Chapter 1

21 6 0
                                    

KhalidaChayra khansa

Remaja usia 15 tahun, yang masih terbilang bocah dengan pemikiran labil. Dia salah satu makhluk bumi yang super manja dan egois. Beuuu.., tapi dirinya juga ramah hingga mudah mendapat kepercayaan orang.
Kisah cintanya bermula saat ia mengenal suatu pondok. Ya, tempat menimba ilmu agama islam. Awalnya sih bersikap bodo amat aja dan sibuk melakukan aktivitas yang berhubungan dengan sekolah. Tapi entah ada badai darimana hingga dia mengacuhkan sekolahnya demi untuk mengikuti pengajian di pondoknya. Padahal dulu dia aktip banget di sekolahnya, namun prestasinya menjadi menurun. Entah dia ketemu sama sang super idaman kaum wanita atau ia benar-benar ingin belajar tentang ilmu agama? Semua masih tanda tanya.

***

Trililing..! Suara boneka alarm membangunkannya di pagi itu. Suatu benda pemberian ayahnya sebelum beliau meninggal dunia. Mungkin terlihat usang, tapi dia masih merawatnya hingga bertahun-tahun. Karna seorang Khansa tidak pernah membuang suatu kenangan sekecil apapun.
"Huaa..." Namun ia tidak langsung beranjak dari tempat tidurnya melainkan membuka jendela kamar dan melihat matahari terbit, sembari duduk santai diatas ranjang sambil memeluk boneka panda kesayangannya, dan ia terus saja mengucek matanya karena pandangan saat itu terlihat buram.
Ditengah pikirang kosong, ia tersadar rupanya hari semakin terang.
"Oh, ya ampun. Ini sudah siang, dan aku belum sholat" gumamnya dengan sedikit panik.
Khansa pun langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk menggosok gigi, lalu cuci muka, dan setelah itu mengambil wudhu. Hingga setelah selesai sholat ia langsung keluar kamar tanpa membereskannya terlebih dahulu. Huh, dasar malas!

***

Ckckckk.. Khansa langsung menemui ibunya yang sedang sibuk di dapur. "apa yang ibu kerjakan di dapur sepagi ini? tidak seperti biasanya" gumamnya dalam hati
_

"Bu, ku lihat hari ini banyak sekali makanan yang ibu masak, buat apa?" tanya khansa dengan sedikit penasaran.
"Hari ini 'kan bibi mu akan
datang kemari, jadi Ibu membuatkan makanan kesukaannya, daging ayam.."
"Tapi aku gak suka sama bau nya, Ibu tahu 'kan? Kalo aku paling benci sama sesuatu yang berhubungan dengan daging ayam.. Ihh, jijiknya" jawabnya dengan nyerocos.
"Ya sudah, ibu kan buatnya untuk yang suka saja"

**
Khansa pergi ke kamarnya dengan wajah yang sedikit kesal. "Heuhh.."


Ketika Hijrah Membawa CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang