⏩⏩
Semilir angin menerpa asa
Yang berbicara, tentang rasa
Bukannya melupakan aksara
Namun hati terlarut laraSecret Admire
Irfan membaca setiap kata dalam gumpalan kertas rusak itu satu persatu. Saat ditengah perjalanan ingin kekantin, tiba tiba ada yang melemparkan ia gumpalan kertas tak beraturan itu. Tepat mengenai pelipis nya.
Dengan heran ia membacanya. Jika kalian tanyakan pada Irfan apa maksud puisi itu, tentu ia akan dengan cepat menjawab.
"Gue gak paham. Sorry bikin kecewa, tapi gue bukan Dilan"
Sontak Falldy menoyor kepalanya."Heh, yang bilang lo Dilan siapa. Ngawur lo"
Irfan hanya menatap Falldy kesal. Sembari mengelus kepalanya.
"Lan, lo paham?" tanyanya.
Dylan yang tengah fokus membaca kertas itu pun menoleh.
"Hm, gue emang bukan Dilan di film. Tetapi, setidaknya sebagai titisan Albert Einstein tentu gue paham maksud nih puisi" balas Dylan.
"Oh, ini namanya puisi ya" ucap Irfan polos. Yang lain hanya menganga melihatnya.
"Lah lo kira apaan?"
"Gue kira essai" cengir Irfan.
Serempak Dylan dan Falldy menjitak kepalanya. Maklum seumur hidup gak pernah dikasih puisi.
"Dasar goblok, lo kira puisi itu kata katanya ibu ibu melulu" geram Falldy kesal.
"Mana gue tau ini puisi. Terakhir bikin puisi sd kelas 3"
"Ck, Irfan Irfan," Dylan geleng geleng kepala "emang gak peka banget jadi cowok. Ini tandanya ada yang suka sama lo".
"Oh, biasa lah orang ganteng" Irfan mengambil kertas itu dari tangan Dylan. Lalu berjalan menghampiri tong sampah. Tanpa rasa bersalah sama sekali ia membuangnya.
"Cih, lo ganteng prett..." cibir Falldy.
"Cycyl!" panggil Dya.
Cycyl yang tengah duduk di kursinya sontak menoleh.
"Kenapa Dy?" tanyanya.
"Yuk, buruan ke lapangan basket" ajak Dya.
"Ngapain, kurang kerjaan banget"
"Ya ampun, sekolah kita lagi tanding basket. Yuk nonton, Yaya jadi cheerleaders tuh buruan"
"Iya iya sabar"
"Cyl, Irfan tuh" tunjuk Dya. Mereka duduk ditribun atas. Cycyl sempat takjub melihat Irfan dengan lihainya memainkan benda bulat berwarna oranye itu. Menurutnya dengan kulit seputih susu itu, Irfan tak jago dalam bidang olahraga.
Sedangkan didekat lapangan ada anak anak cheerleaders yang sedari tadi bersorak. Tak hanya Sevanya melainkan ada Natasha dan Kyra juga ditim cheerleaders itu.
"Eh, Irfan ganteng ya" bisik cewek dengan rambut pendek sebahu disebelahnya.
"Iya, tapi sayang dia gak bisa move on dari mantannya. Sedih banget deh, mendingan sama gue aja" sahut gadis disebelahnya.
"Ih, mit amit mendingan sama gue"
"Siapapun cewek yang berhasil ngerebut hati Irfan, dia cewek yang beruntung banget"
"Iya. Semoga gue"
"Najis"
Dalam hati Cycyl bertanya tanya. Cowok seperti Irfan punya mantan? Beda banget dari tampangnya.
Pertandingan sudah selesai. Dan SMA Negeri 47 Jakarta Selatan pemenangnya dalam babak penyisihan ini.
Cycyl berjalan mendekati lapangan basket. Ditangannya ia membawa air mineral. Rencananya ia ingin memberikan pada Yaya. Dya juga membawa air mineral untuk Natasha dan Kyra.
Karena keadaan lapangan yang penuh dengan manusia. Mereka sedikit kesusahan berjalan. Oh, terlebih lagi para penggemar Irfan yang segudang. Faktanya Irfan memang sudah terkenal disekolah sekolah lain.
Tiba tiba dari samping kanannya, ada yang menyenggol nya hingga tubuh Cycyl terhuyung kesamping."Aa..." pekik Cycyl. Ia memejamkan matanya.
Nafasnya tersengal sengal. Saat membuka mata ia pikir tubuhnya akan terhempas diatas lantai dengan posisi mengenaskan.
Tebakannya salah, yang pertama kali ia lihat. Irfan memeluknya. Seolah tersadar dia langsung berdiri.
"Em, Irfan thanks ya" ucap Cycyl malu, ia hanya menuduk.
Bodoh Cyl, kenapa harus jatuh. Bikin malu aja.
Batin Cycyl merutuki kesalahan nya tadi.
"Iya"
Irfan melirik pada tangan yang dibawa Cycyl. Dengan cepat ia menyambar air mineral itu dari tangan Cycyl. Cycyl hanya bisa melongo.
"Buat gue ya, thanks" ucap Irfan lalu pergi berlalu meninggalkan Cycyl yang bingung sendiri.
Netizen pun teriak teriak heboh menyaksikan kejadian tadi. Dya menyenggol bahu Cycyl.
"Cie, yang barusan ditangkep Irfan" godanya.
"Paan sih, lo kira gue cicak apa" sahut Cycyl kesal. Ia berjalan duluan meninggalkan Dya dibelakangnya.
"Idih ngambek"
➡️➡️➡️
Senja.
Tak ada yang lebih indah dari senja. Langit oranye membentang menjadi penyangga kepulan kapas yang menggantung. Burung burung terbang menghampiri sarangnya. Sang angin, datang menghembus sehingga dedaunan pohon menari hingga jatuh ke bumi. Tak ada yang lebih indah dari ciptaan Tuhan.Cycyl yang tengah duduk dibawah pohon rindang. Menanti matahari terbenam. Ia mengadahkan kepalanya keatas. Menunggu belas kasihan alam.
"Kak Rio"
Alam begitu kejam menurutnya. Memisahkan ia dan orang terkasih nya.
"Aku kangen," tak kuasa ia menahan air matanya "kak Rio..."
Di bawah pohon rindang ini, alam bersaksi. Diakuinya ia sedikit menyesal kembali ke kemari. Hal ini akan kembali menguak tabir kesedihannya.
"Cycyl" suara berat bariton itu memanggilnya.
Cycyl mendongak menatap pemilik suara bariton itu. Ia sedikit terkejut.
"Falldy"
"Ngapain lo disini?" tanya Falldy heran. Cycyl menjawabnya dengan gelengan.
Cycyl mengelap kasar air matanya yang mengalir di pipinya.
"Lah, lu nangis?"
"Paan sih, nggak" tukas Cycyl cepat.
"Ngaku deh lo" desak Falldy.
"Ih, kepo banget sih lo" ia langsung berdiri sambil menghentakkan kakinya kesal. Niatnya ia ingin pergi dari hadapan Falldy.
Nyatanya, dengan seenak jidat, Falldy menarik ujung rambutnya sehingga kepalanya tertarik kebelakang. Cycyl langsung mengadah kesakitan.
"Heh, ditanya malah pergi" kata Falldy santai.
Dengan kasar Cycyl menghentakkan tangan Falldy dari rambutnya.
"Ngeselin banget sih lo" ucap Cycyl kesal.
"Duh, gini gini gue ngangenin loh"
"Bodo amat. Mati aja sono lo"
"Wah, nih bocah ngeselin juga"
"Bacot" tanpa menoleh kebelakang ia langsung pergi.
"Cycyl mau kemana lo!" teriak Falldy.
"Kemana aja asal gak ada elo!" balas teriak Cycyl yang mulai menjauh.
"Tungguin gue, woi!"
Falldy pun mengekori Cycyl pergi. Tanpa mereka sadari dibalik pohon rindang lainnya, seseorang berdiri di situ sembari mengintip apa yang mereka lakukan.
"Selamat ya Cycyl"

KAMU SEDANG MEMBACA
Lewat
Teen Fiction10 tahun yang lalu... Aku bertemu dengan dia, di depan pintu kelas X MIPA SMA 47 Jakarta. "Lewat" kata Cycyl. "Lewat tuh Fan, gitu aja baper" gurau Falldy. "Astaga" kata Irfan sambil melotot. "Cie..." ucap Yaya dan Dya serempak.