Untaian Mutiara Kisah Fatimah
Tentang wanita itu...
Wanita yang menyerupai Rasulullah perangai dan jasadnya.
Wanita yang jika ditulis tentangnya, tentu akan habis seluruh tinta di muka bumi ini.
Penyair handal pun tentu akan bingung dari mana ia harus memulai tentangnya...
Perkataannya suci, perbuatannya terpuji...
Jika kita lihat ...
Siapa ibunya?
Siapa ayahnya?
Siapa suaminya?
Siapa anak-anaknya?
Ayahnya adalah Muhammad SAW
Ibunya adalah Khadijah Al-Kubra
Suaminya adalah Ali bin Abi Thalib
Putranya adalah Hasan dan Husein
Putrinya adalah Zainab dan Ummu Kultsum
Wanita itu dilahirkan di kota Mekkah. Lima tahun sebelum Rasul diutus. Tepatnya pada hari Jumat, 20 Jumadil Akhir.
Ayahnya memberi nama putrinya itu dengan nama yang indah... ia diberi nama Fatimah.
Ia diberi nama Fatimah karena Allah membebaskan Fatimah dari api neraka. Ia juga memiliki nama-nama lain, diantaranya: Al Mubarokah, Azzakiyah, Rodiyah, Al Mardhiya, dan ia dinamakan pula Azzahra.
Ia dijuluki sebagai Al Batul karena ibadahnya yang tidak pernah terputus. Ayahnya, Nabi Muhammad SAW menjulukinya sebagai Ummi Abiiha (ibu dari ayahnya) karena besarnya kasih sayang Fatimah terhadap ayahnya.
Ia tumbuh dengan akhlak yang baik. Diajari kejujuran, amanah, iffah, kasih sayang, tawadhu', sabar, dan akhlak yang sama seperti ayahnya, Nabi Muhammad SAW.
Sedari kecil Sayyidah Fatimah sudah terlatih dengan cobaan hidup yang amat rumit. Ia menyaksikan kejadian-kejadian yang sangat menyakitkan hati.
Harus tetap kuat ketika melihat dan merasakan siksaan kafir Quraisy terhadap Sang Ayah.
Bahkan di saat usianya masih menginjak lima tahun, Sayyidah Fatimah melihat dengan mata kepalanya sendiri, ayahnya ditimbuni kotoran ketika sedang bersujud di depan Ka'bah.
Tak hanya itu...
Saat Perang Uhud, Rasulullah terluka di giginya. Dari pipi beliau darah mengalir deras.
Sayyidah Fatimah segera berlari mencari selembar daun, untuk dibakar, dan ditempelkan di luka ayahnya. Sekita itu pula, darah berhenti mengalir...
Saat Rasulullah dikepung dan tidak diberi makan berbulan-bulan, Sayyidah Fatimah melewati hari demi hari dengan keridhaan.
Ketika sudah mulai menginjak usia remaja, banyak laki-laki Quraisy yang datang untuk meminang Sayyidah Fatimah.
Dari mereka juga ada pembesar-pembesar sahabat. Diantaranya Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, Sayyidina Utsman. Tetapi, pinangan mereka ditolak secara halus oleh Nabi.
Ketika itu, sahabat langsung memerintahkan Sayyidina Ali untuk mendatangi Nabi Muhammad untuk mencoba melamar putrinya. Ia pun merasa sangat malu dan minder. Tetapi karena desakan para sahabat, ia pun memberanikan diri. Ketika Sayyidina Ali datang meminang, Rasulullah langsung menjawab, "Marhaban wa Ahlan..." Bahkan, sebelum Sayyidina Ali mengucapkan sepatah kata pun.
Kabar ini langsung tersiar seantero Mekkah.
Pernikahan pun berlangsung dengan khidmat, sederhana, namun penuh cinta.
Sayyidah Fatimah dengan Sayyidina Ali menikah dengan mahar 400 mitsqal perak.
Pernikahan yang sangat sederhana, tanpa rentetan makanan prasmanan, atau baju bertaburkan emas berlian. Pernikahan yang kelak nantinya akan menghasilkan anak keturunan yang mulia.
Anak keturunan yang akan menjadi penyambung nasab Nabi Muhammad SAW.
Di saat Rasul mendatangi mereka berdua yang tengah bersenda gurau, Rasul tersenyum, dan mendoakan mereka,
بارك الله لكما و جمع شملكما و اخرج منكما كثير الطيب
"Semoga Allah memberkahi kalian, mempermudah urusan kalian, dan keluar atas kalian keturunan yang banyak dan baik."
Mari kita mengenal sejarah kehidupan Sayyidah Fatimatuz Zahra.
