Heora: The Moon is Setting, OST The Moon That Embraces the Sun
Selamat membaca.
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%
Shion sungguh terkejut melihat 'dua bulan' dihadapannya ini. Hanya dengan sekali pandang, ia segera mengetahui bahwa Naruto adalah anak yang harus ia lindungi keberadaannya. Naruto, bulan yang bila terlalu dekat dengan matahari akan menghancurkan keluarganya, namun dia ditakdirkan untuk mendampingi matahari. Shion teringat perkataan Ranmaru jika anak itu harus dijauhkan dari matahari agar selamat. sementara bulan yang satu lagi, Sakura, mengeluarkan energi gelap, dingin, dan jahat. Shion harus menutup matanya karena terlalu pekat aura bulan dari Sakura.
Sakura terkejut melihat Naruto yang datang bersamaan dengannya. "Apa kau juga datang ke Istana untuk menemani Tuan Putri?" Tanya Sakura sembari meremat ujung gaunnya.
"Iya... apa kau juga?" Tanya Naruto kembali. Sakura menghela napas kesal membuat Naruto menjadi tidak enak hati.
Shion masih terlena menatap interaksi keduanya sampai salah satu pelayannya mengingatkan jika dirinya sudah ditunggu oleh Ibu Suri.
Didalam kediamana Ibu Suri Sara, Shion membungkuk hormat.
"Cenayang Miroku, aku ingin kau menggunakan kemampuanmu untuk melihat apakah salah satu dari kedua gadis yang baru datang ini. Apakah salah satu diantara keduanya berpotensi menjadi Putri Mahkota?" Shion tertegun mendengar permintaan Ibu Suri. Tanpa banyak kata, Shion membungkuk dan menyembunyikan diri dibalik bilik Ibu Suri sembari menunggu kedatangan Naruto dan Sakura.
Naruto dan Sakura diantar kedalam sebuah ruangan untuk menunggu. Setelah pelayan pengantar keluar ruangan, keduanya langsung mengambil posisi berjauhan. Naruto yang tidak tahan akan tensi didalam ruangan, dia berinisiatif beringsut mendekati Sakura dan mengajak berteman. Dengan senyum lebarnya, Naruto meminta melupakan kejadian kemarin dan memulai lembar baru sebagai teman. Sakura tersenyum sinis mendengarnya, tapi dia sudah diwanti-wanti oleh ayahnya agar tidak membuat musuh di Istana atau membiarkan perasaannya terlihat orang lain secara terang-terangan.
Sakura menoleh dan memasang senyum palsunya dan menerima ajakan Naruto untuk berteman.
Naruto yang polos tersenyum lega. "Ah... aku lega sekali. Tadinya aku mengira kau masih marah akibat kejadian waktu itu. Aku takut menyinggungmu." Ungkap Naruto merasa bersalah akan peristiwa Kyubi.
Sakura dengan senyum palsu menyangkalnya dengan halus. "Sudahlah... lupakan saja kejadian itu." Padahal yang tidak Naruto tahu, Sakura sungguh masih menyimpan dendam akan ocehan Naruto.
Naruto mendekati Sakura dan memegang tangannya. "Baiklah mulai sekarang, mari kita berteman." Sakura memaksakan senyum diwajahnya.
Di Istana Feniks, Sasuke mondar-mandir di kamarnya. Dia sesekali melihat tanamannya. Tanaman pemberian Naruto kala itu yang sudah tumbuh. Dia bertanya-tanya tumbuhan apakah itu? Tapi suatu pikiran menyenangkan melintas dibenarknya. Dia menyeringai dan mengangguk penuh arti. Ketidaktahuan akan tumbuhannya itu akan menjadi alasan dia untuk bertemu dengan bertanya langsung pada Naruto.
Kasim Kiba datang melapor kepada Sasuke. "Yang Mulia, ada dua gadis yang datang ke Istana untuk menemui Tuan Putri Izumi, mereka adalah Nona Naruto, Putri dari keluarga Namikaze dan Nona Sakura Putri dari keluarga Haruno."

YOU ARE READING
The Moon that Embraces The Sun (SasufemNaru Version)
FanfictionYeah... Sesuai judulnya, kali ini Jung bakalan bikin cerita yang bisa dikatakan ketik ulang dari yang sudah ada. Alasannya? Tentu saja karena Jung suka drama ini, hehehehehe. Jadi sekalian ngetik ini dah... Semoga suka.