Sebelum bener-bener ke atas, Bunda Jeon nyiapin minuman dan makanan dulu buat Taehyung baru setelahnya dia samperin anak sulungnya di kamarnya.
"Apa sih teriak-teriak? Nggak enak lho itu ada Nak Taehyung."
"Nggak jadi. Bunda telat." jawab Jungkook sok jutek sambil nyisir rambut padahal rambutnya nggak berantakan.
Bunda merhatiin anaknya dari ambang pintu. Ditatap tajam.
"Apa sih, Nda?" ya Jungkook salting juga ditatap sedemikian rupa sama si bunda.
"Kamu mau jadi anak durhaka?" tanyanya tajam.
Jungkook berjengit terus langsung nengok. "KOK GITU?! KAN JUNGKOOK TERIAK BIAR BUNDA KEDENGERAN!" terus hampiri bundanya dan nemplokin(?) badannya ke bunda.
"BUNDA PLEASE, JANGAN KUTUK JUNGKOOK!! JUNGKOOK JANJI NGGAK AKAN NAKAL LAGI! NGGAK AKAN MINJEM HAIRDRYER BUNDA DIEM-DIEM LAGI! NGGAK AKAN PAKE CATOKAN BUNDA DIEM-DIEM LAGI..!! JUNGKOOK NGGAK MAU JADI BATU! NGGAK MAU JADI TEMENNYA MALING KUNDANG!! KUTUK JUNGKOOK JADI PACARNYA V BTS NGGAK APA-APA, DEH. JUNGKOOK IKHLAS LAHIR BATIN."
Bunda ngernyitin dahinya terus dorong kepala anaknya biar nggak ngusel lagi ke leher. Geli juga, cuk. "Kamu ngomong apa, sih?"
"Ih, Bunda bilang Jungkook jadi anak durhaka gara-gara teriak."
"Kapan Bunda ngomong gitu? Maksud Bunda bukan itu, tapi kamu punya pacar luar biasa ganteng masa nggak kasih tau Bunda."
Mata Jungkook berkedip.
Kedip lagi.
Kedip kedip lagi.
"WHAATTT!!???"
Teriakan membahana Jungkook bahkan kedengeran sampe ke bawah. Ngebuat Taehyung hampir aja jatohin gelasnya pas dia lagi mau minum. "Astagfirullah." ucap Taehyung seketika sambil ngelap es jeruk yang muncrat ke sekitar mulutnya.
Nggak nyangka kalau ternyata emak sama anak sama-sama suka bacot.
"Pacar apaan astoge?!" kali ini dia sedikit berbisik.
"Lah, itu Taehyung?"
Jungkook buru-buru bekap mulut Bunda sambil jari telunjuk ke bibirnya. "Sssttttt... Jangan keras-keras, Nda. Nanti kedengeran sama yang punya nama."
Bunda muterin bola mata. Ini anaknya kok ya begini banget. Mereka itu di lantai dua dan kamar Jungkook rada di belakang. Apalagi Bunda ngomong perasaan nggak kenceng-kenceng amat. Mana bisa kedengeran, coba?
"Jadii...??" tanya Bunda minta penjelasan begitu bekapan tangan anaknya lepas.
Jungkook garuk kepala. Bingung sendiri jelasinnya gimana. "Gini ya, Nda. Jungkook sama Taehyung itu nggak pacaran. Tapi..."
"Tapi...??"
"Jungkook doang yang suka." Jungkook ngomong gini pelan banget. Hampir aja Bunda nggak denger kalo aja telinganya nggak terbiasa denger suara bisikan karena seringnya ngegosip sama ibu-ibu tetangga.
"Maksudnya kamu tuh posisinya sepihak gitu? Cinta bertepuk sebelah tangan?"
Yang ditanya ngangguk dengan muka super melas.
"Hadeh, makanya usaha dong. Biar Taehyung suka juga sama kamu terus jadian, terus ntar tunangan, terus nikah, dan Bunda bisa dapet cucu dari suamimu yang ganteng. Biar Bunda bisa pamerin ke temen-temen Bunda kalo punya menantu super ganteng dan cucu yang lucu."
"Ya, Bunda ngomong gampang." Jungkook mencebik. "Lagian nih, ya. Taehyung kayaknya udah suka sama orang deh."
"Yaudah, masih sekedar suka, kan? Masih belum pacaran mah masih bisa kamu tikung. Masih bisa kamu buat oleng. POKOKNYA PEPET TERUS TANPA RAGU! Jangan mau kalah sama orang yang disuka nak Taehyung. Mukamu juga lumayan cakep lho, kak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Gebetan [TAEKOOK] - ORIGINAL
ФанфикшнTaehyung ngegebet Jungkook diam-diam. Jungkook ngegebet Taehyung diam-diam. Sama-sama suka tapi juga sama-sama malu buat memulai. Yang satu cemen, yang satu gengsian. Intinya mereka sama-sama payah. Kasian takdir, dipermainkan sama mereka. Ini...
![Gebetan [TAEKOOK] - ORIGINAL](https://img.wattpad.com/cover/134586819-64-k94921.jpg)