Jam menunjukkan pukul setengah 4 sore dimana Hwall seharusnya sudah pulang sekolah. Apalagi hari Senin begini bawaannya ingin pulang cepat, tetapi tadi saat Hwall di depan kelas tangannya ditarik dengan brutal oleh pemuda kelebihan energiㅡEric.
"Ngapain?"
"Ke lapangan indoor, udah ikut aja!"
Baru Hwall hendak menanyai Eric lebih lanjut, tangannya justru ditarik lebih kencang sambil berlari bak orang kesetanan. Eric gila, padahal sudah tahu Hwall tidak suka berlari.
Tidak peduli walau sudah menyenggol banyak orang di koridor, tetap saja Eric melanjutkan berlari tanpa meminta maaf. Jadi Hwall yang harus repot menghadap belakang sambil berlari dan meminta maaf. Bayangkan sendiri coba.
"Maaf ya, kak Changmin!"
"Sanha sorry."
"Aduh, maaf ya."
"Sorry Jisung."
"Maaf, kak."
Terhitung sudah hampir 15 orang yang tersenggol oleh mereka berdua, bodoh memang. Hwall juga tidak habis pikir kenapa Eric tidak punya rasa lelah dan bersalah sama sekali. Benar-benar gila.
"Capek."
"Ah, lemah!" ledek Eric, padahal dia juga sedang terengah-engah.
"Ck, mau ngapain sih kesini?"
"Lihat kak Juyeon main dong, hari ini ada latihan futsal tau!"
"GITU DOANG?!"
"Hehehe maaf ya, gue malu kalo nonton kak Juyeon sendirian."
Hwall menghela nafas kasar, bukan rahasia umum lagi kalau Eric menyukai kak Juyeon. Mungkin satu semesta sudah tau bahkan kak Juyeon sendiri, tetapi kapten futsal itu tidak pernah menunjukkan ketertarikannya pada siapapun makanya Eric begitu bersemangat mendekatinya.
Namun sebenarnya tanpa siapapun tahu, Hwall juga menyukai kak Juyeon. Jadi kalau diajak oleh Eric kesini, 25% senang karena dapat melihat kak Juyeon dan 75% iri karena Eric dapat dengan mudahnya mengobrol dengan kak Juyeon sedangkan dirinya tidak.
"Yaudah ayo masuk," sahut Hwall.
"NAH GITU!"
Kedua pemuda itu memilih untuk duduk di tribun yang dekat dengan tempat istirahat anak futsal. Memang dasar kebanyakan modus.
Sebenarnya yang menonton tidak hanya mereka berdua, ada lumayan banyak. Biasanya terdiri dari para kekasih anak futsal, fans, gebetan, dan lain-lain. Eric sendiri bisa digolongkan sebagai seorang fans.
Omong-omong ini adalah kali kedua Hwall menemani Eric menonton futsal kak Juyeon. Biasanya Eric mengajak Felix mengingat pemuda Australia itu juga sedang proses pendekatan dengan salah satu anak futsal, tetapi hari ini Felix sedang izin tidak masuk sekolah sehingga Hwall yang menemani Eric.
Hwall tidak terlalu suka menonton futsal, menurutnya lebih baik menonton pacuan kuda atau lomba memanah, tetapi kalau demi kak Juyeon dia rela berjam-jam menontonnya.
Prrriiit...
Peluit tanda istirahat latihan futsal dibunyikan, Eric dengan sigap langsung menghampiri kak Juyeon dan Hwall duduk di tribun sendirian.
Disaat penonton lain menghampiri para pemain, Hwall justru dihampiri oleh salah satu pemain futsal. Dilihat dari jersey yang dipakainya, pemain ini masih kelas 10 atau seangkatan dengan Hwall.
"Hai, gue boleh duduk sini?"
"Duduk aja kalo fans lo gak marah."
"Gak punya fans gue, cuma pemain cadangan soalnya."
"Oh? Maaf ya, gak tau."
"Santai aja sih, lo sendiri nyamperin siapa disini? Kayaknya gue liat daritadi lo cuma diem doang."
"Nemenin temen doang, nyamuk gue."
Pemain futsal yang Hwall tidak ketahui namanya itu tertawa. Suara dan cara tertawanya begitu unik, Hwall jadi ikut tertawa melihatnya.
"Sabar ya, jodoh pasti bertemu."
"Iya. Lo juga sabar ya, pasti nanti bakal ada yang jadi pendukung lo nomor satu."
"Pasti dong."
Hwall hanya tersenyum lalu hening setelahnya, tidak ada yang memulai pembicaraan lagi.
Pemain futsal dengan bibir tebal itu lalu meneguk botol minum dan Hwall tanpa sengaja melihatnya dari samping. Pemuda ini ternyata tampan juga.
Kenapa Hwall baru tahu ya kalau ada murid seperti ini di angkatannya?
"Btw nama lo siapa?" tanya Hwall kepo.
Pemuda itu meletakkan botolnya dan mengulurkan tangannya ke arah Hwall. Hwall dengan ragu menjabat uluran tangannya.
"Kenalin, Kim Sunwoo yang paling ganteng se-IPS 3."
"Pantes gue gak pernah liat, jauh banget kelas lo. Gue IPA 3 btw."
"Nama lo?"
"Oh iya, panggil aja gue Hwall."
"Itu nama asli lo?"
"Bukan sih, tapi kebanyakan panggil gue Hwall. Jadi lo panggil gue Hwall aja."
"Gitu ya? Kim Hwall bagus tuh."
"Bukan Kim sih nama gue."
Niatnya Sunwoo mau iseng saja menggombal receh ala-ala begitu, tetapi Hwall sepertinya menganggap serius jadi Sunwoo ragu untuk melanjutkan gombalan andalannya.
"Gue cuma bilang bagus doang."
"Terserah lo deh, btw lepasin tangannya."
Sunwoo kebingungan sampai akhirnya sadar kalau dirinya masih bersalaman dengan Hwall. Duh malu sekali, dengan canggung pemuda Kim itu menarik tangannya.
"Eh, lupa. Maaf ya, Hwall?"
"Iya santai aja, Sunwoo."
•••
(a/n) Halo, aku update.
Seneng gak kalian?
KAMU SEDANG MEMBACA
hugging booth, revisi.
Fanfiction↺ tentang semua masalah hwall dan pelukan dari sunwoo. ーbxb, harsh words ©prettyhabit, 2019.
