekulasi. Jangan mentang-mentang orang itu suka berprilaku buruk dan kasar, kita bisa menilai orang itu pasti suka dengan warna yang melambangkan kegelapan. Warna tidak bisa secara pasti melambaikan kepribadian seseorang. Begitu pula dengan Taeyong. Dia.... walaupun pria itu jahil, tetapi dia tidak pernah kasar terhadapnya.
Jennie menatap ke arah pojok kantin, dimana Taeyong dan temannya sedang makan. Ia sudah memantapkan hatinya. Besok, ia akan menanyakannya langsung kepada Taeyong!

KAMU SEDANG MEMBACA
His Diary About Jennie Kim
Fiksi RemajaJennie tidak pernah tahu bahwa keseharian ia dalam merawat Kaiya, kelinci disekolahnya dapat membawanya pada suatu hal yang membuat ia penasaran. Jennie menemukan buku diary bersampul merah muda tanpa nama, yang di lembar pertamanya bertuliskan; "10...