Jungkook baru aja pulang kerja, dia masuk ke dalam rumah tuh, tapi nggak ada yang nyambut kedatangannya, padahal Jungkook udah ngucapin salam.
Pas Jungkook sampe di ruang tengah, langkah Jungkook terhenti. Jungkook bisa ngeliat Dahyun dan Yeonjun yang lagi bicara berdua. Air mata Dahyun pun nggak luput dari pandangan Jungkook.
"Harusnya bunda yang minta maaf karena dulu bunda nggak ngasih seluruh perhatian bunda buat kamu," ucap Dahyun.
"Bunda nggak perlu minta maaf, Mas sadar kalo waktu itu bunda pasti lagi kesusahan. Bunda jadi orang tua muda, dan mas tahu kalo bunda pasti kewalahan dengan tugas bunda sebagai istri dan seorang ibu dari lima anak, itu bukan salah bunda. Bunda adalah bunda yang hebat buat mas, buat Soobin, Beomgyu, Taehyun dan Kai. Bunda nggak perlu khawatir, mas selalu ngerasa dapet perhatian dan kasih sayang bunda, dan akan selalu begitu, karena bunda adalah bundanya mamas," ucap Yeonjun.
Jungkook entah kenapa ikutan ngeluarin air matanya waktu denger Yeonjun bilang gitu. Hatinya tergerak, terlebih lagi istrinya itu kembali menangis saat ini.
"Bunda sayang banget sama mas," ucap Dahyun sambil ngelus kedua pipi Yeonjun.
Yeonjun senyum tapi dengan air mata yang menetes.
"Mas lebih sayang sama bunda," bales Yeonjun
Jungkook senyum waktu dengerin perkataan dari keduanya. Jungkook bahagia, ia bahagia dengan semua yang ia miliki saat ini. Seorang istri seperti Dahyun yang sangat ia cintai beserta anak-anaknya.
Jungkook pun menghapus air matanya. Ia kembali mengatur ekspresinya. Jungkook pun mulai mendekati Dahyun dan Yeonjun, Jungkook langsung bergabung dengan keduanya, memeluk mereka dengan erat.
"Ayah?!"
"Sayang?!"
Seru Dahyun ama Yeonjun yang kaget sama kedatangan Jungkook yang tiba-tiba.
Jungkook ngelepasin pelukannya.
"Kenapa? Dari tadi juga ayah udah salam nggak dijawab-jawab, malah asik berduaan di sini," omel Jungkook.
Dahyun ama Yeonjun saling tatep terus ketawa aja tuh.
"Ayah mah kurang gede suaranya, harusnya kayak bunda dong," kata Yeonjun.
"Emang kenapa bunda?" tanya Jungkook penasaran.
"Suara bunda kan kayak toa masjid yah hahaha!"
"Apa?!" ucap Dahyun.
Yeonjun langsung kabur tuh sebelum bundanya ngamuk. Tapi sebelum itu dia mengecup kening Dahyun dulu.
"Selamat berduaan ya, mas mau mandi dulu. Jangan berisik! Kalo mau berisik entar larut malem aja," goda yeonjun dari arah tangga. Yeonjun ngedipin matanya ke ayahnya sambil pasang jembol.
Jungkook cuma ketawa aja liatin kejahilan anak sulungnya itu, Jungkook pun membalas memberikan jempolnya pada Yeonjun sebagai jawaban.
Waktu Yeonjun udah pergi, tinggal Dahyun ama Jungkook aja tuh. Jam juga udah nunjukin pukul 10 malem.
"Ngomongin apa tadi sama Yeonjun hmm?" tanya Jungkook ke Dahyun sambil ngelusin rambut istrinya itu dengan sayang.
"Pembicaraan antara ibu dan anaknya, ayahnya nggak boleh tau," kata Dahyun mau sok rahasia-rahasiaan.
Jungkook cuma ngangguk-ngangguk aja tuh, Dahyunnya senyum-senyum.
"Sayang," panggil Dahyun.
Jungkook nengok. "Kenapa?"
"Makasih ya karena udah jadi suami yang baik buat aku dan juga ayah yang baik buat anak-anak. Aku Cinta banget sama kamu, dan kamu harus tahu itu," ucap Dahyun pada Jungkook tulus.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dirgantara Family
Fiksi PenggemarKehidupan keluarga Dirgantara yang memiliki banyak cerita. Dengan warna yang berbeda di setiap pribadinya. Heboh? So pasti Jangan lewatkan kisah mereka . . . Gue mulu yang kena heran - Yeonjun Ardan Dirgantara Mas yeonjun itu otaknya suka ketingga...
