Paul Andre Sebastian

20 1 0
                                        

Paul Andre Sebastian

Berusaha untuk melupakan apa yang telah terjadi, aku selalu berusaha mengalihkan segala perhatianku terhadap keluargaku, apapun bentuk mereka, ada ataupun tidak adanya mereka, ataupun sayang atau tidaknya mereka, aku berusaha untuk baik-baik saja. Mungkin aku masih menyalahkan mereka atas apa yang terjadi padaku, masalaluku yang begitu tenggelam masih kujadikan mereka sebagai pelaku utama hancurnya diriku


kalian tau? saat orangtua kalian mengatakan mereka harus "berpisah" jangan pernah menghalanginya, aku tau memang sangat berat melakukannya, kebanyakan dari kita selalu lari ke arah yang salah, selalu mengartikan sebuah perpisahan sebagai bentuk pengakhiran hubungan atas segalanya. Tapi kalian salah saat mereka benar benar ingin mengakhirinya, maka kalian harus memahaminya bahwa keputusan itu adalah yang terbaik yang dipilih, dibandingkan harus bertengkar setiap hari, itu akan lebih melelahkan. Aku mungkin menyesali keputusanku saat itu berlari ke arah yang salah, saat ini aku benar benar telah rusak, aku bahkan menjadi beban untuk ibuku, usaha dia untuk memperbaiki ku rasanya aku ingin mengakhirinya tapi aku tau ibuku ingin aku kembali pulih, ia melakukan apapun untuk memperbaikiku, aku tak sanggup melihat air mata yang terus mengalir, aku juga mungkin menyalahkan dia atas apa yang terjadi, apakah harus

menunggu aku rusak seperti ini baru ia menoleh ke arahku? tapi aku benar benar bersyukur bahwa ia tak membuangku. Aku mungkin dulu benar benar sangat brengsek, ku pikir tak akan ada wanita yang mau mendampingi diriku namun ia datang ia yang mau menerima ku dengan keadaan ku yang seperti ini ia yang

seiman dengan ibuku. Aku tak tau harus berterimakasih pada siapa karena aku tak memiliki iman iman yang ku jalani saat ini adalah iman yang diajarkan oleh ibuku. Namun aku benar benar ingin mengenal Tuhan.

"kau memang berbeda tapi bukan berarti kau salah, kau juga pasti memiliki alasan" kata kata itu selalu terngiang di kepalaku.Seorang gadis yang tak pernah tebayangkan olehku, seseorang yang berbeda iman dengan ku datang. Aku tersentak saat ia memahami jauh lebih baik dari siapapun yang pernah ku kenal, gadis dengan toleransi tinggi dan seseorang yang benar benar jujur. Dia yang

aku tau harus bagaimana, Ku akui aku benar benar tak bersyukur, kali ini aku ingin memilikinya tapi kami benar benar berbeda, aku tak mungkin meninggalkan ibuku serta dia wanita yang lebih dahulu mencintaiku, tapi tidak ada yang tahu kemana angin akan mengarahkanku, pertemuan ku dengannya mengubah segalanya meski berat aku tau ini yang aku mau.

thanks for reading

Akhir dari akhirWhere stories live. Discover now