PART 5 NAMA LO BOWBOW

1.6K 138 15
                                        


Bel tanda pelajaran hari ini berakhir, baru saja berbunyi. Semua siswa membereskan buku dan alat tulis mereka. Memasukannya ke dalam tas dan mulai berhamburan keluar dari dalam kelas masing-masing. Begitupun dengan Panthana. Dia bergegas keluar dari kelasnya karena ada sesuatu yang harus dikerjakannya.

" Thana..."

Langkahnya yang sudah melewati pintu kelas terhenti, dia menoleh menatap pemilik suara yang memanggilnya. Seorang gadis manis berkaca mata yang tidak lain merupakan pacarnya lah yang memanggil.

" Iya Dian." Sahut Panthana seraya menautkan kedua alisnya.

" Mau kemana buru-buru gitu?"

" Hmm... mau ke lab komputer. Kamu mau langsung pulang?" Dian mengangguk.

" Tadinya pengen ngajak makan bareng dulu sebelum pulang." Tambah Dian dengan wajah merona.

" Thana, kamu udah janji mau bantu aku nyari identitasku hari ini. Kamu jangan ingkar janji." Panthana tersenyum getir mendengar bisikan hantu gadis SMA di sampingnya. Tentu saja dia tidak mungkin melupakan itu karena alasan itulah yang membuatnya tadi tergesa-gesa meninggalkan kelasnya.

" Mungkin lain kali, sorry ya... hari ini aku gak bisa nemenin kamu. Daah... Dian." Ujarnya seraya berlari menjauhi Dian sebelum gadis itu kembali mengajaknya bicara.

Panthana kembali berjalan cepat menuju lab komputer, namun lagi-lagi ada suara yang memanggil namanya, membuatnya lagi-lagi harus menghentikan langkahnya.

" Lo mau kemana? Gak latihan?" tanya Malik, seseorang yang tadi memanggil namanya.

" Iya hari ini gue bolos lagi, ada yang harus gue kerjain." Sahut Panthana. Malik mengernyit heran.

" Emang mau ngerjain apa? Lo mau ngerjain tugas di lab komputer?" tanya Malik lagi, dia bisa menebak Panthana pergi menuju lab Komputer karena arah yang diambilnya hanya menuju ke satu gedung yaitu lab komputer.

" Hmm... iya gitu deh." Jawabnya seraya terkekeh, dia pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena merasa tidak nyaman sudah membohongi sahabatnya.

" Jangan sering bolos latihan, bentar lagi kan kita ada turnamen." Malik mengingatkan.

" Oh iya, gue hampir lupa bentar lagi mau ada turnamen. Ya udah deh gue..."

" Thana jangan ingkari janji kamu." Sela sang hantu membuat Panthana mengembuskan napasnya lelah.

" Besok pasti gue latihan kok, tapi sorry hari ini gue izin bolos."

" Ya udah nanti gue bilangin ke anak-anak." Panthana mengangguk kemudian berlalu pergi meninggalkan Malik yang masih betah menatap ke arahnya.

Setibanya di lab komputer, dia memilih duduk di kursi paling pojok agar tak ada yang mendengar suaranya jika mengharuskannya berbicara dengan sang hantu. Ada beberapa siswa yang sedang berada di ruangan itu, mereka pun sedang sibuk dengan komputer di depan mereka.

Panthana menyalakan komputer di depannya, kemudian masuk ke situs internet.

" Thana emangnya kita bisa tahu identitas aku dari komputer ini ya?" tanya sang hantu yang kini sedang melayang di sampingnya.

" Ya kita cari aja siapa tahu ada artikel tentang siswa sekolah ini yang pernah meninggal karena dibunuh mungkin."

" Jadi menurut kamu aku mati karena dibunuh?" sang hantu bereaksi histeris membuat Panthana terkekeh mendengarnya.

" Gak tahu juga, kan tadi gue bilang kemungkinan. Bisa juga lo meninggal karena sakit atau kecelakaan kan? Yaah... kita cari-cari aja dulu kemungkinan lo dibunuh." Sahutnya seraya kedua matanya bergulir mengikuti tulisan di sebuah artikel yang sedang dibacanya.

BEST FRIEND {COMPLETED}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang