This is Taekook! Hope u like..
Enjoy it..
Tap
Tap
Tap
Tap
Langkah kaki bersahutan di perbukitan yang dihiasi rerumputan hijau dan pohon- pohon besar di sekitarnya. Terlihat dari jauh seperti hutan.
Langkahnya semakin cepat kala telinga panjangnya menangkap gemerisik suara di belakangnya. Cukup jauh memang mereka dari dirinya, tapi tetap saja tidak menutup kemungkinan mereka dapat menangkapnya.
Deru napas tersengal karena sedari tadi berlari entah sudah berapa lamanya. Jujur saja ia sudah mulai merasa sesak luar biasa pada rongga dadanya.
Menyembunyikan tubuh berbalut piyama biru pucat yang telah berubah kumal karena berusaha memberontak tadinya. Jungkook, pemuda manis itu, menatap sekitarnya. Ia tidak tahu ia sedang berada dimana karena sedari tadi berlari tak tentu arah, demi menuruti perintah kakaknya. Memintanya keras untuk berlari sejauh mungkin dari rumah.
Telinga panjang miliknya berusaha mendengarkan suara di sekelilingnya dengan cermat. Perlahan namun pasti, pemuda bermarga Jeon itu berusaha memanjat pohon rimbun di depannya. Dirinya sangat lelah untuk berlari.
Setidaknya bersembunyi hingga orang-orang itu tidak lagi dalam jangkauan mata bulatnya adalah sesuatu yang sangat Jungkook harapkan.
Hybrid, atau makhluk setengah hewan itu berusaha meringkuk di balik rerimbunan daun demi menutupi tubuh bongsornya agar tidak diketahui.
Dadanya sesak dan kembali terisak pelan. Tidak pernah menyangka jika hidupnya akan menjadi seperti ini. Orang-orang terdekatnya ditangkap dan dipaksa dibawa jauh entah kemana. Mengingat wajah ibunya yang berusaha tersenyum dan memintanya untuk pergi dan hidup, benar-benar membuat relung dadanya sesak.
Saudara yang dibawa paksa dan orang-orang berbaju hitam di sekelilingnya. Semuanya membingungkan. Ia tidak tahu harus apa dan bagaimana.
Memeluk tubuh di balik pohon ek ini dan berdoa kepada tuhan semoga ia selamat dan tak lagi dikejar apalagi tertangkap. Ia sungguh berharap keluarganya baik-baik saja.
Langkah bersahutan itu kembali menarik kesadarannya. Jungkook merasakan tubuhnya bergetar dan menahan napas sejenak. Telinga kelinci miliknya berusaha mendengarkan pembicaraan orang-orang yang mengejarnya.
Pemuda berpiyama biru pucat itu semakin menggulung tubuhnya dibalik pohon yang sedang disandari oleh salah satu dari mereka. Merapalkan doa di dalam hatinya.
"Kemana dia?! Kenapa larinya cepat sekali! Argh Sialan!" salah satu dari mereka berujar frustasi. Menatap sekeliling dengan murka dan mengacak surainya gusar. Kelima temannya yang lain juga tak kalah frustasi. Bagaimana pun juga perintah Bos mereka adalah mutlak. Jika tidak, bisa saja mereka tidak lagi melihat matahari esok pagi.
"Mana kutahu. Kemampuan berlarinya benar-benar seperti kelinci. " yang berambut merah mengusap keringat di dahinya kasar.
"Kita harus segera menemukannya! Jika tidak-- "
Seruan itu harus berhenti kala salah satu dari mereka menerima panggilan di ponselnya. Deringan memekakkan itu segera dihentikan, dalam artian sang pemilik ponsel mengangkat panggilan.
Belum mau mati muda hanya karena membiarkan panggilan pemimpin mereka menunggu lebih lama.
"Bagaimana? Kalian sudah menangkapnya?" suara halus di seberang membuat sang pemilik ponsel meremang. Begitu halus namun sangat menakutkan. Seolah alunan lembut itu dapat menyayat gendang telinganya dengan perlahan dan sangat menyakitkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hybrid?! «[TaeKook]
Fanfiction"Manusia setengah hewan? Memangnya ada?" "CEO sepertinya memiliki makhluk seperti itu?!" "Lebih tepatnya, kedatangan tamu. Tidak begitu jelas, tapi aku mendengar mereka membicarakan hal itu kemarin" "Jadi, Kim Taehyung memiliki hybrid di rumahnya?" ...
![Hybrid?! «[TaeKook]](https://img.wattpad.com/cover/187643261-64-k922065.jpg)