feel this love

9 2 0
                                    

Cinta tak logis. Datang dengan sendirinya, tanpa alasan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
   "Menurut kamu siapa sih yang paling manis di kelas?" tanyaku. "Menurut ku si lex sih" jawabnya.

   "Menurutku si ru sih. Dia manis apa lagi kalau tersenyum. Kata guru bahasa inggris kita, dia punya smile eyes. Kalau tersenyum pasti matanya seperti ikut tersenyum juga"

   "Iya sih"

   Perbincangan kecil tentang siapa yang paling manis berada dalam percakapan kami. Duduk di pinggir kali depan sekolah sambil berbincang-bincang menjadi kegiatan yang sering kami lakukan.

   Jangan tanya aku kenapa aku bertanya hal tersebut pada ella. Aku tak akan tahu. Itu terlintas begitu saja dalam pikiranku.

   Ella, salah satu sahabatku. Ia cukup manis. Jika ia tersenyum akan ada 2 lesungan di kedua pipinya. Rambutnya yang lurus, terlihat indah berada di kepalanya.

  Lalu aku? Jangan tanya. Kalau ada film yang berjudul beauty and the beast. Mungkin aku yang akan jadi beastnya. Rambutku, bukanlah rambut yang bagus. Mengembang dan keriting. Memiliki tahi lalat di sekitaran bibir bagian atas. Rambut yang diikat tak pernah absen setiap harinya. Anak rambut yang keriting dan halus-halus tak akan berhasil diikat, ia akan selalu berdiri dan membuat rambutku terkesan berantakan.

  Mungkin saat itulah aku sudah memiiliki rasa padanya. Tanpa ku ketahui apa alasannya.
  

in Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang