Suara sepatuku terdengar menggema di koridor sekolah. Namaku adalah Anjani Shaylyn. Aku adalah murid kelas 10. Entah mengapa aku terbiasa berangkat sepagi ini. Mungkin karena aku suka suasana sunyi di sekolah. Setelah sampai di kelas dan duduk di kursi ku, aku membaca pesan yang masuk ke ponsel ku.
Fari
Besok pulang sekolah aku jemput ya, aku mau beli buku.
Jani
Okeyy
Fari adalah temanku, ya, kalian bisa menyebutnya teman dekat. Iya , cukup dekat. Dia bersekolah di SMK sekarang, jaraknya pun tidak terlalu jauh dari sekolah ku. Kami mulai dekat sejak smp, lebih tepat nya saat kelas 8. Aku dan fari tidak pernah terikat hubungan apapun, tapi kami mengerti kami menganggap satu sama lain lebih dari teman.
Kelas ku sudah ramai sekarang, dan tak lama bel pun berbunyi. Tiba tiba temanku memukul pundak ku. "Janiiii udah kerjain pr matematika belumm. Pelajaran bu Nah niihh. Gua takut dihukum pake 100 soal."
"Udah lah drey, emang lu semalem ngapain sih? Nge chat in lisa mulu deh nih pasti." Balasku.
"Ishh suka sok tau lu ya."
Terserah lah, batinku. Aku pun memberikan buku ku kepada Dreynan.Biar kujelaskan sedikit tentang Dreynan pada kalian. Dia teman sekelas ku, dia bisa dibilang jagonya dalam urusan jail. Tapi ada satu masalah tentang dia, diam diam aku mulai menyukainya. Mungkin kalian menganggap aku kurang ajar, aku pun tau. Disisi lain aku dekat dengan Fari. Tapi aku mulai menaruh hati pada dreynan. Tapi aku masih bisa mengendalikan diriku, untuk tidak menganggap serius perasaanku.
"Anak anak, sekarang ibu mau kalian buat kelompok sebanyak 5 orang. Untuk mengerjakan tugas persamaan logaritma" ucap bu Nah.
"baik buu." Jawab kami serempak.
"Heh butet. Kita sekelompok ya." Panggil Azreyn.
Oh ya biar kuberi tau. Azreyn adalah teman sebangku Dreynan. Kadang aku berfikir, mengapa Tuhan tega sekali menyatukan 2 orang tidak waras dalam satu meja. Dreynan dan Azreyn sama sama menyebalkan. Tapi jika boleh jujur, aku sangat sayang kepada mereka. Mereka adalah salah satu teman terbaikku.
"Bisa gak manggil nya biasa aja? Lagian siapa juga yang mau sekelompok sama buntelan ubi kayak lo." Balas Melka.
Melka? Dia adalah teman sebangku ku. Sebelum nya aku tidak mengenali nya. Namun ia mengajak ku untuk duduk bersama ketika awal kelas. Melka bisa dibilang sangat cerdas. Dan ia salah satu orang yang sangat sabar mendengar ocehan tidak jelasku tiap harinya. Dan dia sangat sabar karna hampir setiap hari di jahili oleh teman teman sekelasku. Aku akan menceritakan tentang mereka nanti."
"Iya kita harus sekelompok. Trus kita harus kerja kelompok di rumah Melka. Nanti ibu nya Melka nraktir kita Mcd deh. Ya gak ni?" tanya Dreynan.
to be continued...
Hello readers, cerita ini adalah cerita teen fiction pertama ku. Rencananya aku akan update tiap Jumat.
happy reading..

KAMU SEDANG MEMBACA
DreynAnjani
Teen FictionAnjani Shalyn. Memiliki seorang teman dekat yang bernama Fari. Namun karena terhalang jarak, ia mulai menyukai teman sekelas nya sendiri. Apakah ia salah? Siapa yang harus dia perjuangkan? *Cerita ini hanya fiksi yang murni diambil dari imajinasi au...