2

45 6 0
                                    

Setelah pertemuan malam itu para tetua dan mentri kembali ke kediaman masing masing hanya saja mentri keuangan yang merupakan mata-mata dari pangeran Luo Ji melangkahkan kakinya ke kediaman ibu suri Liangxi ibu kaisar yuancheng dan pangeran ke dua Luo Ji.

“Hormat saya kepada  ibu suri Liangxi dan pangeran kedua” ucap mentri keuangan yang bernama zhen itu. “mentri, bagaimana keputusan dari yang mulia?” Tanya ibu suri kepada pria paruh baya yang bernama zhen itu, “maaf yang mulia kami tidak bisa meyakinkan kaisar untuk mengangkat seorang permaisuri” mendengar ucapan yang tidak diinginkan oleh permaisuri dan pangeran ke dua mereka semakin resah, pasalnya kepergian Suanye adalah sebuah bencana dan merupakan pertempuran Yuancheng dan Suanye yang terjadi 5 tahun yang lalu, pertempuran itu sekaligus kejadian yang membuat Kaisar Luo Yuancheng mendapatkan luka dari belati beracun yang di tusukkan oleh Suanye.

“kau boleh pergi mentri” ucap pangeran ke dua yang langsung di sikapi oleh mentri zhen. Ibu suri menatap bulan dari jendela paviliumnya, gurat wajah ibu suri yang tadinya tenang seketika berubah menjadi cemas “saya harap kau bisa melupakan Suanye anak ku” suaranya yang hanya bisa didengar oleh hati kecilnya.

                               ***
Kaisar Yuancheng dan penasihat Shi masih di dalam aula istana, hembusan angin malam yang begitu dingin mengenai surai panjang sang kaisar yang dibiarkan tergerai berkibar bagaikan kain sutra yang lembut. Sang kaisar duduk di singgasananya kembali sambil memegang dahinya dan berpikir untuk menuntaskan masalah yang sering diungkit-ungkit oleh para pejabat istana, iris mata yang merah darah itu kembali menatap kearah penasihat Shi yang sedang memukulkan kipas yang ia pegang di dagunya.

 Kaisar Luo Yuancheng (25 thn)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kaisar Luo Yuancheng (25 thn)

Kaisar Yuancheng pun membuka topik obrolan yang baru, “Shi, 2 hari lagi perayaan bulan kaguya itu kan, apakah dia akan datang?” Tanya Kaisar. Shi pun mendekat dan menjawab pertanyaan dari junjungannya itu “dari perkiraan ku dia pasti datang, karena perayaan itu berkaitan juga dengan tuan hades”, mereka kembali terdiam sejenak untuk memikirkan sesuatu. Begitulah mereka berdua, setiap ada waktu hanya mereka berdua saja tidak ada penjaga, pejabat istana, pelayan maupun orang istana lainnya mereka akan berbicara dengan leluasa tidak ada keformalan antara Kaisar dan para pengikutnya.

“yuancheng jangan dipikirkan lebih berat masalah pengangkatan permaisuri ini, jika kau tidak menginginkan seorang permaisuri kau bisa menolaknya” mendengar solusi dari temannya itu Yuancheng pun menganggukkan badannya dan bangun dari kursi singgasananya dan mendekati Shi, “kau benar Shi trimakasih atas sarannya, sekarang mari kita kembali” mendengar ucapan trimakasih dari Yuancheng Shi pun membungkukkan badannya dan membiarkan sang junjungannya berjalan di depannya. Belum ada dua langkah berjalan Kaisar berhenti sambil memegangi dadanya karena merasa sakit, “Yuancheng kau kembali seperti ini lagi? jika begini aku harus memanggilnya malam ini” ucap Shi sambil memegangi bahu Kaisar Yuancheng yang sudah bersimpuh karena tidak kuat menahan rasa sakit di dadanya.

Uhuk

Yuancheng memuntahkan darah segar dari mulutnya, melihat kejadian itu Shi membelalakkan matanya karena kondisi sang kaisar. Shi membangunkan sang kaisar dan memapahnya kembali ke kediamannya, pagoda tujuh. Sesampainya di kediaman milik kaisar Shi membimbin Yuancheng ke peraduan besar miliknya.

Uhuk-Uhuk

Yuancheng kembali memuntahkan darahnya “aaarrrggghhhh” rintih Yuancheng yang sudah tidak kuat menahan sakit di dadanya, Shi membaringkan tubuh Yuancheng lalu membuka hanfu Yuancheng hanya bagian dadanya saja. Mata Shi terbelalak lebar lantaran dada bidang Yuancheng kembali terluka karena peristiwa yang dahulu “Yuancheng luka mu kembali terbuka, aku akan memberitahukan yang mulia Ibu Suri agar…” “tidak, mereka tidak boleh tau luka yang aku alami kembali terbuka, lebih baik kau rahasiakan ini dan kau bertanggung jawab atas perayaan bulan kaguya itu” potong  Yuancheng yang di respon dengan anggukan oleh Shi dan langsung mengganti pakaian Yuancheng yang penuh dengan darah yang di muntahkan lalu membaringkan tubuh Yuancheng. “Luo Yuancheng kau istirahatlah” ucap Shi yang di iyakan oleh Yuancheng dan akhirnya tertidur.
“kau keras kepala sekali Yuancheng”.

                                 ***
Pagi hari yang menyegarkan, seluruh pegawai istana sibuk mondar-mandir menyiapkan semua yang di perlukan untuk hari perayaan dimulai dari hiasan dan lainnya, penasihat Shi ikut mondar- mandir di sekitar para pelayan dan prajurit yang sibuk bekerja.

“Tuan Shi” panggil seseorang yang memanggil Shi, Shi menoleh ke belakang dan mendapatkan sang selir pertama kaisar berdiri di belakannya, Shi langsung membungkuk dan memberi hormat “hormat saya untuk nyonya  Shuan Ji” ucap Shi untuk selir pertama kaisar. “Tuan, hari ini saya tidak melihat yang mulia, biasanya anda bersamanya?” Tanya selir Suan Ji yang membuat Shi melirik ke sembarang tempat untuk mencari alas an kemana sang kaisar. Melihat tingkah laku Pria tampan itu  Shuan Ji menyeringai dan kembali bertanya lembut “jadi tuan, di mana yang mulia kaisar berada?” “i…it…itu…be..liau….pergi..keruang dokumen, iya ruang dokumen nyonya” sahut Shi dengan suara yang terbata- bata karena tidak bisa memikirkan tempat untuk berbohong mengenai Yuancheng yang sebenarnya berada di kediamannya terbaring lemah.

“begitu ya tuan, trimakasih atas petunjuknya kalau begitu saya permisi” ucap Shuan Ji lalu pergi begitu saja.  Shuan Ji Nan putri dari kerajaan Kouka, putri yang dikirim oleh kakaknya sendiri putra mahkota kerajaan Kouka berharap agar adiknya menjadi permaisuri kaisar Yuancheng, tetapi dia malah menjadi selir tingkat satu, sesuai rumor yang beredar sang kaisar tidak bisa melupakan permaisurinya terdahulu dan memilih tidak menyentuh wanita lain termasuk ke dua puluh selirnya yang masih suci diam di istana lotus menunggu sang kaisar memanggil diri mereka untuk melayani sang kaisar.

                              ***

“Ibu suri silahkan diminum tehnya”
Kata pelayan setia ibu suri Liangxi yang duduk di kursi malasnya sambil memilih pakaian untuk kaisar, dan pangeran ke dua. Matanya yang lentik sangat teliti memilih setiap kain yang ia pegang, matanya pun tertuju kepada teh  yang di sajikan oleh pelayan setianya itu dan meminumya “ibu suri perayaan bulan kaguya dirayakan besok, semua sudah di tangani oleh penasihat Shi yang mulia Kaisar pasti sangat senang karena persiapannya tinggal sedikit lagi” ucap kepala dayang kepada ibu suri Liangxi yang duduk sambil tersenyum “kau benar Shu, mungkin sang kaisar sekarang sedang memikirkan sesuatu” suara ibu suri Liangxi sendu karena mengkhawatirkan anaknya.   
       
                                  ***


Hihi....
Tumben ada niatan up cepet
Inget vote dan comment💕💕

FENGHUANG WANGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang