Matahari sudah mulai terbenam. Casandra akhirnya menemukan Gg. Gajah Mada.
Casandra masuk ke kantor polisi dan menanyai soal insiden di daerah desa pattimura, desa yang tadi Casandra kunjungi.
Tapi, polisi mengatakan bahwa distrik ini tidak menerima kasus peninggalan sejarah yang tempo hari. Katanya, distrik yang menangani surat tersebut adalah kantor polisi kota. Jadi, Casandra harus ke kota, ternyata kantor polisi di kota sangat dekat dengan rumah paman.
...
Di jalan Casandra memukul stang motornya. Marah, kesal, capek, dan lainnya terus membuat otak Casandra lelah. Baru saja sembuh dan keluar dari rumah sakit, sudah bekerja keras.
"AAAAAA...." Teriak Casandra kesal. Sepi sekali jalanan yang Casandra lalui. Dan pada saat itu juga air hujan sudah turun ke bumi. Rintikan hujan membasahi helm Casandra. Casandra segera menancap gas motor nya. Tapi, hujannya sudah deras. Tidak ada lagi untuk mencari tempat teduh. Badannya sudah basah.
Casandra pun berhenti di dekat sebuah saung karena takut jalanan nambah licin dan tidak terlihat jelas.
Dia memeriksa hp nya. Sinyal yang di dapat sangat jelek, nelpon ataupun sms sama sekali tidak ke kirim. Hujan juga semakin deras. Casandra memutuskan untuk duduk di bangku kayu yang ada rayap nya.
Matanya Casandra sudah sayup-sayup menunggu hujan reda, akhirnya Casandra memutuskan untuk tidur.
...
Beberapa jam kemudian...
Casandra terbangun. Dia mengucek-ngucek matanya.
Setelah Casandra sudah sadar, dia terkejut setengah mati. Motor yang dia pake sudah tidak ada. Casandra meronggoh hp nya dengan sangat panik. Ia mengetik pesan ke paman dengan cepat. Tetapi, hasil pesan yang Casandra kirim sangat nihil, tidak ada sinyal.
Casandra memutuskan untuk pulang dengan berjalan kaki.
Perasaan Casandra tidak enak soal kejadian hari ini. Casandra cukup yakin kalau hari ini tuh seharusnya udah magrib, tapi saat ia terbangun... Malah siang hari.
Jangan bilang gw menjelajah waktu lagi!! - ucap Casandra dalam hati
"KENAPA TIMING NYA TIDAK PERNAH TEPAT SIHHH!!!" kesal Casandra
...
Berjalan kaki yang cukup lama akhirnya Casandra sampe juga di jalan raya.
Seperti biasa, dia akan mencari tau tahun, bulan, dan hari.
Casandra menghampiri seorang anak muda laki-laki.
" permisi.. " kata Casandra. Cowok itu yang fokus dengan buku bacaan nya langsung merespon dan menjawab "iya, ada apa?"
"boleh saya bertanya, sekarang tahun, bulan, dan hari apa ya?"
"tahun 2006, bulan desember, hari selasa" jawab si cowok itu.
"HAHHH!!!" kaget Casandra yang sebentar menjadi patung.
"kenapa? Perlu bantuan?" tanya nya lagi.
"ini di mana?"
"ini di bogor. Kenapa? Kakak tersesat?" tanya nya lagi.
"iya eh enggak kok, kakak gak tersesat. Kalau begitu saya permisi dulu ya, makasih". Casandra pun berjalan lagi.
"orang aneh" ujar anak cowok itu saat Casandra sudah jauh dari hadapan nya dan melanjutkan membaca nya.
...
2006 berarti gw umur 11 tahun. Tapi kenapa harus di bogor? Emang gw pernah ke bogor? - pikir Casandra dalam hati. Casandra terus berpikir. Gang demi gang ia lewati dan Casandra masih terus berpikir.
Ahhh... Gw inget! Iya, gw pernah ke bogor saat lagi liburan sekolah. Liburan di rumah bibi siti - kata Casandra.
Casandra akhirnya menemukan tempat tujuan yaitu rumah bibi siti. Saat di depan pager mewah nya bibi siti hati Casandra berdebar-debar. Deg-degan nya karena bertemu lagi dengan bibi siti, karena tahun 2010 bibi siti meninggal dunia.
Ting tong.. Ting tong.. Ting tong..
Sekali pencet langsung di sambut dengan seorang wanita cantik yang familiar. Casandra hanya bisa tersenyum padahal pengen menangis sambil memeluk nya, tapi Casandra menahan nya. Rasa kangen nya pun dipertemukan kembali, yaitu bibi siti
KAMU SEDANG MEMBACA
explore time
FantasíaSeorang wanita bernama casandra yg selalu menjelajahi waktu. Walaupun awal mula casandra sangat takut knp waktunya bisa berubah terus. Tapi, lama kelamaan casandra sudah terbiasa menjelajahi waktu dan tentunya sudah terbiasa ama suasana yg baru atau...
