Kalian tau, beribu luka menembus ulu hatiku?
Pedang dengan tatapan benci seakan menyayat tepi mataku
Ujung bibir tertarik keatas seakan meremehkan kemampuan hidupku.
Membiarkan diriku seperti mayat hidup yang sedang berjalan..
Tuhan, ingin rasanya seseorang berada di sisiku.
Mengikhlaskan pundaknya untuk ku?
Apakah salah?
Seseorang sepertiku memiliki kebahagiaan?
Kini, Air mata
Pecahan kaca
Ruang gelap
Jadi saksi bisu bahwa diriku,
Hancur..
KAMU SEDANG MEMBACA
Catatan Mimpi
AcakCatatan kecil dari saku para remaja. Catatan kecil yang mewakili pemikiran. Catatan kecil yang mewakili hati. Catatan kecil yang mewakili segalanya.
