Temukan siapa dirimu diantara beribu orang, maka keindahan akan datang dengan sendirinya
Seminggu setelah perkuliahan perdana
Sebagai Maba yang baru saja menginjak dunia luar yang sesungguhnya, ini sungguh di luar jangkauan atau bayanganku. Dalam benakku, kuliah itu nanti kita buat jadwal sendiri, bisa masuk kelas siang, bisa punya kesempatan jadi Asdos, dll. Ternyata itu sedikit berbeda. Sebagai Maba yang udah di tentuin kelasnya masing-masing, kita ngikut jadwal sesuai dengan kelasnya. And you know?? Aku masuk di kelas C dan dapet kelas yang hampir setiap pagi jam 7 pagi. Dan juga dapet juga kelas di sore atau bahkan malem harinya. But enjoy this experience aja, batinku 😀😀😀.
Semenjak perkenalana ku dengan Icha, kemana-mana kita berdua selalu bersama. Mulai dari ke kampus, beli makan siang, ke perpus, muter-muter kampus bahkan nyari buku buat referensi mata kuliah. Hingga first impression kita yang sama-sama hang out ke salah satu Mall yang terkenal di Kota Solo.
Tugas dibangku perkuliahan ini jelas berbeda dengan jaman sekolah, kita di tuntut untuk membuat makala ataupun paper hingga membuat power point. Yang mengharuskan kita bolak-balik ke perpustakaan hingga membeli sendiri biku referensi. Warna-warni tugas yang membuatku mulai mengenal temen sekelas. Mengenal karakter hingga kebiasaannya jika di berikan tugas oleh dosen. Suatu saat, di mata kuliah Akhlak si Icha mendapatkan tugas kelompok dengan si Dhira. Sementara aku sekelompok dengan Nadia. Ini pertama kalinya bagiku dan Icha berpisah dalam suatu tugas. Dikarenakan pembagian kelompok di tentukan oleh dosen. Walau berbeda kelompok, kita tetap seperti perangko dan amplop. Dimana ada aku dapat di pastikan Icha juga ikut bersamaku. Tiba-tiba, Icha bilang "ehh, Fat. Kamu tau gak sih ternyata si Dhira itu orangnya asyik trus kalo kita lagi ngerjain tugas gitu dia juga enak di ajak kerjasamanya. Orangnya lebih riweh kalo kita kenal lebih deket lagi. Trus nanti sekitar jam 1 siang, aku sama Dhira mau meet up sekalian makan siang trus nge edit tugas buat presentasi besok. Kamu mau ikut tak?". "Hmmm boleh juga sih, kan sekalian nambah kenalan deket lagi hihihihi. Ehh, tapi Dhira nya ngijinin gak kalo aku mau gabung kalian?". Tanpa pikir panjang, Icha langsung tanya ke Dhira. Dan ternyata dia orangnya terbuka sekali dalam pertemanan.
(Tepat pukul 1 siang, di Mie Ramen)
Icha dan aku ternyata datang pertama sebelum Dhira. Akhirnya kita milih tempat duduk yang dekat kipas angin 😂😁 entah kenapa cuaca hari ini panasnya melebihi hari-hari sebelumnya. Beberapa menit kemudian, datanglah Dhira bersamaan dengan Nadia. Aku dan Icha pun kaget tiba-tiba Nadia ikut gabung juga. Dan akhirnya, kami berempat pun mulai mesen makanan dan nyelesain tugas buat presentasi besok sesuai dengan kelompoknya. Satu setengah jam kemudian. Tanpa terasa, suara adzan Ashar pun terdengar. Kami berempat pun bergegas menyelesaikan tugas dan segera membayar makanan dilanjut mencari masjid terdekat untuk menunaikan sholat jamaah. Usai sholat berjamaah, kami pun ngobrol satu sama lain sembari istirahat dan nunggu waktu Magrib tiba.
Ini dia biodata dari mereka:
1. Annisa Salsabila. Nama panggilan Icha berasal dari Kota Bogor. Kelahiran tahun 1997.
2. Rista Adhiratma. Nama panggilan Dhira, berasal dari Kota Bantul. Kelahiran tahun 1997.
3. Nadia Kusuma. Nama panggilan Nadia, berasal dari Kota Kebumen. Kelahiran tahun 1997.Keesokan harinya
Pukul 12.30 WIB, mulailah kelompoknya Icha dan Dhira maju ke depan untuk mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Kurang lebih 10menit memaparkan inti materi, saatnya sesi tanya-jawab oleh mahasiswa lainnya. Banyak sekali pertanyaan yang di ajukan oleh mahasiswa lain, sehingga suasana kelas menjadi hidup. Bahkan diantara mereka ada yang saling berdebat dengan argumennya. Yang mau tidak mau di tengahi oleh dosen kami. "Ternyata seperti ini suasana kelas di bangku kuliah. Sangat berbeda dengan putih abu-abu dulu, dimana materi semuanya dari guru" batinku. Saat putih abu-abu, aku sangat suka sekali mencatat penjelasan dari guru dengan berbagai bolpen warna-warni biar enak kalo di pandang dan di pelajari. Namun, di bangku kuliah ini hampir jarang sekali aku mencatat hasil presentasi. Karena yang mereka jelaskan terlalu cepat dan daripada ketinggalan aku lebih memilih minta file hasil presentasinya.
Setelah presentasi hari itu, aku, Icha, Dhira dan Nadia memutuskan untuk mencari makan buat isi perut yang sudah bernyanyi ampar-ampar pisang sedari tadi 😅😅😅
Sama hal nya di bangku sekolah, di perguruan tinggi juga terdapat berbagai macam kegiatan mahasiswa yang mampu mengasah softskill. Mulai dari tingkat Universitas, Fakultas hingga Jurusan. HMJ atau Himpunana Mahasiswa Jurusan merupakan salah satu organisasi yang mampu membuatku tertarik ke dalamnya, karena untuk bisa menjadi anggota BEM Fakultas, kami mahasiswa baru harus berproses terlebih dahulu di HMJ itu. Aku tertarik ikut organisasi itu sebenernya ada 2 niatan, yaitu pertama pure ingin nambah pengalaman dan yang kedua aku pengen coba deket sama Kak Hamid. Sudah 2 hari yang lalu pendaftaran anggota baru HMJ resmi di buka, dan tanpa pikir panjang aku pun ikut mendaftar ke kantor BEM Fakultas yang juga kantor HMJ. Tepat di depan pintu kantor, sekilas aku lihat Kak Hamid yang kemudian segera menghampiriku seraya berkata, "kamu mau daftar HMJ juga? Mumpung masih semester 1 itu banyakin ikut organisasi, biar nanti pas semester atas punya banyak pengalaman". Setelah mendengar penjelasan singkat itu, aku seketika tersenyum seraya berkata, "emangnya kalo ikut HMJ itu ntar prosedurnya gimana sih kak? Trus kalo mau jadi anggota BEM Fakultas gimana?". "Jadi gini, nanti di HMJ itu kalian di screening terlebih dahulu, kemudian kalo udah di nyatakan lolos barulah nanti kamu dan anggota lainnya ikut acara pengakraban. Dan biasanya itu nanti nginep. Trus jadi anggota HMJ itu durasinya 1 periode atau 1 tahun. Setelah itu, terserah kamu mau tetep lanjut di HMJ ataukah ikut seleksi anggota baru BEM Fakultas" ujarnya. Aku pun hanya bisa merespon dengan anggukan kepala, seolah olah sudah paham 😁 walaupun juga belum begitu paham. Tapi entah kenapa begitu bahagia sekali bisa ngobrol sama Kak Hamid dalam jangka waktu yang cukup lama. Di sela-sela obrolan kami, sering berlalu lalang mahasiswa/i yang seangkatan dengan Kak Hamid, atau satu tahun di bawahnya hingga mahasiswa baru sepertiku yang menyapanya. Barulah ku tahu ternyata Kak Hamid cukup terkenal di kalangan mahasiswa jurusanku. Seketika, hatiku sedikit sedih entah kenapa. Kenapa harus Kak Hamid yang jadi mahasiswa terkenal di antara banyaknya mahasiswa di jurusanku.
"Oh iya, besok minggu kamu ada acara gk?? Mau ikut ke CFD ndak sama temen-temen organisasi lainnya? Kamu udah pernah mampir ke CFDnya Solo belum?" Ujarnya. Seketika aku mengiyakan ajakan Kak Hamid dengan anggukan kepala. "Emang siapa aja Kak yang mau ikut ke CFD besok minggu itu?" tanyaku. "Yaa nanti gampanglah, ntar aku juga ngajak temen lain. Kamu juga bisa kok ngajak temenmu,biar lebih seru kalo rame-rame" ujarnya. "Okaaiiyy kak. Ntar aku tak coba ajak temenku" balasku. "Kamu nge kos dimana dek? Trus kenapa jauh-jauh kuliah di Solo?" tanyanya. "Itu kak, aku kos nya deket kok sama kampus. Jalan kaki pun bisa dan gak nyampek 10 menit. Dan alasanku kuliah di luar kota itu karena pengen belajar mandiri aja sih" jelasku. "Trus kalo Kak Hamid sendiri, kos nya daerah mana" tanyaku lagi. "Kalo aku sih rada jauh dari kampus, butuh waktu kurang lebih 5-10menit buat ke kampus dan itu pun kalo naik sepeda motor" jelasnya. "Ooooooo" balasku. Karena aku sudah gak tau mau ngobrol apa lagi. Dan akhirnya, Kak Hamid pun pamit mau masuk kelas.
"Obrolan yang cukup menarik" batinku setelah Kak Hamid pamit pergi. Kemudian ku putuskan untuk pulang ke kos karena sudah semakin siang dan menjelang sore.
Layaknya kapal yang berlayar di tengah-tengah ombak yang besar. Begitulah gambaran perasaanku saat ini...
Gimana teman-teman??? Ceritanya semakin menarik atau malah sebaliknya??
Jangan lupa buat beri saran atau masukan lainnya yaaa 💬💬💬

KAMU SEDANG MEMBACA
Bawa dalam Do'a
SpiritualPerkenalkan, namaku Fatim mahasiswi Jurusan Pendidikan yang menjadi Secret Admirer mahasiswa dengan banyak fans. Dan yang punya segudang kelebihan jauh dibanding diriku. Tanpa sadar, candunya sudah melekat dalam memori ini. Hingga kurang lebih 3tahu...