Saya pernah patah dititik terparah
Saya pernah resah dilanda amarah
Saya pernah gundah tatkala menjelma hilang arahSempat berpikir tuk sudahi
Menyerah tanpa arti
Bak pecundang tak berani
Padahal, ambil resiko saja sampai matiSekalian,
Saya ambilkan asa bersimbah darah
Berpeluh keringat menguap di udara
Juga sesak nya rongga dada
Ditikam ego yang meraung rasuk jiwaSekarat saya menahan pilu
Sesayat saja tangan mengilu
Sepatah saya jumpai kepingan rindu
Gebu ini kemana arahnya?
Mampus saya dicekam sendu!-Venusera Astrophilia

KAMU SEDANG MEMBACA
Ceritaku Dengan Jarak
PuisiLembaran demi lembar halaman tidak terlalu berkaitan. Hanya bagian dari ungkapan rasa rindu, benci, kecewa, dan hal-hal lainnya yang setidaknya perlu tersenyum saat di kenang.