Besok paginya, baik Jungkook maupun Taehyung sama-sama memulai hari dengan senyum super lebar.
Buat orang-orang rumah yang melihat jadi khawatir.
"Bang? Lo ngapa?" tanya Sejeong ngeri.
Kegiatan memakai sepatunya (dengan posisi ngangkang(?) yang untungnya dilapisi celana olahraga di dalam roknya) jadi terhenti.
Taehyung menoleh. Masih senyum lebar, dia pun menyapa sang adik. "Halo adikku yang super cantik! Lo udah sarapan?"
"Hah?" Sejeong merinding seketika mendengar ucapan aneh kakaknya itu.
Jelas aneh. Karena seumur-umur, Taehyung tidak pernah memujinya cantik. Kata yang paling sering diucapkan oleh Taehyung itu "jelek", "buluk", "dekil", dan semacamnya.
Mereka memang dekat. Sejeong bahkan mengakui bahwa dirinya lebih dekat dengan sang Abang daripada orang rumah lainnya. Tapi kedekatan mereka itu bukan seperti yang saling memuji atau penuh interaksi lembut nan cheesy. Ewh. Membayangkan mereka akan melemparkan bentuk kasih sayang yang "mesra" ala kakak-adik normal bahkan membuat Sejeong bergidik.
Jadi mendengar abangnya itu memujinya dengan nada kelewat penuh rasa sayang yang palsu membuat Sejeong ngeri sendiri.
"Lo berangkat sama siapa? Hati-hati ya! Awas aja kalau lo bareng temen terus lo kenapa-napa! Gue hajar tuh orang." Setelah berbicara begitu, Taehyung kembali tersenyum lebar.
Oke, ini sudah tidak bisa Sejeong tolerir lagi. Dia lebih memilih abangnya yang ngeselin, resek, bengis, dan selalu ngajak dia ribut daripada yang manis begini. Tidak pantas sama sekali.
Sejeong pun buru-buru menyelesaikan kegiatan mengikat tali sepatunya lalu bergegas keluar dari rumah.
Orang tuanya lagi jalan-jalan ke Dubai. Nggak tau lagi ngapain di sana. Ngehamburin duit ke padang pasir kali. Jadi di rumah hanya tinggal mereka berdua saja.
"Dadaahh!!! Have a nice day ya sister!
***
Nggak beda jauh sama kondisi di rumah Jungkook pagi ini.
"HALO, GOOD MORNING EPRIBADEH! JUNGKOOK YANG GANTENG MEMPESONA UDAH HADIR DIANTARA KALIAN UNTUK MEMPERBAIKI PEMANDANGAN!" Teriak Jungkook begitu sampai di ruang makan.
Ayah Jeon kaget, sampai tersedak kopi yang sedang diminumnya. Bunda Jeon yang sedang mengambil nasi pun menjatuhkan centong nasinya. Ryujin yang baru mau duduk hampir saja nyusruk ke lantai karena salah menaruh pantatnya.
"Ya ampun, Ryujin! Kamu nggak apa-apa?! Mana yang sakit?! Sini abang obatin!" seru Jungkook kaget yang berlebihan dan dengan gerakan lebay, dia menolong Ryujin untuk kembali duduk di kursi makannya dengan benar.
Kedua orang tuanya masih mematung memperhatikan sang anak sulung.
"Kak? Kamu nggak apa-apa?" tanya bunda.
"Yaampun, bunda! Selamat pagi! Makin cantik aja!"
Sementara ketiga anggota keluarganya masih diam memperhatikan Jungkook, bocah yang tidak menyadari kalau sedang diperhatikan hanya fokus memasukkan nasi beserta lauknya ke dalam mulutnya dengan khidmat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Gebetan [TAEKOOK] - ORIGINAL
FanfictionTaehyung ngegebet Jungkook diam-diam. Jungkook ngegebet Taehyung diam-diam. Sama-sama suka tapi juga sama-sama malu buat memulai. Yang satu cemen, yang satu gengsian. Intinya mereka sama-sama payah. Kasian takdir, dipermainkan sama mereka. Ini...
![Gebetan [TAEKOOK] - ORIGINAL](https://img.wattpad.com/cover/134586819-64-k94921.jpg)