Diera Oktaviani Wijaya

6 5 0
                                    

Gadis itu sedang duduk sambil membaca salah satu buku favoritnya di sebuah tempat barbau buku-buku, penuh keheningan dan  suasana yang berbeda dari tempat yang lainnya. Dimana lagi kalau bukan di perpustakaan. Hal ini merupakan salah satu kebiasaanya ketika istirahat.

Ya. Dialah Diera Oktaviani Wijaya. Seorang gadis yang biasa dipanggil Diera. Yang memiliki pola pikir yang berbeda dari teman-temannya. Dia memiliki suatu hal yang unik.

"Permisi, boleh duduk disini gak?"
Tanya seorang siswa cowok dihadapannya.

Kebetulan bangku didepan Diera kosong.

Diera  menurunkan sedikit buku bacaannya. Dan menatap cowok tersebut dengan penuh tanda tanya.

"Boleh."
Diera hanya menjawab singkat dengan nada yang datar.

Cowok tersebut langsung duduk dan fokus ke buku yang ia bawa.

Entah kenapa Diera tidak merasa terganggu dengan kehadirannya. Padahal Diera adalah orang yang tidak suka jika ada yang mendekatinya ketika dia sedang membaca.

Karena cowok tersebut duduk dihadapannya, jadi Diera dapat melihat wajahnya. Dari wajahnya dia kelihatan sedang berpikir keras.

Tak berapa lama ia memukul meja. Hal itu membuat seluruh penghuni perpustakaan berseru "shhhit'' , cowok tersebut kemudian meminta maaf dengan suara yang pelan.

Melihat itu Diera langsung bertanya.

"Ada apa?"

"Enggak. Gak papa."

Diera mencoba melihat apa yang sedang dikerjakan cowok tersebut. Dia langsung mengambil kertas dan pulpen milik cowok itu tanpa meminta izin dari sang pemilik.

Tak berapa lama Diera telah menjawab semua soal dengan mudah. Ya, itu hanya soal fisika yang kebetulan dia mengerti. Kemudian Diera mengembalikan benda itu pada pemiliknya. Saat itu juga bel tanda istirahat berakhir.

Diera berjalan menuju pintu keluar dan meninggalkan cowok itu sendirian. Dia langsung mempercepat jalannya. Karena sekarang adalah pelajaran Fisika. Jika dia terlambat, dia akan diberikan hadiah oleh Pak Santoso. Guru yang terkenal paling killer se- SMA Kartika Jaya. Apalagi kalau bukan-"please get out".

Untung saja Diera sampai sebelum Bapak itu datang. Diera langsung menuju bangkunya.

"Dari mana aja Ra?"
Tanya Ray teman semeja Diera.

"Biasa tempat paling rame di sekolah."

"Oh."

"Ray tadi gue ketemu sama cowok di perpus. Kayaknya pengunjung baru, soalnya baru kelihatan."

"Bagus dong. Jangan-jangan lo suka ya?"
Goda Ray.

"Apaan sih lo. Gue itu masih tetap pendirian. Gak pernah mau berubah."

"Emang lo gak capek ya. Nunggu dia yang gak pernah pasti sama lo.

"Cinta akan datang dengan jalannya masing -masing. Mungkin ini salah satu prosesnya."

"Tapi Ra. Ada juga saat dimana lo udah gak kuat lagi untuk nungguin dia. Lo itu orang paling setia yang gue kenal. Walaupun cinta lo mungkin tak terbalaskan."

"Terserah lo. Gue mah bodo amat."

2 menit setelah percakapan mereka. Guru yang diharapkan tidak datang, telah berdiri gagah di depan kelas.

Pelajaran dimulai.

🐾🐾

"Ra, lo lagi free kan pulang sekolah?"
Tanya Nata.

"Gak, gue lagi gak free."

"Ah, padahal gue mau ngajak lo makan es krim."

"Lain kali aja ya Nat. Soalnya jam 3 nanti timnas u-16 mau main lawan timnas u-16 Thailand. Live steraming loh."
Ujarku sumringah.

"Gadis aneh."
Sahut Nata dengan volume super kecil.

I Will Find YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang