" Sejak kapan kau disini?" Tanya Sasha dengan kaget
"Apa salahnya aku menemui adikku hah?" Aaron mengernyit dahinya saat melihat wajah Sasha yang kaget
"Tapi sejak kapan kakak ada disitu?" Tanya Sasha karena Aaron muncul secara tiba-tiba
"Mungkin 2 menit aku disini sambil melihatmu melamun. Kamu ngelamunin apa sih?" Kata Aaron membalas pertanyaan Sasha yang juga balik bertanya kepada Sasha
" Tak ada hehe " jawab Sasha sambil menampilkan wajah meringis
" Aneh " gumam Aaron sambil memicingkan matanya melihat keanehan pada ekspresi Sasha saat ini
" Ayo cerita ke kakak siapa yang kamu lamunkan, kakak memaksa" ucap Aaron dengan menekan kata memaksa
"Tapi kak_" ucapan Sasha terpotong karena pelayan tiba di meja mereka membawa pesanan Sasha
" Kakak ingin pesan juga?" Tanya Sasha
"Iya pesankan makanan yang sama dengan kamu tapi minumannya ocean blue aja" jawab Aaron sambil mengotak-atik handphonenya yang entah sejak kapan sudah memegang handphonenya
"Oke kak"
"Pesan makanan yang sama dengan ini ya tapi minumannya ocean blue" ucap Sasha ke pelayan tadi
Setelah pelayan itu pergi Sasha menghela nafas karena kedatangan pelayan tersebut menyelematkan dirinya dari pertanyaan Aaron tadi
Sasha menatap kakaknya yang sedang mengotak-atik handphonenya dengan pandangan tanda tanya
"Kak kenapa kakak bisa tau kalau aku sedang disini" Sasha menatap bingung kakaknya
Aaron mengalihkan pandangannya dari handphonenya dan menatap wajah adiknya yang terlihat bingung
" Kakak tadi lapar jadi ya mampir ke restoran ini , kamu tau kan kalau restoran ini adalah restoran favorit kakak, berhubung kita kakak adik jadi kita punya selera yang sama dan kita dipertemukan disini " Aaron menyeringai setelah menjawab pertanyaan Sasha
"Ish, kakak ada-ada saja kan emang dari dulu ini restoran favorit aku juga. Kakak aja yang ikut-ikutan" Sasha membalas perkataan Aaron sebal karena kakaknya tadi menjawab pertanyaannya dengan rada lebay
Setelah Sasha mendengus sebal ia langsung melahap makanan yang sudah ada didepannya dan mengabaikan kakaknya yang sedang menatapnya
Aaron yang melihat wajah sebal adiknya hanya terkekeh melihatnya dan mengalihkan pandangannya lagi handphonenya untuk mengurusi beberapa event balap motor internasional yang akan ia ikuti
Setelah beberapa menit kemudian makanan sudah habis, Sasha meneguk minumannya dan mengambil tisu untuk membersihkan mulutnya yang belepotan
Aaron masih fokus ke handphonenya padahal makanan yang ia pesan sudah ada di depannya
Sasha mendengus kesal karena kakaknya masih saja fokus sama handphonenya dan dia tau caranya agar kakaknya memakan makanannya karena Sasha tau kalau kakaknya belum makan dan kakaknya itu suka menunda-nunda makan
Sasha merebut handphone Aaron dan dihadiahi tatapan tajam oleh kakaknya
" Ada apa denganmu, kembalikan handphoneku " ucap Aaron sambil berusaha merebut handphonenya di tangan Sasha
" Big No, kakak harus makan dulu baru aku kembalikan handphone kakak " kata Sasha ketus
Aaron mengerucutkan bibirnya sebal dan langsung memakan makanannya
Sasha yang melihat kakaknya yang mulai makan ,dia mengembalikan handphone Aaron dan dia berpamitan untuk kembali ke kantor
"Kak, aku duluan ya. Aku mau balik ke kantor dan aku sudah membayar makanan kakak juga" pamit Sasha dan sekarang ia berdiri dari duduknya dan mencium pipi Aaron sekilas
" Sampai jumpa di rumah kak" Sasha melambaikan tangannya sebentar dan melangkahkan kakinya keluar dari restoran
Aaron yang melihat kepedulian Sasha kepadanya tersenyum karena dia lah yang satu-satunya ia punya sekarang, dan Aaron sangat menyayangi adiknya itu
Back to Sasha
Setelah Sasha keluar dari restoran dia melangkahkan kakinya menuju mobilnya tapi saat ia berjalan ia tersandung dan ia memejamkan matanya menunggu sakit yang akan melanda
Tetapi kenapa sakitnya nggk datang-datang, Sasha merasakan keanehan dan membuka matanya
Sasha tersentak kaget karena tangan pria itu menahan pinggangnya agar tidak jatuh dan terlihat seperti memeluk pinggang Sasha
Mata pria itu menatap tajam kepada Sasha dan Sasha sempat terhenyak dengan tatapan itu tetapi ia segera sadar dan melepaskan pelukan pria itu dan sedikit menjauhkan tubuhnya dari pria itu
"Terima kasih" ucap Sasha seadanya karena tak bingung harus bicara apa
" Hn, tapi kamu berhutang Budi padaku karena sudah menolongmu" jawab pria itu dengan menyeringai
Sasha langsung menatap sebal pria itu, " Tuan Kenneth, kalau kau tidak ikhlas menolongku lebih baik tak usah menolongku karena aku tak butuh pertolonganmu"
Vabio Arasyah Kenneth lah rupa-rupanya si pria itu
" Terserah kamu bicara apa, tapi kamu tetap harus membayarku untuk yang tadi" Vabio keukeh dengan ucapan yang tidak bisa di ganggu gugat
" Kamu mau uang?baik aku akan membayarnya" kata Sasha sambil membuka tasnya dan mengambil dompetnya untuk mengambil uang
Vabio merespon ucapan Sasha dengan gelengan kepala menandakan ia tak mau dibayar dengan uang dan tangannya menghentikan aktivitas tangan Sasha yang sedang mengambil uang
"Aku tidak butuh uangmu, aku hanya butuh dirimu untuk menemaniku hari terakhirku besok disini" Jelas Vabio
Sasha yang mendengar itu pun sontak menghentikan kegiatannya dan tatapan matanya langsung tertuju ke wajah tampan Vabio
"Aku tidak mau" balas Sasha dengan singkat dan menampilkan wajah datarnya
Vabio yang mendengar penolakan Sasha merasakan hatinya seperti di tusuk dengan jarum, tapi tidak apa bagi Vabio karena itu tidak sebanding dengan yang Sasha rasakan
"Aku tidak menerima penolakan" ucap Vabio dengan rahang yang mulai mengeras dan menampilkan wajah dinginnya, saat ini Vabio sedang menahan amarahnya
Hati Sasha gentar dan merasa takut melihat wajah dingin Vabio tapi ia harus bertahan karena ia tidak menampilkan sifat cengengnya lagi ke Vabio
" Kamu tidak berhak mengaturku lagi Vabio " balas Sasha dengan tajam dan dia mulai melangkahkan kaki meninggalkan Vabio, tetapi_
"Kalau kamu masih tidak mau ajakanku, aku akan menyeretmu di kantormu dan membuat keributan disana" ancam Vabio
"Terserah kamu saja, aku tidak peduli" Sasha melanjutkan melangkahkan kaki ke arah mobilnya dan masuk kedalamnya
Vabio menghela nafas kesal karena menerima penolakan lagi dari Sasha.
" Jadi aku harusnya melaksanakan ucapanku sendiri besok, aku harus menyeretnya dan apapun yang terjadi dia harus menemaniku" ujar Vabio dalam hati sambil berjalan menuju mobil dan pulang ke hotel yang disewanya dan acara makannya jadi berantakan karena keberadaan si laki-laki yang makan dengan Sasha tadi, entah dia tak tau siapa lelaki itu dan yang pasti laki-laki itu termasuk sekelas dengan dirinya yaitu kalangan kelas atas
Matahari yang sudah menuju ufuk barat menandakan hari sudah di penghujung sore dan matahari akan digantikan oleh bulan dan bintang untuk menerangi bumi di malam hari
KAMU SEDANG MEMBACA
Future And Past [Hiatus]
Fanfiction"Aku akan mencari mu kalaupun nanti kamu pergi meskipun sampai ujung dunia pasti akan kucari untuk memaafkanku dan aku akan memiliki mu seperti dulu lagi dan itu perintah bukan pernyataan" Ucap Vabio Arasyah Kenneth dengan nada tegas dan menatap mat...
![Future And Past [Hiatus]](https://img.wattpad.com/cover/175974111-64-k160232.jpg)