Sekarang saat saatnya Nyu bener bener emosi, dia frustasi. Tulang kaki sedikit geser, sekarang apa yang akan dia lakukan ketika sebuah prestasinya itu membutuhkan kaki yang sehat?
Apa kata orang tuanya? Nyu memutuskan untuk menginap 1 malam di rumah Hwall, hanya untuk beralasan kepada orang tuanya bahwa ia tidak akan pulang karena latihan sampai dini hari. Itu bohong —pft.
Sekarang Hwall sedang pergi mencari makan malam, hanya ada Nyu dan Ryuki -adiknya hwall- di apartemen yang minimalis. Di luar hujan, suara gemuruh tidak henti, petir, geluduk, atau yang lainnya.
Ryuki mengaduk coklat panas, sesekali bernyanyi dan berdansa kecil di dapur. Dua coklat panas pada saat hujan. Hm, nikmat.
Ryuki mulai membawa pelan coklat panas dengan memegang gagang cangkirnya. Menaruh minuman itu lalu pergi meninggalkan Nyu sendiri yang tengah tertidur di sofa. Bahkan dia tidak membangunkan Nyu.
Ryuki masuk ke kamarnya, dadanya berdegup kencang, wajah Ryuki terlihat memerah. Oh sepertinya dia menyukai Nyu.
"Hmh.." Dengung Nyu, tentu terdengar oleh Ryuki, memangnya kalian kira apartemen itu luas??
Ryuki buru buru keluar kamar, ia ingat pesan kakaknya. "Ada apa? Nyu-san" Tanya Ryuki yang berada tidak terlalu jauh dari sofa.
"Ah, aku mau ke kamar mandi." Nyu bangun dari posisi tidurnya.
Sontak wajah Ryuki kembali memerah.
Nyu yang melihat itu kaget, karena cuaca ekstrim bisa saja adik Hwall itu terkena demam. Nyu langsung berdiri.
"Oy! Kenapa wajahmu memerah?" Nyu meletakan telapak tangannya di kening Ryuki.
Lagi dan lagi, wajahnya bersemu memerah. Ryuki pun menjauh.
"T-tidak, saya tidak demam.. Sama sekali tidak!" Kata Ryuki gelagapan.
Nyu tersenyum manis, "Bisakah kamu mengantarku ke kamat mandi? Ehm, kaki ku terasa sakit ketika tiba tina berdiri, seperti tadi.."
Ryuki kembali memerah, ia menuntun Nyu perlahan demi perlahan mendekati kamar mandi kecil. Lalu membiarkan Nyu masuk.
Sembari menunggu, Ryuki duduk di pinggir Sofa. Lalu memainkan handponenya.
Tidak lama kemudian, tulisan 'Onee-chan' terlihat di layar handphonenya. Pertanda telpon masuk.
Ryuki menjawabnya, "Yak!? Nee—"
"Ini polisi, dengan keluarga Hyonjoon?"
Ryuki terdiam, berpikir. Ada masalah apa kakaknya dengan polisi. Disebrang sana terdengar suara gemuruh, panggilan panggilan beberapa nama.
"Kenapa terdiam? Jika iya, kunjungi Hyonjoon. Dia baru saja mengalami kecelakaan."
Telpon diakhiri sebelah pihak oleh Polisi.
Dengan spontan, mata Ryuki berair, dadanya terasa sangat sesak, pikirannya kacau. Ryuki melihat sekeliling ruangan, penuh dengan barang Hwall. Dia membayangkan bahwa Hwall sedang bercerita dan tersenyum bersamanya.
"K-ka.." Tatapannya kosong.
Sampai dia menyempar gelas berisi coklat yang perlahan telah mendingin karena suhu.
Menjumpai Ryuki yang sedang menangis layaknya anak kecil, seperti melepaskan beban hidup. Nyu yang baru saja keluar dari kamar mandi, langsung lari ke arahnya. Memeluk Ryuki yang sedang duduk di lantai, melihat foto Hwall ditangannya. Beberapa pecahan beling dan cairan coklat kental yang tumpah di atas karpet.
"Hey, ada apa?" Nyu spontan mengelus rambut Ryuki.
Ryuki masih meneruskan nangis koar miliknya. Dia enggan menjawab pertanyaan Nyu. Hingga Nyu sadar, Nyu melihat log panggilan di handphone Ryuki.
Menelpon yang baru saja dihubungi. Perlahan Nyu tahu apa sebab Ryuki menangis sekencang ini. Dia tetap mengelus rambut Ryuki, dia benar benar mengingat akan adik perempuannya.
"Tenang lah.. Besok kita akan menengok abangmu.."
Grep.
Ryuki membalas pelukan Nyu, dan menangis terus menangis, hingga suaranya serak, dan mataya sembap.
Nyu tahu betul, pasti dia terpukul. Karena hal ini pernah dialami oleh Nyu pada saat seusianya.
Suara tangisan menghilang, Ryuki tertidur di bahu Nyu. Nyu tetap saja melakukan elusan pada rambut Ryuki.
Nyu menggotong adik Hwall ke kamar, tentu memindahkan tidurnya supaya lebih nyaman, menyelimutinya, menaruh foto orang kesayangannya di sisi ranjang.
Kemudian Nyu keluar dari kamarnya.
"Sialan Hyonjoon itu!? Kenapa dia kecelakaaan!?"
Sama seperti Ryuki, perlahan air mata keluar dari Nyu, bergetar suaranya. Menahannya dan membekap mulut melalui bantal kecil.
Nyu bingung, jika dia mengirimkan kabar ini secara mendadak pada grup chat, maka semua pasti repot. Hujan deras, malam, pasti bawaannya malas dan dingin. Hawa ingin tidur.
‧₊٬٬꒲⃝BAHLUL┊͙ CHAP 8, END.
