Merasa Sangat Buruk -Bang Yedam-

1.3K 107 2
                                        

Pada awalnya yang Yedam inginkan hanyalah menjadi orang biasa diantara jutaan orang. Tapi keinginan Yedam mulai  terkikis setelah dia menjadi Trainer di YG ent. Dia ingin menjadi idol yang sukses dengan prestasi yang di dapat.

Sekolah dan tempat Traine. Terus menerus berulang setiap harinya. Selama 6 tahun dia harus melakukan rutinitas itu dengan kerja keras.

Dimarahi, dicaci, dipuji, di bilang biasa saja sudah sering Yedam dengar. Enggak masalah kalau Yedam harus di caci maki, yang terpenting adalah dia harus bangkit dan memulai karir yang cemerlang.

Saat Yedam terpilih menjadi member Treasure dia sangat bahagia hingga rasanya ingun sujud syukur dan usaha nya selama ini tidak sia-sia.

Yedam saat ini sedang berada di taman komplek. Duduk sendiri ditemani suara jangkrik yang beradu. Yedam melihat sekitar, tidak ada orang. Mungkin orang lain sedang menikmati bergelung manja di bawah hangatnya selimut karena jam sudah menunjukan pukul 10 malam.

Yedam sedang memikirkan, Treasure kapan akan debut. Dia sudah membuat banyak karya. Dia tidak sabar untuk menyaksikan berjuta pendukung diluar sana dan menjadi seperti senior-seniornya.

Dengan lelah, Yedam menarik napas panjang.

Dari arah belakang, dengan menenteng 2 cup kopi Hyun Suk duduk di samping Yedam. Melihat paham apa yang menjadi beban seorang Yedam.

"Yedam," panggil Hyun Suk pelan.

Yedam terkejut. Karena tahu-tahu Hyun Suk sudah ada di sebelahnya.

"Buset lo bang ! Udah kek jelangkung aja. Ngapain lo kesini ?"

Hyun Suk tertawa melihat reaksi Yedam.

"Gue kesini niatnya mau jernihin pikiran yang terus mikir hal yang harus dan enggak harus. Eh tiba-tiba ngeliat lo dari jauh disini, yaudah gue beli kopi di si ibu disana," terang Hyun Suk.

"Yaudah, sini kopi buat gue." Hyun Suk memberikan segelas kopi pada Yedam.

Yedam menyeruput kopi dengan perlahan. Menikmati sensasi dari kopi seharga 5rb pergelas.

"Jangan terlalu dibebanin, Dam."

Seketika Yedam memandang Hyun Suk. Dan menatapnya sendu.

"Enggak bisa, bang. Ini semacam, gue bingung harus gimana. Mau lanjut atau nggak. Serasa gue tahanan dan nunggu untuk dibebaskan dari jeruji."

Hyun Suk tersenyum lembut, memandang Yedam.

"Gini, Dam. Gue sama lo sama-sama trainer lama. Ent kita lagi terlibat banyak skandal. Yang harus kita lakuin adalah terus latihan. Tunjukin suatu saat kita debut, kita pasti akan menjadi nomor 1. Jangan kecewakan para fans yang udah nunggu kita dari jamanan Treasure Box atau bahkan dari kita masih trainer ecek-ecek? Hahaha." Hyun Suk tertawa di ujung kalimatnya.

"Don't be sad, baby boy. Cheer up and keep smile like Caesar."

Saat mendengar nama Caesar seketika Yedam cemberut.

"NGGA MAU, kalo gitu gue mending gosah senyum. Mending cemberut. Kalo senyum mirip Sesar Sesar awe awe itu," Yedambergidik ngeri saat membayangkan Caesar.

"Pokonya lo harus senyum ! Gue mau balik. Mau kelonan sama kasur. Lo gamau balik?" Ajak Hyun Suk pada Yedam yang masih membayangkan Caesar.

"Gue masih mau disini, bang."

"Gue denger-denger sih, di pohon itu—" Hyun Suk menunjuk sebuah pohon besar. "Kalau malam jam 10 an suka ada yang ketawa. Enggak tahu siapa."

Seketika Yedam melihat pohon yabg di tunjuk Hyun Suk. Glek, Yedam menelan ludahnya ngeri. Pasalnya, dia takut pada hal-hal mistis.

"Dah, gue duluan."

Hyun Suk berjalab dengan santai meninggalkan Yedam yang masih memandang ngeri pohon. Namun tidak lama Yedam tersadar dan berteriak mengejar Hyun Suk.

"ABANG BOGEL TUNGGUIN GUE WOY ADUH."


•••••

Bogor, 02 Oktober 2019

TreasureCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang