Bel pulang sudah berdering siswa siswi yang tadinya merasa ngantuk langsung bercerah ria siapa lagi yang tidak ingin pulang untuk melepas rasa lelah sehabis belajar yang mereka rasa itu membosankan.
Dari arah koridor sebelah kanan terlihatlah anak-anak geng suchart yang baru saja dari atas lantai dua kini kesembilan remaja itu berjalan menuju parkiran. Siswa siswi yang berlalu lalang di koridor bawah menepi membuka jalan buat anak-anak suchart. Aurah dingin terpancar di koridor membuat nyali siapa saja langsung menciut.
Lain halnya dengan kedua remaja yang sibuk mencari keberadaan motornya yang menghilang.
"Lo sih ngapain parkir disini coba.hilang kan motor Lo?" Ujar agham frustasi
"Ya udh kali tunggu tu nenek lampir datang baru tanyain" ucap Adrian santai
" Lo aja yah gue kagak mau ikut-ikutan" agham hanya menatap ngeri segerombolan remaja yang berjalan menuju parkiran
Alexya dan ke delapan temannya sampai di parkiran dan satu hal yang ia lihat yaitu dua lelaki yang sedang duduk entah menunggu apa? Tetapi alexya tahu bahwa mereka menunggunya.
Alexya berjalan menuju motornya dan hendak memakai helm tetapi ia mengurungkan niatnya setelah mendengar suara.
"Mana motor gue"Adrian menatap datar alexya dan menahan emosinya
Alexya hanya menatap tak kalah datar dan dingin dan diam menatap jalanan di depannya.
"Eh gue ngomong sama Lo! MOTOR GUE MANA?" bentakan Adrian mampu membuat siswa siswi yang masih berkeliaran di sekitar sekolah menatapnya dan kini menjadi pusat perhatian pasalnya baru kali ini ada yang berani membentak seorang alexya di depan umum. Raja yang sudah tak terkontrol maju dan memberi bogeman mentah tepat pada rahang Adrian.
"Lo bisa gak! Gak usah bentak teman gue Hah?" Terlihat sorot mata yang memerah nafas yang tersendat-sendat karena menahan emosi. Alexya hanya menatap acuh tak acuh ia akan turun tangan jika cowok itu menyakiti salah satu temannya maka saat itu lah singanya akan keluar.
Adrian mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar lalu ia kembali menatap raja yang berada di hadapannya.
"Gue cuman tanya motor gue" ketusnya.
"Di tong sampah" suara khas dingin keluar dari mulut alexya yang mampu membuat Adrian dan agham melotot."Itu akibat Lo yang berani ambil daerah kekuasaan gue!.. cabut guys" lanjut alexya pada Adrian dan memberi perintah kepada teman-temannya untuk meninggalkan sekolah.
"Makanya Lo gak usah macem-macem sama kita apa lagi sama ketua kita. Hahaha" ejek Agatha sambil terkekeh bersama teman-temannya yang lain.
Agham yang melihat raut wajah adrian yg menahan emosi yang ingin meluap menahann bahu temannya itu untuk tidak bertindak lagi karena jika hal itu terjadi maka akan ada perang dunia.
" Tahan emosi Lo! Jgn bertindak gegabah. Kalo Lo gak mau mati disini! Yok cari motor Lo" Adrian menuruti apa kata temanya itu dan meraka beralih ke belakang sekolah tepatnya di tong sampah terbesar kali aja ada disitu. Dan benar saja motornya terkapar dengan tumpukan - tumpukan sampah.
Gue bakal balas Lo alexya_batin Adrian.
🙈🙈🙈🙈
"Gila gimana ceritanya tu motor si curut bisa Lo bawa ke tong sampah gas" suara Agatha yang di baluti dengan tawa membuat ruangan jadi ramai karena perbincangan mereka yang membahas motor Adrian yg berakhir mengenaskan di tong sampah besar belakang sekolahnya.
"Ya kita berempat dorong tu motor terus kita buang lah, sekalian kita tumpukin sampah yang bau itu biar motornya ketutup Ama sampah" Bagas menjawab dengan santai sesekali terkekeh dengan tingkah konyolnya itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Alexya (REVISI)
Teen Fictionseorang perempuan kelahiran thailand dan kini menetap di indonesia bersama keluarganya. Gadis cantik ini salah satu manusia dengan ilmu bela diri yang luar biasa itu pun yg menjadikannya sebagai ketua geng yg terkenal di Jakarta. perempuan multitale...