Y.n PoV
Aku terbangun di jam 3.13 pagi. Lagi dan lagi, aku keseringan bangun tengah malam. Bahkan berusaha memejamkan mataku pun tidak bisa.
Aku memutuskan untuk keluar dari kamar, memaksakan badan yang lemah dan sekarat ini untuk bergerak. Mungkin, jalan-jalan akan membuatku lelah dan mengantuk.
Dari luar jendela, aku bisa melihat 'tuan muda' Yang duduk termenung sambil menyeruput teh hangat. Diluar sangat dingin, dan dia hanya memakai kaos oblong dan celana pendek. Berusaha menyakiti diri sendiri kah? Masokis kah?
Tidak tega melihat sahabat masa kecilku itu sendirian, aku memutuskan untuk menemaninya.
"Jun-ki" panggilku
Dia menoleh terkejut. Terlihat jelas bahwa dia habis menangis, matanya sembab
"Kau kenapa kesini? Kau masih sakit!" protesnya
Tidak ku hiraukan, bodo amat, saya keras kepala
Jun-ki sepertinya kesal, mukanya langsung mutung gitu. Maafkan aku pren
"Ada apa? Kenapa kau seperti orang gila di tengah malam yang dingin ini?" tanya ku melihat bentukannya sekarang seperti orang terlantar
"Aku hanya bergelut dengan pikiran ku sendiri" jawabnya
Aku tau dia menyembunyikan sesuatu. Kami sudah berteman lama! tentu saja aku tau kalau dia bohong
"Kau tidak bisa bohong padaku, jelek"
Jelek? Dia terlalu tampan untuk menjadi jelek, tapi aku tidak akan mengatakan kalau dia tampan, nanti hidungnya kembang.
"Aghh, susah bohong kalau sudah berurusan denganmu" gerutunya
Aku terkekeh. Sudah lama kami tidak berbicara dengan suasana seperti ini.
Aku menatap sahabat ku itu dari atas hingga ujung kakinya. Tidak sadar kalau kami sudah se-besar ini sekarang, sudah se-dewasa ini. Rasanya baru saja kemarin kami maling mangga tetangga.
Jun-ki yang dulunya lebih pendek dariku, sekarang sudah seperti tiang listrik.
Jun-ki yang dulunya kucel karena sering main pasir sama paret dekat rumahku, sekarang putih bersih, ganteng pula, harum juga.Sifatnya yang masih sama adalah : dia cengeng
"Sebelum aku cerita, aku ingin mengingatkanmu pada satu hal. Jangan di pikirin kalau kau tak suka, anggap saja tidak terjadi apa-apa" ucapnya sedikit ragu
"Deal" aku sepakat
"Susah ngomongnya, tapi kau harus tau...."
Ucapannya itu malah bikin aku emosi, malah nambah penasaran orang aja si tampan ini
"Ngomong anj*g. Bikin orang penasaran aja"
Jun-ki tidak senang saat aku berkata kasar. Dulu waktu kami kecil, dia selalu mencubit pipiku kalau ngomong kasar
"Aku maafkan karena kali ini kau sakit"
Diam. Anak ini berusaha membuatku marah ya? Aku butuh GIBAH--
"Vision yang kau liat itu adalah visionku"
Aku terkejut. Apa? Vision...??? Bagaimana bisa?!
"H-hah? Emang bisa melihat vision orang lain?" tanyaku terkejut
Ya terkejut lah! Ini aneh!
"Ibaratnya, kita tabrakan di pikiran. Makanya kau merasakan sakit separah tadi" jawab Jun-ki
"T-terus? Jadi? Aku yang menabrakmu?" tanyaku lagi, karena dia bilang bahwa vision yang kulihat tadi pagi ada miliknya
Dia mngangguk
"Efek yang kudapat tidak separah milikmu. Yah..., kau tau sendiri lah silsilah keluargaku bagaimana. Namun kau? Tidak ada satupun keluargamu yang memiliki 'penglihatan' itu. Kau menggunakan dan mengharapkan visionmu itu untuk melindungi BTS mu itu"Jadi? Gimana? Aku dipekerjakan lagi karena 'penglihatan' aneh ini. Terus kalau tidak ku pakai? Guna ku apa?
"Masalahnya disini adalah, kau tidak bisa mengontrol penglihatanmu itu. Vision punyamu itu liar, dan kalau vision mu itu sudah sampai melihat vision lain--"
Si jelek tiba-tiba diam ga mau ngomong. Memang anj--
"Kau bisa terbunuh oleh visionmu sendiri"
End of PoV.
.
.
.
.
Jimin dan Y.n akhirnya sampai di tempat mereka tinggal. Namjoon menjadi orang pertama yang menyambut kedatangan mereka.
"Akhirnya kalian sampai dengan selamat. Wajahmu pucat" ujar Namjoon saat melihat wajah lesu Y.n
"Mungkin kecapekan" jawab Y.n
Tak lama kemudian, Hoseok dan Taehyung datang mendekati mereka. Y.n dapat melihat raut wajah Taehyung yang sebenarnya senang akan kepulangannya, namun di tahannya
"Hai Y.n" sapa Hoseok
Y.n hanya mengangguk lesu. Keadaannya belum membaik, malah makin buruk.
Perbincangan tengah malam kemarin membuat badannya masuk angin dan stress.
"Aku masuk ke kamar dulu"
"Biar aku bantu" tawar Jungkook yang baru saja tiba
Taehyung menatap Jungkook seperti lawan, dan Jimin menyadari hal itu.
Jimin menepuk pundak sahabatnya itu dan menatap Taehyung seperti mengisyaratkan 'biarkan saja'Dengan kesal kekasih Y.n itu kembali ke kamarnya dengan perasaan cemburu.
.
.
.
.
.
Taehyung mengintip keadaan di rumah mereka. Sepertinya semua orang berada di kamarnya masing-masing. Diam-diam dia masuk ke dalam kamar pacarnya untuk menanyakan kabar dan sedikit bermanja-manja
"Dikunci?"
Lelaki itu pun mengetuk pintu agar pacarnya tau kalau dirinya sudah di depan.
Yang di tunggu pun akhirnya membuka pintu.
Baru saja senyum Taehyung terlukis di wajahnya, Seuli malah memutuskan untuk menghapus senyum itu"Kita putus saja ya?"
Tbc.
Pa kabar sistah?

KAMU SEDANG MEMBACA
I See The Future (KTH Ft. BTS×Reader)
FanficNp : FF BTS pertamaku. Pernah dipublish, tapi aku unpub lagi, hehe :v •Non-Baku •Ke GaJe-an yang teramat sangat •Jokes Garing •Bahasa campur aduk Ketika hari itu, dimana kalian (Y.n) menyelamatkan tujuh pemuda itu dari peluru panas yang akan menembu...