Kehidupan keluarga Dirgantara yang memiliki banyak cerita. Dengan warna yang berbeda di setiap pribadinya.
Heboh? So pasti
Jangan lewatkan kisah mereka
.
.
.
Gue mulu yang kena heran - Yeonjun Ardan Dirgantara
Mas yeonjun itu otaknya suka ketingga...
Yeonjun tuh paling males kalo harus ikutan bundanya ke arisan komplek. Arisan dimana isinya semua ibu-ibu rumpi yang sosialita.
"Assalamu'alaikum, Mas pulang!" kata si Yeonjun lesu pake banget waktu masuk ke dalem rumah. Pasalnya hari ini dia harus ikut bundanya arisan.
Kai yang lagi main game di ruang tengah mereka ngeliatin Yeonjun yang jalannya udah kayak mayat hidup.
"Wa'alaikumsalam, Mas kenapa?" tanya Kai pada Yeonjun yang sekarang udah duduk di sofa.
"Gue nggak mau pergi. Dek, lo aja deh yang gantiin gue," pinta Yeonjun ke Kai.
Kai langsung ngebalikin badannya dan fokus main game lagi. Dia udah menuliskan telinganya saat ini.
"Dek, tolongin gue lah, gue males banget sumpah pergi ke acara begituan," kata Yeonjun mencoba membujuk Kai.
"Nggak, adek nggak mau, entar ketemu ama tante Nayeon," kata Kai menolak keras.
Yeonjun yang denger nama salah satu temen bundanya pun sontak bergidik ngeri. Gimana enggak, tante Nayeon itu suka nyubitin pipi mereka gemes, dan itu tuh sakit woy. Lagian Yeonjun udah gede, masa masih digituin, kek anak kecil aja.
"Gue beneran nggak mau pergi!!!" rengek Yeonjun.
"Nggak mau pergi kemana mas?"
Dahyun baru aja turun dari lantai atas, dia udah siap dengan pakaian simpel buat pergi arisan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ehh bunda!" Yeonjun kaget waktu liat bundanya dateng.
"Mas yeonjun katanya nggak mau ikut bun-hmpttt!"
Yeonjun nutup mulutnya Kai sambil senyum ke arah bundanya. "Mas nggak mau pergi main ama Chani bun," kata Yeonjun.
"Loh kenapa? Chani anaknya baik kok," kata Dahyun.
"Tapi bau kelek, mas nggak suka hehehe," bales Yeonjun ngasal sambil nyengir.
"Kamu ini ada-ada aja deh." Dahyun geleng-geleng kepalanya.
Yeonjun bisa nafas lega sekarang. Sementara Kai malah ngedumel karena Mamas-nya itu bohong.
"Yaudah, mas mending cepetan ganti baju deh, bunda bentar lagi mau berangkat ini," kata Dahyun yang menghancurkan senyuman lega milik Yeonjun.
Kai yang denger itu langsung auto ngakak. Yeonjun natep adeknya itu tajem, keliatan banget dia tuh kesel tapi nggak bisa marah sama adeknya.
"Yaudah deh, tungguin ya bun," kata Yeonjun.
Yeonjun narik tasnya, dia jalan ke kamarnya dengan berjalan layaknya mayat idup.
Skip
Yeonjun turun dari lantai atas, dia udah ganti baju dan udah siap buat nemenin bundanya arisan.